4 Nyawa Melayang di Sibolangit, Jangan Berhenti di Sopir: Usut Tuntas Dugaan Kelalaian Perusahaan dan Penyebab Rem Blong

RADAR NEWS

- Redaksi

Minggu, 19 Juli 2026 - 00:14 WIB

50152 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARNEWS | INVESTIGASI

Empat Nyawa Melayang di Sibolangit, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab? Dugaan Rem Blong Tak Boleh Menjadi Akhir Penyelidikan

Tragedi kecelakaan beruntun yang merenggut empat korban jiwa di Jalan Jamin Ginting KM 44–45, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kembali membuka luka lama mengenai lemahnya pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang yang melintasi jalur ekstrem Medan–Berastagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepolisian telah mengamankan sopir truk pengangkut galon air mineral berinisial I (50) untuk menjalani pemeriksaan. Namun, publik berharap proses hukum tidak berhenti pada pengemudi semata.

Dugaan sementara mengarah pada kegagalan sistem pengereman (rem blong) yang menyebabkan truk kehilangan kendali sebelum menghantam sedikitnya sembilan kendaraan di depannya. Akibatnya, empat orang meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Bagi RADARNEWS, istilah “rem blong” tidak boleh dijadikan kesimpulan instan. Justru istilah tersebut harus menjadi pintu masuk untuk mengungkap penyebab sebenarnya.

Apakah kerusakan rem terjadi secara tiba-tiba? Ataukah terdapat kelalaian dalam perawatan kendaraan? Apakah kendaraan tersebut telah menjalani uji KIR sesuai ketentuan? Apakah ada indikasi kelebihan muatan? Bagaimana kondisi kendaraan sebelum diberangkatkan? Dan sejauh mana tanggung jawab perusahaan pemilik armada dalam memastikan kendaraan yang dioperasikan benar-benar laik jalan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan bagian penting yang perlu dijawab melalui penyelidikan yang transparan dan berbasis alat bukti.

Jalur Medan–Berastagi, khususnya kawasan Sibolangit, bukanlah kawasan yang asing dengan kecelakaan lalu lintas. Kontur jalan yang curam, turunan panjang, dan tingginya volume kendaraan berat telah lama menjadikan ruas ini sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Sumatera Utara.

Karena itu, tragedi ini seharusnya tidak hanya dipandang sebagai musibah lalu lintas, tetapi juga menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan kendaraan angkutan barang.

RADARNEWS menilai aparat penegak hukum perlu mengusut seluruh rantai tanggung jawab secara profesional. Apabila nantinya ditemukan adanya kelalaian dalam aspek perawatan kendaraan, pengawasan operasional, atau pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan transportasi, maka proses hukum hendaknya menyentuh setiap pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan perundang-undangan.

Di sisi lain, pemerintah melalui Dinas Perhubungan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, serta instansi terkait perlu mengevaluasi efektivitas pengawasan kendaraan berat yang melintasi jalur Medan–Berastagi. Pemeriksaan kelaikan kendaraan, pengawasan uji KIR, penindakan terhadap kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan, hingga penambahan fasilitas keselamatan di titik-titik rawan kecelakaan menjadi langkah yang tidak dapat lagi ditunda.

Empat nyawa telah hilang. Delapan lainnya harus menjalani perawatan akibat luka yang diderita. Tragedi ini hendaknya menjadi pengingat bahwa keselamatan lalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab pengemudi, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara perusahaan angkutan, pemerintah sebagai regulator, dan aparat sebagai pengawas.

RADARNEWS akan terus mengawal proses penyelidikan hingga penyebab pasti kecelakaan terungkap. Publik berhak memperoleh kejelasan, dan keluarga korban berhak mendapatkan kepastian bahwa tragedi ini diusut secara tuntas, objektif, dan transparan, tanpa mengesampingkan asas praduga tak bersalah.

LAPORAN TIM RADARNEWS.

FERNANDO. HUTAURUK

Berita Terkait

Korban Pencurian Jadi Tersangka, Puluhan Warga Deli Serdang Datangi Kejaksaan
CV. Mitra Usaha Disorot Tajam, Warga Nilai Proyek Jembatan Talapeta Gagal Total dan Rawan Telan Korban
Solar Subsidi Disedot Tambang Ilegal: Negara Dirugikan, Rakyat Kecil Tersisih, Lingkungan Kutalimbaru Terkoyak
Selain Minta Copot Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu, Warga Akan Aksi Demo Kerumah Kapolda Sumut Apabila 8 Laporan Tidak Dituntaskan
Juanda Korban Penganiayaan, Ketua F.SPTSI Pertanyakan Kaitan dengan Penggeledahan Lokasi Parkir
Osama Bin Husein Tegaskan Komitmen: Jaga Marwah FKPPI dan NKRI
Dua Tahun Penuh Spirit Hijrah, Nazarianti Wujudkan Desa Tanjung Morawa-B yang Religius dan Peduli
Serangan Brutal Terhadap Jaksa dan ASN Kejari Deli Serdang, Polisi Selidiki Motif

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 14:41 WIB

Eks Kombatan GAM Bireuen Rayakan Hari Pahlawan dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Tegaskan Dukungan Perdamaian Aceh Tanpa Mengibarkan Bendera Bintang Bulan

Minggu, 12 Januari 2025 - 00:20 WIB

Ceulangiek Tinjau Proyek Mangkrak RS Regional Bireuen: Harapkan Pemerintah Prioritaskan Penyelesaian

Rabu, 1 Januari 2025 - 12:38 WIB

Konwil PII Aceh ke XXXI, Mohd Rendi Nahkodai PII Aceh

Minggu, 10 November 2024 - 09:18 WIB

Dek Fadh Bertekad Akan Memperbaiki Semua Fasilitas Dayah di Aceh Menjadi Lebih Baik

Selasa, 5 November 2024 - 23:37 WIB

Ribuan Santri dan Keluarga Besar Dayah Arogan Dukung Mualem-Dek Fadh di Pilkada Aceh

Berita Terbaru

BANDA ACEH

Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi

Minggu, 30 Agu 2026 - 16:41 WIB