Satpam Diduga , Mengancam Keluarga Pasien yang Cemas, Pihak Puskesmas Belum Dapat Dikonfirmasi

Redaksi

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:41 WIB

50175 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padalarang, 27 Juli 2026 – Keluhan pelayanan yang sangat memprihatinkan muncul dari warga terkait penanganan pasien kritis di Puskesmas Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Keluarga pasien mengaku sangat kecewa karena ayahnya yang dalam kondisi kritis justru mendapat respon buruk, penanganan yang dilambat-lambatkan, hingga diancam oleh petugas keamanan saat sedang cemas luar biasa.

Keluarga pasien yang berinisial A menceritakan kejadian memilukan itu kepada awak media. Saat itu, ia bergegas membawa ayahnya yang mengalami kondisi kesehatan yang sangat kritis untuk mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Jaya Mekar. Namun, alih-alih disambut dengan kepedulian dan segera ditangani, kata A, ia justru mendengar ucapan yang sangat menyakitkan dan tidak pantas keluar dari mulut petugas pelayanan kesehatan.

“Petugasnya malah bilang: ‘Kenapa sudah parah begini baru dibawa ke sini atuh?’ Mendengar itu saya langsung sangat emosi. Bagaimana tidak, bapak saya sedang sekarat butuh pertolongan secepatnya, malah mendapat ucapan seperti itu,” ungkap A dengan nada masih menyiratkan kekecewaan mendalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya ucapan yang menohok, A mengaku penanganan terhadap ayahnya justru dilambat-lambatkan dan ia diminta menunggu tanpa alasan yang jelas. Sangking cemasnya melihat kondisi ayah yang semakin memburuk dan tidak mendapat pertolongan segera, A merasa sangat tegang hingga tidak sengaja memukul dasboard kendaraan atau meja di lokasi tersebut karena tidak bisa menahan kekhawatiran.

Peristiwa itu justru memancing reaksi yang tak terduga dari petugas keamanan di lokasi. Bukannya memahami situasi atau berusaha melerai dan menenangkan keadaan, satpam Puskesmas Jaya Mekar tersebut diduga justru bersikap kasar dan berniat memukul A.

“Saya sangat kecewa sekali. Bapak saya kritis ditelantarkan, saya yang cemas malah diancam mau dipukul oleh satpam. Seharusnya mereka mengerti keadaan keluarga pasien, bukan malah menambah masalah,” tambah A.

Kekecewaan A dan keluarga sangat beralasan, mengingat puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki kewajiban utama untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, manusiawi, dan tidak membedakan siapa pun pasiennya, terlebih bagi mereka yang dalam kondisi darurat medis. Ucapan yang menyalahkan keluarga serta penundaan penanganan pasien kritis jelas bertentangan dengan prinsip etika profesi kesehatan dan standar pelayanan publik.

Hingga berita ini diturunkan, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak manajemen Puskesmas Jaya Mekar untuk mendapatkan penjelasan terkait kejadian tersebut. Namun, petugas yang berjaga di bagian pelayanan menyatakan bahwa seluruh pimpinan sedang mengikuti rapat di luar kantor sehingga belum dapat dimintai keterangan.

Awak media berharap pihak berwenang, baik Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat maupun pengawas internal puskesmas segera menelusuri kejadian ini. Masyarakat juga menuntut adanya jaminan pelayanan yang lebih baik, penegakan disiplin bagi petugas yang melanggar aturan, serta kepastian bahwa setiap pasien yang membutuhkan pertolongan medis akan ditangani dengan sebaik-baiknya tanpa diskriminasi maupun penundaan yang tidak perlu.

Berita ini akan diperbarui apabila telah mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Puskesmas Jaya Mekar maupun instansi terkait lainnya.

Berita Terkait

SWI Gelar Seminar Pajak, Dorong Peningkatan Literasi Hukum dan Perpajakan Wartawan
Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji
Koperasi Merah Putih Tak Sekadar Dibangun, Keberlanjutan Jadi Tantangan Utama
Maulid Nabi di Ponpes Al-Huda Marzuki Al-Jazuli, Momentum Meneladani Akhlak Rasul dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Kejagung Sita Aset Rp8,4 Miliar Milik Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG
Kepala SDN 1 Blangkejeren Raih Penghargaan Terbaik Pengelolaan Manajemen Sekolah se-Kabupaten Gayo Lues
IWO Indonesia Jabar Perkuat Konsolidasi Organisasi, Puluhan Ketua DPD Satukan Langkah Menuju Rakernas II
Silaturahmi dan Penguatan Organisasi, DPP SWI Dorong DPW Jatim Lebih Solid dan Profesional

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 12:47 WIB

Babinsa dan Damkar Patroli Karhutla di wilayah kec terangon Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Senin, 7 September 2026 - 12:44 WIB

Babinsa dan Damkar Patroli Karhutla di wilayah kec terangon Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Senin, 7 September 2026 - 12:41 WIB

Babinsa Laksanakan Puanter di Kantor Desa, Jalin Sinergitas dengan Aparatur Desa Binaan

Senin, 7 September 2026 - 12:33 WIB

Aksi Manunggal TNI dan Warga: Gotong Royong Lanjutkan Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Merah Putih di Desa Pintu Gayo

Minggu, 6 September 2026 - 13:42 WIB

Pelaksanaan pekerjaan jembatan perintis di Desa Lukub Baru

Minggu, 6 September 2026 - 13:40 WIB

Aksi Gotong Royong Babinsa Koramil 09/Putri Betung dan Pasukan BKO Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Merah Putih

Minggu, 6 September 2026 - 13:34 WIB

DANDIM 0113/GAYO LUES TEGAS LARANG PEMBAKARAN LAHAN UNTUK BUKA KEBUN

Minggu, 6 September 2026 - 13:18 WIB

Babinsa 08/Blangpegayon pererat tali silaturahmi Komsos dengan Warga binaan

Berita Terbaru