Tiga calon pekerja migran ilegal berhasil dicegah keberangkatannya oleh Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado pada Selasa (21/10/2025) pagi.

Ketiganya, yaitu GB, CR, dan MM, berasal dari Minahasa dan Minahasa Selatan. Mereka hendak transit ke Jakarta menggunakan salah satu maskapai menuju Thailand dan Kamboja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemeriksaan, para calon korban tampak membawa pia Gorontalo, abon cakalang, keripik pisang, dan halua kanari — makanan khas Sulawesi Utara yang rencananya akan dibawa ke luar negeri. Namun, hasil interogasi menunjukkan ketiganya direkrut perempuan E dan lelaki J kemudian di hubungan kepada agent ilegal yang menjadi HRDnya berinisial L. D. Yang saat ini berada di Kamboja, dengan janji pekerjaan bergaji tinggi tanpa dokumen resmi.
Petugas Unit Reskrim Polsek Bandara Bripka AS menjelaskan bahwa ketiganya direkrut melalui aplikasi WhatsApp dan perjalanan mereka sudah diatur dalam grub Wa bernama “Holiday” yang mengatur dan memberikan panduan perjalanan dari daerah asal Minahasa hingga tiba di Thailand dan Kamboja
“Dari gelagat ragu-ragu mereka saat check-in, kami curigai dan setelah diperiksa ternyata tiket dan akomodasi dipesan oleh perekrut dari luar negeri,” ujarnya.
Kapolsek Bandara Sam Ratulangi Ipda. Masry, S.Sos menyampaikan pesan tegas kepada masyarakat:
> “Jangan mudah tergiur tawaran kerja cepat di luar negeri. Setiap warga yang ingin bekerja harus melalui jalur resmi BP3MI. Kami akan terus mengawasi dan melindungi masyarakat dari potensi perdagangan orang.”
Kini ketiga calon korban telah diamankan dan mendapat pendampingan dari BP3MI Sulut serta Yayasan Kasih Yang Utama (YKYU), saat ini untuk ketiga calon korban sudah di jemput oleh pihak keluarga, Polisi menyarankan agar mereka pihak keluarga membuat laporan resmi ke Unit Renakta Polda Sulut.
(Tim)





































