Pertamax Naik, Pertalite Bertahan: Benarkah Masyarakat Sedang Digiring Kehilangan Pilihan?

RADAR NEWS

- Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:42 WIB

50279 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARNEWS – Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax kembali memantik gelombang kritik dari masyarakat. Di balik kebijakan yang disebut sebagai penyesuaian harga mengikuti pasar dunia, muncul pertanyaan yang semakin sering terdengar di tengah masyarakat: apakah rakyat secara perlahan sedang digiring untuk meninggalkan Pertalite?

Banyak warga menilai persoalan ini bukan sekadar soal naik atau tidaknya harga Pertamax. Yang menjadi kekhawatiran adalah semakin seringnya masyarakat mendengar kabar keterbatasan stok Pertalite di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa masyarakat perlahan dipaksa menerima kenyataan baru: ketika Pertalite sulit diperoleh, maka Pertamax menjadi satu-satunya pilihan.

“Memang Pertalite tidak naik. Tapi apa gunanya kalau nanti yang tersedia hanya Pertamax? Pada akhirnya masyarakat tetap harus membeli BBM yang lebih mahal,” keluh seorang pengendara yang ditemui tim RADARNEWS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di mata sebagian masyarakat, pola yang terjadi dianggap sederhana namun efektif. Pertama, harga Pertamax dinaikkan. Kedua, ketersediaan Pertalite dikhawatirkan semakin terbatas. Ketiga, masyarakat yang awalnya bertahan menggunakan Pertalite akhirnya terpaksa beralih ke Pertamax karena tidak memiliki alternatif lain.

Kritik ini semakin tajam karena menyentuh persoalan keadilan sosial. Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus bergerak naik, biaya pendidikan yang semakin mahal, serta pendapatan masyarakat yang tidak mengalami peningkatan signifikan, tambahan beban pengeluaran untuk BBM dinilai menjadi pukulan tersendiri bagi rakyat kecil.

Masyarakat mempertanyakan, apakah negara masih benar-benar hadir melindungi daya beli rakyat, atau justru membiarkan mereka menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat?

Sejumlah warga bahkan memprediksi bahwa jika kondisi ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin suatu saat papan informasi di SPBU akan lebih sering menampilkan tulisan “PERTALITE KOSONG”, sementara masyarakat yang hendak mengisi bahan bakar tidak memiliki pilihan selain membeli Pertamax dengan harga yang lebih tinggi.

Yang menjadi sorotan adalah bahwa ketika pilihan rakyat semakin sempit, maka istilah “sukarela beralih” kehilangan maknanya. Sebab perpindahan dari Pertalite ke Pertamax bukan lagi karena kesadaran atau kemampuan ekonomi yang meningkat, melainkan karena tidak adanya pilihan lain.

Di sisi lain, masyarakat menuntut transparansi penuh dari pemerintah dan Pertamina terkait ketersediaan stok Pertalite. Jika memang tidak ada rencana pengurangan distribusi maupun penghapusan Pertalite, maka publik berhak mendapatkan kepastian dan jaminan yang jelas.

Bagi rakyat kecil, persoalan BBM bukan sekadar angka di papan harga SPBU. Setiap kenaikan biaya bahan bakar akan berdampak langsung pada ongkos transportasi, harga barang kebutuhan sehari-hari, hingga biaya operasional usaha kecil yang menjadi tumpuan hidup jutaan keluarga Indonesia.

Pertanyaan yang kini bergema di tengah masyarakat adalah sederhana namun tajam: Apakah Pertalite benar-benar tetap dipertahankan untuk rakyat, atau masyarakat sedang dipersiapkan secara perlahan untuk menerima kenyataan bahwa suatu hari nanti mereka harus beralih sepenuhnya ke Pertamax?

 

Catatan Redaksi  ;

Tulisan ini memuat kritik, pandangan, dan kekhawatiran yang berkembang di tengah masyarakat. Dugaan mengenai pengurangan atau penghapusan Pertalite perlu didukung data dan klarifikasi resmi dari pemerintah serta pihak terkait agar informasi tetap berimbang dan akurat.

LAPORAN TIM RADARNEWS.

FERNANDO. HUTAURUK

Berita Terkait

Kejagung Sita Aset Rp8,4 Miliar Milik Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG
Silaturahmi dan Penguatan Organisasi, DPP SWI Dorong DPW Jatim Lebih Solid dan Profesional
Dari Silaturahmi ke Sinergi, SWI Jabar Dorong Jurnalistik yang Membangun
DPP BAPERA Mendesak Penista Al Qur’an di Ancol agar Di Hukum Berat
Satgaswasmas MBG Dibentuk PKN: Uang Rakyat Jangan Sampai Jadi Ladang Jarahan!
HUT ke-9 RSUD Cikalongwetan, Bupati Jeje: Jadikan Momentum Tingkatkan Pelayanan dan Kedisiplinan
Grand Opening PAST Bandung Jadi Ruang Belajar Pajak yang Humanis bagi UMKM dan Profesional
Konferensi Pers dan Pernyataan Sikap DPP XTC Indonesia Tegaskan Legalitas Tunggal Organisasi

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 09:51 WIB

Jalin Komunikasi di Lapangan, Babinsa Terangun Sambangi Pekerja MBG

Kamis, 10 September 2026 - 09:49 WIB

Sinergi TNI dan Rakyat, Babinsa Koramil 09/Putri Betung Bersama BKO Yon TP 855 Lanjutkan Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 09:47 WIB

Babinsa Komsos Dengan Tokoh Masyarakat Di Wilayah Binaan

Kamis, 10 September 2026 - 04:48 WIB

Content Review 745-317769-1131baa22f95

Kamis, 10 September 2026 - 04:02 WIB

Content Review 431-327534-628bd423c761

Kamis, 10 September 2026 - 01:47 WIB

Gana dinero real con winBeatz diversión

Kamis, 10 September 2026 - 01:23 WIB

Gana con ritmo en winBeatz Casino Online

Kamis, 10 September 2026 - 00:29 WIB

Carlospin verandert stille kracht in daadkracht

Berita Terbaru

REGIONAL

Babinsa Komsos Dengan Tokoh Masyarakat Di Wilayah Binaan

Kamis, 10 Sep 2026 - 09:47 WIB

REGIONAL

Content Review 745-317769-1131baa22f95

Kamis, 10 Sep 2026 - 04:48 WIB

REGIONAL

Content Review 431-327534-628bd423c761

Kamis, 10 Sep 2026 - 04:02 WIB