Demi Aceh Utara dan Amanah Mualem, Ayah Wa Temui Menteri Agama: Perjuangkan MTQ Nasional hingga Fasilitas Ibadah Pascabanjir

RADAR NEWS

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:02 WIB

50182 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Langkah penuh makna kembali ditunjukkan Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. atau yang akrab disapa Ayah Wa. Di tengah berbagai tantangan pemulihan pascabencana di Aceh Utara, Ayah Wa hadir langsung di Kementerian Agama Republik Indonesia untuk membawa amanah besar rakyat Aceh sekaligus mewakili Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) dalam membahas pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional serta pemulihan sarana pendidikan dan fasilitas keagamaan yang rusak akibat banjir.

Pertemuan penting itu berlangsung hangat di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026), saat Ayah Wa bersilaturahmi langsung dengan Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. Dalam kesempatan tersebut, Ayah Wa menyampaikan salam hormat dari Gubernur Aceh sekaligus membawa harapan besar masyarakat Aceh agar pelaksanaan MTQ Nasional mendatang dapat diselenggarakan di Tanah Rencong.

“Alhamdulillah, saya berkesempatan hadir mewakili Bapak Gubernur Aceh yang berhalangan hadir. Kami berharap Aceh dapat kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Nasional sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus kebanggaan masyarakat Aceh,” ujar Ayah Wa. Kehadirannya dinilai menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya dalam sejarah kepemimpinan Aceh Utara, seorang bupati hadir langsung mewakili gubernur membahas agenda strategis keagamaan di tingkat kementerian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya membawa misi MTQ Nasional, Ayah Wa juga menyampaikan kondisi riil Aceh Utara pascabencana banjir yang masih meninggalkan luka mendalam, khususnya terhadap sarana pendidikan berbasis keagamaan. Data yang disampaikan kepada Menteri Agama menunjukkan kerusakan pada 15 unit Raudhatul Athfal (RA), 13 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 10 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 7 Madrasah Aliyah (MA) yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.

Lebih dari itu, fasilitas ibadah dan pembinaan umat juga mengalami dampak serius. Tercatat sebanyak 205 masjid, 213 dayah atau pesantren, 267 meunasah, serta 1.309 balai pengajian mengalami kerusakan akibat banjir. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian aktivitas pendidikan agama dan pembinaan masyarakat belum berjalan normal sebagaimana mestinya.

Ayah Wa menegaskan bahwa pemulihan fasilitas tersebut bukan semata soal bangunan fisik, melainkan bagian dari menjaga keberlangsungan pendidikan Islam dan syiar keagamaan di Aceh Utara. Ia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Agama dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan masyarakat yang hingga kini masih berjuang bangkit dari dampak bencana.

Dalam pertemuan itu, Ayah Wa juga memperjuangkan masa depan kawasan bersejarah Samudra Pasai, wilayah yang dikenal sebagai pintu masuk pertama penyebaran Islam di Nusantara. Ia mendorong percepatan pengembangan Monumen Islam Samudra Pasai sekaligus mengusulkan pembangunan pesantren di kawasan tersebut agar kembali hidup sebagai pusat pendidikan Islam dan wisata religi dunia.

Menutup agenda di Jakarta, Ayah Wa turut mengundang Menteri Agama RI untuk berkunjung langsung ke Aceh Utara guna melihat kondisi fasilitas pendidikan dan rumah ibadah yang terdampak banjir, sekaligus meninjau potensi besar kawasan sejarah Islam Samudra Pasai. Dalam pertemuan tersebut, Ayah Wa turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd, sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam membangun daerah dengan semangat kolaborasi dan pengabdian untuk rakyat. (*)

Berita Terkait

Prof DR Sutan Nasomal : Di Masa Pimpinan Prabowo, Carut Marut Hukum Dibalik Banyak Pejabat Dipenjarakan Dengan Rompi Orange
Delapan Piagam Di Tangan PKN-RI , Beserta Hasil Jejak Laporan Dugaan Korupsi,  Ketika Masyarakat Turut Ikut Mengawasi Uang Negara
Pakar Hukum Internasional, Prof Sutan Nasomal Menyakini Menkeu Baru RI Mampu Mengalahkan Dollar Selamat Menkeu Baru!!
Pengamat: “Budi Arie Clear”, Putusan Pengadilan Tak Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Judi Online
RDP KOMISI II DPR RI: Hak Rakyat Jangan Dikalahkan Oleh Kekuasaan
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Prabowo Tugaskan Berbagai Elemen Kementerian Pertanian Pekerjaan Umum Sosial Atasi Kemarau Langka Air Akibat Hutan Higrasi!!
Dari Kompetensi ke Pendidikan Tinggi, SWI dan UMJ Buka Jalan Baru bagi Wartawan
Berani lawan Judol dan Pinjol, DPR RI Yasonna H. Laoly Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Desak Kemkomdigi Usut Tuntas

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa

Rabu, 30 September 2026 - 20:24 WIB

TEBANG PILIH HUKUM DI BALIK JERUJI BESI!  Skandal 10 Klaster Mewah Ilegal di Lapas Cibinong Akhirnya Hancur Diratakan Ekskavator

Rabu, 30 September 2026 - 01:00 WIB

Jerry Massie Kritik Keras Jokowi, Sebut Pemerintahannya Kental dengan Kontroversi Pernyataan dan Janji yang Tak Kunjung Terbukti

Selasa, 29 September 2026 - 16:56 WIB

DEDIKASI SEORANG CUT MUTIA GURU SMAN 1 TERANGUN DALAM PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH

Senin, 28 September 2026 - 10:58 WIB

Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026

Kamis, 24 September 2026 - 21:42 WIB

SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional

Kamis, 24 September 2026 - 21:27 WIB

DPP LPPI: Ombudsman Tendensius, Bangunan di Area SAE Lapas Cibinong Dijelaskan sebagai Rumah Dinas Jabatan

Sabtu, 5 September 2026 - 03:12 WIB

Kejagung Sita Aset Rp8,4 Miliar Milik Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG

Berita Terbaru

REGIONAL

Babinsa dampingi petani cek pertumbuhan tanaman bawang

Jumat, 2 Okt 2026 - 10:01 WIB