PPAT Surya Darma “Bungkam” Soal 75 AJB Lae Saga, Live Streaming Gagal Digelar

RADAR NEWS

- Redaksi

Senin, 8 Juni 2026 - 16:50 WIB

50454 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam – Polemik dugaan mafia tanah yang menyeret 75 Akta Jual Beli (AJB) di kawasan transmigrasi Kampong Lae Saga, Kecamatan Longkib, memasuki babak baru. PPAT/Notaris Surya Darma yang sebelumnya pernah memberikan keterangan kepada media, kini memilih menolak diwawancarai terkait substansi penerbitan puluhan AJB yang sedang dipersoalkan warga.

Wawancara yang sedianya akan disiarkan secara langsung melalui platform media Teropongbarat.com pada Senin (8/6/2026) akhirnya batal digelar setelah Surya Darma menyatakan tidak bersedia memberikan keterangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ditemui awak media, Surya Darma berulang kali meminta agar persoalan tersebut tidak diberitakan.
“Kalau ada warga yang komplain atas keluarnya AJB ini, mohon disuruh datang saja, Pak. Mohon jangan diberitakan, Pak. Saya tidak bersedia diwawancarai,” ujar Surya Darma.

Sejumlah pertanyaan yang telah dipersiapkan media sebenarnya berkaitan dengan standar operasional prosedur (SOP) penerbitan 75 AJB tersebut, mulai dari mekanisme verifikasi identitas para pihak, kehadiran para penjual dan pembeli saat penandatanganan, peran saksi, hingga aspek transparansi dan akuntabilitas dalam proses penerbitan akta.

Sikap bungkam tersebut menarik perhatian publik karena sebelumnya, pada 26 Mei 2026, Surya Darma pernah mengakui adanya kekeliruan dalam penerbitan AJB yang dilakukan pada tahun 2012.
Saat itu, ia mengaku tidak mengetahui bahwa lahan yang menjadi objek transaksi berada di kawasan hak kelola transmigrasi.

“Kalau tahu itu wilayah hak kelola transmigrasi, saya tidak akan keluarkan AJB-nya. Waktu itu saya hanya melihat surat-suratnya sudah ditandatangani kepala desa,” ungkapnya kepada awak media.

Ia juga mengaku proses penandatanganan AJB tidak dilakukan di kantor PPAT, melainkan di sebuah warung di kawasan Kilometer 11 yang difasilitasi oleh seseorang bernama TS. Menurut pengakuannya, alasan pemilihan lokasi tersebut karena sebagian warga bekerja pada siang hari sehingga proses dilakukan malam hari.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang turut didalami penyidik Polres Subulussalam dalam penyelidikan dugaan pemalsuan dokumen terkait 75 AJB tersebut.
Informasi yang berkembang menyebutkan penyidik tengah mendalami dugaan perbedaan tanda tangan pada sejumlah dokumen pertanahan, dugaan ketidaksesuaian cap jempol dalam AJB, hingga memastikan apakah seluruh pihak benar-benar hadir saat proses penandatanganan dilakukan.

Selain itu, penyidik juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain yang berperan sebagai penghubung atau agen dalam proses pengumpulan warga dan pengurusan dokumen tanah transmigrasi.

Kasus ini bermula dari laporan sejumlah warga transmigrasi yang merasa hak atas lahannya telah berpindah tanpa proses yang mereka pahami secara utuh. Beberapa dokumen pembanding disebut telah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan forensik.

Di tengah bergulirnya penyidikan, sikap Surya Darma yang memilih tidak memberikan penjelasan lebih lanjut justru menambah tanda tanya publik terkait proses lahirnya 75 AJB yang kini menjadi sorotan.

Sementara itu, berbagai pihak mendesak agar aparat penegak hukum mengusut perkara ini secara profesional dan transparan guna mengungkap apakah persoalan tersebut hanya sebatas kesalahan administrasi pertanahan atau mengarah pada dugaan praktik mafia tanah yang terorganisir.

Hingga kini, satu pertanyaan besar yang masih menunggu jawaban adalah siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas lahirnya 75 AJB yang kini dipersoalkan masyarakat transmigrasi di Lae Saga dan Bangun Sari.(*).

Berita Terkait

Haloan Sadri Soroti Wacana Kantin Sekolah dalam MBG, Standar Gizi, Keamanan Pangan dan Pengawasan Harus Jadi Prioritas
Tokoh Masyarakat dan Adat Subulussalam Soroti Wacana Kantin Sekolah dalam MBG, Pengawasan dan Standar Gizi Harus Diperkuat
Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga
Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare
Hakim Minta Pemberi Kuasa kepada Tergugat Dihadirkan, Enam Saksi Perkuat Penguasaan Kebun oleh Mirja Kusuma
SP2HP Terbit, Kasus Dugaan Pengeroyokan Suriati Naik Penyidikan; Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas dan Tangkap Seluruh Pelaku
Mantan Kades Anwar Resmi Serahkan Mobil BUMDes Pasir Belo, Titip Pesan untuk Kemajuan Desa
Pungli JADUP Siperkas Meledak! Rp54 Juta Diduga Disedot, Nama Pj Kades Terseret Skandal

Berita Terbaru

REGIONAL

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah Gayo Lues – Pengerjaan sumur bor pada Sasaran Program Unggulan TNI AD dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130 Tahun 2026 Kodim 0113/Gayo Lues mulai dilaksanakan. Sebanyak dua titik sumur bor akan dibangun di dua Desa, yaitu Kampung Pepelah dan satu lagi di kampung Gajah Kecamatan Pining. Tentunya diharapkan bantuan ini dapat membantu mengurangi krisis air yang selama ini dialami warga, sehingga masyarakat dapat lebih mudah memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Anggota Satgas bersama warga bahu membahu membuat sumur bor demi terciptanya air bersih yang layak pakai. Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim Gayo Lues di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H melalui Wadansatgas Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait mengatakan, bahwa program penyediaan air bersih ini juga menjadi bagian dari komitmen TNI melalui TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan akan air bersih selama musim kemarau. Melalui pembangunan fasilitas air bersih tersebut, diharapkan masyarakat di sekitar dua kampung tersebut dapat memperoleh akses air yang lebih mudah dan memadai untuk menunjang aktivitas rumah tangga, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan warga. Kita berharap bahwa dengan pembuatan sumur bor ini, warga Kampung Pepelah dan Kampung Gajah dapat memiliki akses ke air bersih yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Wadansatgas.

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah Gayo Lues – Pengerjaan sumur bor pada Sasaran Program Unggulan TNI AD dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130 Tahun 2026 Kodim 0113/Gayo Lues mulai dilaksanakan. Sebanyak dua titik sumur bor akan dibangun di dua Desa, yaitu Kampung Pepelah dan satu lagi di kampung Gajah Kecamatan Pining. Tentunya diharapkan bantuan ini dapat membantu mengurangi krisis air yang selama ini dialami warga, sehingga masyarakat dapat lebih mudah memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Anggota Satgas bersama warga bahu membahu membuat sumur bor demi terciptanya air bersih yang layak pakai. Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim Gayo Lues di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H melalui Wadansatgas Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait mengatakan, bahwa program penyediaan air bersih ini juga menjadi bagian dari komitmen TNI melalui TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan akan air bersih selama musim kemarau. Melalui pembangunan fasilitas air bersih tersebut, diharapkan masyarakat di sekitar dua kampung tersebut dapat memperoleh akses air yang lebih mudah dan memadai untuk menunjang aktivitas rumah tangga, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan warga. Kita berharap bahwa dengan pembuatan sumur bor ini, warga Kampung Pepelah dan Kampung Gajah dapat memiliki akses ke air bersih yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Wadansatgas.

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:50 WIB

TNI dan Warga Gotong Royong Lanjutkan Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Gayo Lues ​Gayo Lues

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Babinsa Koramil 03/Blangkejeren pantau kondisi jembatan pasca hujan deras Di Desa Binaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Meningkatkan Kesadaran Lingkungan, Babinsa Koramil 04 /Kuta Panjang Lakukan Aksi Pembersihan Aliran Sungai Bersama Warga

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:11 WIB

BABINSA RAMIL PINING LAKSANAKAN GOTONG ROYONG PEMBANGUNAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Rehab Masjid Baiturrahman Kampung Gajah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Babinsa Beri Motivasi Petani Tembakau Di Desa Binaan

Berita Terbaru

REGIONAL

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah Gayo Lues – Pengerjaan sumur bor pada Sasaran Program Unggulan TNI AD dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130 Tahun 2026 Kodim 0113/Gayo Lues mulai dilaksanakan. Sebanyak dua titik sumur bor akan dibangun di dua Desa, yaitu Kampung Pepelah dan satu lagi di kampung Gajah Kecamatan Pining. Tentunya diharapkan bantuan ini dapat membantu mengurangi krisis air yang selama ini dialami warga, sehingga masyarakat dapat lebih mudah memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Anggota Satgas bersama warga bahu membahu membuat sumur bor demi terciptanya air bersih yang layak pakai. Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim Gayo Lues di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H melalui Wadansatgas Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait mengatakan, bahwa program penyediaan air bersih ini juga menjadi bagian dari komitmen TNI melalui TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan akan air bersih selama musim kemarau. Melalui pembangunan fasilitas air bersih tersebut, diharapkan masyarakat di sekitar dua kampung tersebut dapat memperoleh akses air yang lebih mudah dan memadai untuk menunjang aktivitas rumah tangga, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan warga. Kita berharap bahwa dengan pembuatan sumur bor ini, warga Kampung Pepelah dan Kampung Gajah dapat memiliki akses ke air bersih yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Wadansatgas.

Kamis, 29 Okt 2026 - 13:56 WIB