Prahara di Barisan Pendukung: Relawan Jeje Ritchie Ismail – H. Asep Ismail Merasa “Habis Manis Sepah Dibuang”

Redaksi

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:20 WIB

501,216 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prahara di Barisan Pendukung: Relawan Jeje Ritchie Ismail – H. Asep Ismail Merasa “Habis Manis Sepah Dibuang”

RADAR NEWS .CO .ID  // BANDUNG BARAT – Dinamika politik pasca-Pilkada Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai memunculkan riak di internal barisan pendukung pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Jeje Ritchie Ismail dan H. Asep Ismail. Sejumlah relawan mengaku kecewa dan merasa tidak lagi dilibatkan setelah kemenangan diraih.

Kekecewaan tersebut disampaikan oleh beberapa tokoh relawan, di antaranya Adi bersama tim Chandra, Dadang Suyud, dan Rahmat Olay, yang mengklaim menjadi bagian dari motor penggerak kampanye di tingkat akar rumput. Mereka menyebut telah berkontribusi aktif selama masa kampanye, mulai dari pemasangan alat peraga hingga konsolidasi suara di desa-desa.

Merasa Ditinggalkan Pasca-Kemenangan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adi mengungkapkan, selama masa kampanye, para relawan bekerja secara swadaya dan penuh militansi untuk meningkatkan elektabilitas pasangan Jeje–Asep. Namun setelah hasil pemilihan ditetapkan, komunikasi dinilai semakin terbatas.

“Kami bekerja siang malam di lapangan. Tapi setelah kemenangan diraih, tidak ada lagi komunikasi yang intens. Sekadar undangan silaturahmi atau ucapan terima kasih pun belum kami terima,” ujar Adi kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa persoalan yang dirasakan bukan semata-mata materi, melainkan soal penghargaan moral dan keterlibatan dalam proses pembangunan pasca-Pilkada.

Sorotan terhadap Lingkaran Kepercayaan
Relawan juga menyoroti dinamika penempatan figur-figur yang kini berada di sekitar Wakil Bupati. Mereka mempertanyakan kebijakan yang dinilai lebih membuka ruang kepada pihak-pihak baru dibandingkan relawan awal.

Beberapa poin yang menjadi keluhan antara lain:
* Minim ruang dialog antara kepala daerah terpilih dan relawan awal.
* Akses komunikasi terbatas ke pendopo maupun kantor wakil bupati.
* Persepsi ketimpangan kepercayaan, di mana figur yang tidak terlihat aktif saat kampanye justru memperoleh posisi strategis.

Relawan berharap ada forum resmi untuk menyampaikan aspirasi agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang lebih luas.

Sinyal Ketidakharmonisan Akar Rumput
Pengamat politik lokal menilai dinamika seperti ini lazim terjadi dalam politik elektoral, terutama ketika transisi dari fase kampanye ke pemerintahan tidak diikuti dengan manajemen komunikasi yang baik.

Menurutnya, jika tidak segera dikelola, ketidakpuasan relawan dapat berkembang menjadi jarak politik antara pemimpin dan basis pendukungnya.

“Relawan adalah aset sosial dan politik. Meskipun jabatan publik tidak bisa dibagi berdasarkan balas jasa, komunikasi dan pengakuan kontribusi tetap penting untuk menjaga soliditas,” ujarnya.

Menunggu Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Jeje Ritchie Ismail maupun H. Asep Ismail terkait aspirasi dan keluhan sejumlah relawan tersebut.

Masyarakat kini menantikan langkah klarifikasi atau konsolidasi dari kepemimpinan baru Kabupaten Bandung Barat guna memastikan stabilitas internal tetap terjaga dan roda pemerintahan berjalan efektif.

Di tengah harapan besar publik terhadap perubahan dan pembangunan, soliditas antara pemimpin dan barisan pendukung dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat ke depan. Red : Tim

Berita Terkait

Tiga Jenderal Terseret Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ujian Berat Bagi Integritas Institusi Polri
Lembang senilai Rp1,84 miliar menuai sorotan. Identitas kontraktor, kesesuaian volume pekerjaan, mutu konstruksi dan pengawasan diminta transparan.
Peduli Generasi Muda, Pemuda Pancasila PAC Cikalong Wetan Gelar Khitanan Massal Lintas Kecamatan
GP AL Washliyah Jakarta Desak Mabes Polri Turun Tangan, Basmi Tambang Pasir Ilegal di Konawe Sulawesi Tenggara
HUT ke-67 Pemuda Pancasila, PAC Cikalongwetan Hadirkan Tabligh Akbar, Santunan Yatim hingga Wayang Ngaji
Bayu Umbara Komandani Upacara Sumpah Pemuda Jabar, Gaungkan Persatuan dan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045
Ketum SWI Iskandar Buka UKW di Banjarmasin, Dorong Lahirnya Wartawan Profesional dan Berkompeten
900 Hektare Hutan Rakyat Pajagan Terancam Gundul, Ribuan Kubik Kayu Jati-Mahoni Mengalir ke Penggergajian Besar di Situraja

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:56 WIB

TNI Bersama Warga Terus Genjot Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Ramung Musara Gayo Lues

Sabtu, 7 November 2026 - 08:47 WIB

Sinergi TNI Bersama Rakyat, Babinsa Bantu Bangun Rumah Warga

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Bersama Warga, Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Gotong Royong Bersihkan Parit

Jumat, 6 November 2026 - 12:50 WIB

Kodim 0113/Gayo Lues Gelar Kesamaptaan Jasmani Periodik II Tahun 2026

Jumat, 6 November 2026 - 11:19 WIB

Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Bantu Petani Rontokkan Padi Di Desa Binaan

Jumat, 6 November 2026 - 11:17 WIB

Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung

Jumat, 6 November 2026 - 10:51 WIB

Satpol PP Kabupaten Karo Gelar Razia Kasih Sayang, Guna Penertipan Pelajar Yang Malah Nongkrong Pada Saat Jam Belajar

Kamis, 5 November 2026 - 21:25 WIB

Perhiptani Gayo Lues dan Bener Meriah Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

Berita Terbaru