Prahara di Barisan Pendukung: Relawan Jeje Ritchie Ismail – H. Asep Ismail Merasa “Habis Manis Sepah Dibuang”

Redaksi

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:20 WIB

501,169 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prahara di Barisan Pendukung: Relawan Jeje Ritchie Ismail – H. Asep Ismail Merasa “Habis Manis Sepah Dibuang”

RADAR NEWS .CO .ID  // BANDUNG BARAT – Dinamika politik pasca-Pilkada Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai memunculkan riak di internal barisan pendukung pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Jeje Ritchie Ismail dan H. Asep Ismail. Sejumlah relawan mengaku kecewa dan merasa tidak lagi dilibatkan setelah kemenangan diraih.

Kekecewaan tersebut disampaikan oleh beberapa tokoh relawan, di antaranya Adi bersama tim Chandra, Dadang Suyud, dan Rahmat Olay, yang mengklaim menjadi bagian dari motor penggerak kampanye di tingkat akar rumput. Mereka menyebut telah berkontribusi aktif selama masa kampanye, mulai dari pemasangan alat peraga hingga konsolidasi suara di desa-desa.

Merasa Ditinggalkan Pasca-Kemenangan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adi mengungkapkan, selama masa kampanye, para relawan bekerja secara swadaya dan penuh militansi untuk meningkatkan elektabilitas pasangan Jeje–Asep. Namun setelah hasil pemilihan ditetapkan, komunikasi dinilai semakin terbatas.

“Kami bekerja siang malam di lapangan. Tapi setelah kemenangan diraih, tidak ada lagi komunikasi yang intens. Sekadar undangan silaturahmi atau ucapan terima kasih pun belum kami terima,” ujar Adi kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa persoalan yang dirasakan bukan semata-mata materi, melainkan soal penghargaan moral dan keterlibatan dalam proses pembangunan pasca-Pilkada.

Sorotan terhadap Lingkaran Kepercayaan
Relawan juga menyoroti dinamika penempatan figur-figur yang kini berada di sekitar Wakil Bupati. Mereka mempertanyakan kebijakan yang dinilai lebih membuka ruang kepada pihak-pihak baru dibandingkan relawan awal.

Beberapa poin yang menjadi keluhan antara lain:
* Minim ruang dialog antara kepala daerah terpilih dan relawan awal.
* Akses komunikasi terbatas ke pendopo maupun kantor wakil bupati.
* Persepsi ketimpangan kepercayaan, di mana figur yang tidak terlihat aktif saat kampanye justru memperoleh posisi strategis.

Relawan berharap ada forum resmi untuk menyampaikan aspirasi agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang lebih luas.

Sinyal Ketidakharmonisan Akar Rumput
Pengamat politik lokal menilai dinamika seperti ini lazim terjadi dalam politik elektoral, terutama ketika transisi dari fase kampanye ke pemerintahan tidak diikuti dengan manajemen komunikasi yang baik.

Menurutnya, jika tidak segera dikelola, ketidakpuasan relawan dapat berkembang menjadi jarak politik antara pemimpin dan basis pendukungnya.

“Relawan adalah aset sosial dan politik. Meskipun jabatan publik tidak bisa dibagi berdasarkan balas jasa, komunikasi dan pengakuan kontribusi tetap penting untuk menjaga soliditas,” ujarnya.

Menunggu Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Jeje Ritchie Ismail maupun H. Asep Ismail terkait aspirasi dan keluhan sejumlah relawan tersebut.

Masyarakat kini menantikan langkah klarifikasi atau konsolidasi dari kepemimpinan baru Kabupaten Bandung Barat guna memastikan stabilitas internal tetap terjaga dan roda pemerintahan berjalan efektif.

Di tengah harapan besar publik terhadap perubahan dan pembangunan, soliditas antara pemimpin dan barisan pendukung dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat ke depan. Red : Tim

Berita Terkait

WARGA RT 11 RW 05 Kel.Pamoyanan Kec. CICENDO PROTES PENCABUTAN SPANDUK DI 4 PAGAR RUMAH PRIBADI 
Inspektorat KBB Luncurkan WBS Terintegrasi Berbasis AI, Lapor Jadi Lebih Mudah dan Aman
Dewan Komisi III Tindak Lanjuti Aduan Warga Cimerang, IWO-I Siap Kawal Kesepakatan Pengembalian Saluran Irigasi
Tagline Boleh Berganti, Tetapi Integritas Jangan Dikompromikan
FWMO KBB Resmi Berdiri, Anne Nurgusari Tegaskan Pers Harus Independen dan Berbasis Fakta
400+ KK dari 8 Desa Laporkan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Lampung, YLBHI-LBH Bandar Lampung Desak Penegakan Hukum Menyentuh Aktor Intelektua
Tindak Tegas Oknum yang Bermain-Main Dengan Laporan Masyarakat
Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Betung Aipda Musmulyadi, Ajak Warga Desa Suka Mulya Kec. Betung Kembangkan Pekarangan Produktif

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Polres Banyuasin Gelar Subuh Keliling Serentak, Perkuat Silaturahmi dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Polsek Rambutan Evakuasi Perempuan yang Ditemukan Meninggal Dunia di Perumahan Alzafa Residence

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:40 WIB

Patroli Terpadu di Desa Pulau Muning, Tim Gabungan Gencarkan Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin II Aipda Elan Subandi, Ajak Warga Desa Sungsang II Kec. Banyuasin II Kembangkan Pekarangan Produktif

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Patroli Terpadu di Desa Pulau Muning, Tim Gabungan Sosialisasikan Pencegahan Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Muara Telang Bripka Khaerul Saleh, Ajak Warga Desa Sumber Hidup Kec. Muara Telang Kembangkan Pekarangan Produktif

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Polres Banyuasin Gelar Jumat Keliling, Perkuat Silaturahmi dan Pesan Kamtibmas

Berita Terbaru