Prahara di Barisan Pendukung: Relawan Jeje Ritchie Ismail – H. Asep Ismail Merasa “Habis Manis Sepah Dibuang”

Redaksi

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:20 WIB

501,121 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prahara di Barisan Pendukung: Relawan Jeje Ritchie Ismail – H. Asep Ismail Merasa “Habis Manis Sepah Dibuang”

RADAR NEWS .CO .ID  // BANDUNG BARAT – Dinamika politik pasca-Pilkada Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai memunculkan riak di internal barisan pendukung pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Jeje Ritchie Ismail dan H. Asep Ismail. Sejumlah relawan mengaku kecewa dan merasa tidak lagi dilibatkan setelah kemenangan diraih.

Kekecewaan tersebut disampaikan oleh beberapa tokoh relawan, di antaranya Adi bersama tim Chandra, Dadang Suyud, dan Rahmat Olay, yang mengklaim menjadi bagian dari motor penggerak kampanye di tingkat akar rumput. Mereka menyebut telah berkontribusi aktif selama masa kampanye, mulai dari pemasangan alat peraga hingga konsolidasi suara di desa-desa.

Merasa Ditinggalkan Pasca-Kemenangan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adi mengungkapkan, selama masa kampanye, para relawan bekerja secara swadaya dan penuh militansi untuk meningkatkan elektabilitas pasangan Jeje–Asep. Namun setelah hasil pemilihan ditetapkan, komunikasi dinilai semakin terbatas.

“Kami bekerja siang malam di lapangan. Tapi setelah kemenangan diraih, tidak ada lagi komunikasi yang intens. Sekadar undangan silaturahmi atau ucapan terima kasih pun belum kami terima,” ujar Adi kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa persoalan yang dirasakan bukan semata-mata materi, melainkan soal penghargaan moral dan keterlibatan dalam proses pembangunan pasca-Pilkada.

Sorotan terhadap Lingkaran Kepercayaan
Relawan juga menyoroti dinamika penempatan figur-figur yang kini berada di sekitar Wakil Bupati. Mereka mempertanyakan kebijakan yang dinilai lebih membuka ruang kepada pihak-pihak baru dibandingkan relawan awal.

Beberapa poin yang menjadi keluhan antara lain:
* Minim ruang dialog antara kepala daerah terpilih dan relawan awal.
* Akses komunikasi terbatas ke pendopo maupun kantor wakil bupati.
* Persepsi ketimpangan kepercayaan, di mana figur yang tidak terlihat aktif saat kampanye justru memperoleh posisi strategis.

Relawan berharap ada forum resmi untuk menyampaikan aspirasi agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang lebih luas.

Sinyal Ketidakharmonisan Akar Rumput
Pengamat politik lokal menilai dinamika seperti ini lazim terjadi dalam politik elektoral, terutama ketika transisi dari fase kampanye ke pemerintahan tidak diikuti dengan manajemen komunikasi yang baik.

Menurutnya, jika tidak segera dikelola, ketidakpuasan relawan dapat berkembang menjadi jarak politik antara pemimpin dan basis pendukungnya.

“Relawan adalah aset sosial dan politik. Meskipun jabatan publik tidak bisa dibagi berdasarkan balas jasa, komunikasi dan pengakuan kontribusi tetap penting untuk menjaga soliditas,” ujarnya.

Menunggu Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Jeje Ritchie Ismail maupun H. Asep Ismail terkait aspirasi dan keluhan sejumlah relawan tersebut.

Masyarakat kini menantikan langkah klarifikasi atau konsolidasi dari kepemimpinan baru Kabupaten Bandung Barat guna memastikan stabilitas internal tetap terjaga dan roda pemerintahan berjalan efektif.

Di tengah harapan besar publik terhadap perubahan dan pembangunan, soliditas antara pemimpin dan barisan pendukung dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat ke depan. Red : Tim

Berita Terkait

Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026
SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional
DPP LPPI: Ombudsman Tendensius, Bangunan di Area SAE Lapas Cibinong Dijelaskan sebagai Rumah Dinas Jabatan
Dugaan Kekerasan di BPN Kota Bandung, Rudi Hartono Lapor Polsek Buahbatu
SWI Gelar Seminar Pajak, Dorong Peningkatan Literasi Hukum dan Perpajakan Wartawan
Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji
Koperasi Merah Putih Tak Sekadar Dibangun, Keberlanjutan Jadi Tantangan Utama
Maulid Nabi di Ponpes Al-Huda Marzuki Al-Jazuli, Momentum Meneladani Akhlak Rasul dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 19:47 WIB

Uttagstider på Casino utan Spelpaus 2026: Vad du kan förvänta dig

Senin, 28 September 2026 - 16:37 WIB

1Win Argentina: descubre el bono de bienvenida y maximiza tus ganancias

Senin, 28 September 2026 - 14:02 WIB

​Sinergi TNI dan Warga Capai 87%: Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Gayo Lues Terus Dikebut

Senin, 28 September 2026 - 12:26 WIB

Babinsa Komsos Dengan Tokoh Masyarakat Di Wilayah Desa Binaan

Senin, 28 September 2026 - 10:58 WIB

Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026

Minggu, 27 September 2026 - 13:42 WIB

Antisipasi Banjir, Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Cek Debit Air Sungai Di Desa Binaan

Minggu, 27 September 2026 - 13:36 WIB

Babinsa Bergerak, Data Perlinsos Berbasis IKD Diperkuat di Terangun

Minggu, 27 September 2026 - 13:33 WIB

Menciptakan Hubungan Baik Dengan Warga didesa binaan Babinsa Komsos dengan Tokoh Pemuda

Berita Terbaru