Prahara di Barisan Pendukung: Relawan Jeje Ritchie Ismail – H. Asep Ismail Merasa “Habis Manis Sepah Dibuang”

Redaksi

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:20 WIB

50991 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prahara di Barisan Pendukung: Relawan Jeje Ritchie Ismail – H. Asep Ismail Merasa “Habis Manis Sepah Dibuang”

RADAR NEWS .CO .ID  // BANDUNG BARAT – Dinamika politik pasca-Pilkada Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai memunculkan riak di internal barisan pendukung pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Jeje Ritchie Ismail dan H. Asep Ismail. Sejumlah relawan mengaku kecewa dan merasa tidak lagi dilibatkan setelah kemenangan diraih.

Kekecewaan tersebut disampaikan oleh beberapa tokoh relawan, di antaranya Adi bersama tim Chandra, Dadang Suyud, dan Rahmat Olay, yang mengklaim menjadi bagian dari motor penggerak kampanye di tingkat akar rumput. Mereka menyebut telah berkontribusi aktif selama masa kampanye, mulai dari pemasangan alat peraga hingga konsolidasi suara di desa-desa.

Merasa Ditinggalkan Pasca-Kemenangan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adi mengungkapkan, selama masa kampanye, para relawan bekerja secara swadaya dan penuh militansi untuk meningkatkan elektabilitas pasangan Jeje–Asep. Namun setelah hasil pemilihan ditetapkan, komunikasi dinilai semakin terbatas.

“Kami bekerja siang malam di lapangan. Tapi setelah kemenangan diraih, tidak ada lagi komunikasi yang intens. Sekadar undangan silaturahmi atau ucapan terima kasih pun belum kami terima,” ujar Adi kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa persoalan yang dirasakan bukan semata-mata materi, melainkan soal penghargaan moral dan keterlibatan dalam proses pembangunan pasca-Pilkada.

Sorotan terhadap Lingkaran Kepercayaan
Relawan juga menyoroti dinamika penempatan figur-figur yang kini berada di sekitar Wakil Bupati. Mereka mempertanyakan kebijakan yang dinilai lebih membuka ruang kepada pihak-pihak baru dibandingkan relawan awal.

Beberapa poin yang menjadi keluhan antara lain:
* Minim ruang dialog antara kepala daerah terpilih dan relawan awal.
* Akses komunikasi terbatas ke pendopo maupun kantor wakil bupati.
* Persepsi ketimpangan kepercayaan, di mana figur yang tidak terlihat aktif saat kampanye justru memperoleh posisi strategis.

Relawan berharap ada forum resmi untuk menyampaikan aspirasi agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang lebih luas.

Sinyal Ketidakharmonisan Akar Rumput
Pengamat politik lokal menilai dinamika seperti ini lazim terjadi dalam politik elektoral, terutama ketika transisi dari fase kampanye ke pemerintahan tidak diikuti dengan manajemen komunikasi yang baik.

Menurutnya, jika tidak segera dikelola, ketidakpuasan relawan dapat berkembang menjadi jarak politik antara pemimpin dan basis pendukungnya.

“Relawan adalah aset sosial dan politik. Meskipun jabatan publik tidak bisa dibagi berdasarkan balas jasa, komunikasi dan pengakuan kontribusi tetap penting untuk menjaga soliditas,” ujarnya.

Menunggu Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Jeje Ritchie Ismail maupun H. Asep Ismail terkait aspirasi dan keluhan sejumlah relawan tersebut.

Masyarakat kini menantikan langkah klarifikasi atau konsolidasi dari kepemimpinan baru Kabupaten Bandung Barat guna memastikan stabilitas internal tetap terjaga dan roda pemerintahan berjalan efektif.

Di tengah harapan besar publik terhadap perubahan dan pembangunan, soliditas antara pemimpin dan barisan pendukung dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat ke depan. Red : Tim

Berita Terkait

Dari Silaturahmi ke Sinergi, SWI Jabar Dorong Jurnalistik yang Membangun
DPP BAPERA Mendesak Penista Al Qur’an di Ancol agar Di Hukum Berat
Satgaswasmas MBG Dibentuk PKN: Uang Rakyat Jangan Sampai Jadi Ladang Jarahan!
HUT ke-9 RSUD Cikalongwetan, Bupati Jeje: Jadikan Momentum Tingkatkan Pelayanan dan Kedisiplinan
Grand Opening PAST Bandung Jadi Ruang Belajar Pajak yang Humanis bagi UMKM dan Profesional
Tower Dipaksa Berdiri di Tengah Permukiman, Warga Batununggal Murka: Surat Penghentian Diduga Diabaikan
Dari Meja Kopi ke Aksi Nyata: SWI Jabar Dorong Sinergi Ekonomi dan Publikasi yang Saling Menguatkan
Konferensi Pers dan Pernyataan Sikap DPP XTC Indonesia Tegaskan Legalitas Tunggal Organisasi

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Perkuat Aksesibilitas Desa, Babinsa Koramil 09/Putri Betung Bersama Satgas Yonif 855/Raksaka Dharma dan Warga Rampungkan Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Merah Putih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Dampingi Revitalisasi Sekolah SMPIT BABUL QUR’AN Di Desa Bukit

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Babinsa Koramil 06/Tripe Jaya Bersama Warga Gotong Royong Percepat Pembangunan Jembatan Gantung

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Babinsa Koramil 05/Pining Laksanakan Gotong Royong Bersama Masyarakat di Desa Pertik

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Anggota Koramil 04/Kuta Panjang Bersama Warga Percepat Pengecetan Jembatan Gantung Desa Binaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Anggota Koramil 08/Blangpegayon Dan Personil Yon TP 855/RD Melaksanakan Pengecatan Jembatan Gantung

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Jembatan Gantung Perintis Garuda I di Desa Kendawi selesai diresmikan, Warga Dapat Beraktivitas Kembali

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:38 WIB

​Perkokoh Akses Ekonomi Warga, TNI dan Masyarakat Gotong Royong Finishing Jembatan Gantung Garuda Merah Putih

Berita Terbaru