Satpam Diduga , Mengancam Keluarga Pasien yang Cemas, Pihak Puskesmas Belum Dapat Dikonfirmasi

Redaksi

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:41 WIB

50219 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padalarang, 27 Juli 2026 – Keluhan pelayanan yang sangat memprihatinkan muncul dari warga terkait penanganan pasien kritis di Puskesmas Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Keluarga pasien mengaku sangat kecewa karena ayahnya yang dalam kondisi kritis justru mendapat respon buruk, penanganan yang dilambat-lambatkan, hingga diancam oleh petugas keamanan saat sedang cemas luar biasa.

Keluarga pasien yang berinisial A menceritakan kejadian memilukan itu kepada awak media. Saat itu, ia bergegas membawa ayahnya yang mengalami kondisi kesehatan yang sangat kritis untuk mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Jaya Mekar. Namun, alih-alih disambut dengan kepedulian dan segera ditangani, kata A, ia justru mendengar ucapan yang sangat menyakitkan dan tidak pantas keluar dari mulut petugas pelayanan kesehatan.

“Petugasnya malah bilang: ‘Kenapa sudah parah begini baru dibawa ke sini atuh?’ Mendengar itu saya langsung sangat emosi. Bagaimana tidak, bapak saya sedang sekarat butuh pertolongan secepatnya, malah mendapat ucapan seperti itu,” ungkap A dengan nada masih menyiratkan kekecewaan mendalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya ucapan yang menohok, A mengaku penanganan terhadap ayahnya justru dilambat-lambatkan dan ia diminta menunggu tanpa alasan yang jelas. Sangking cemasnya melihat kondisi ayah yang semakin memburuk dan tidak mendapat pertolongan segera, A merasa sangat tegang hingga tidak sengaja memukul dasboard kendaraan atau meja di lokasi tersebut karena tidak bisa menahan kekhawatiran.

Peristiwa itu justru memancing reaksi yang tak terduga dari petugas keamanan di lokasi. Bukannya memahami situasi atau berusaha melerai dan menenangkan keadaan, satpam Puskesmas Jaya Mekar tersebut diduga justru bersikap kasar dan berniat memukul A.

“Saya sangat kecewa sekali. Bapak saya kritis ditelantarkan, saya yang cemas malah diancam mau dipukul oleh satpam. Seharusnya mereka mengerti keadaan keluarga pasien, bukan malah menambah masalah,” tambah A.

Kekecewaan A dan keluarga sangat beralasan, mengingat puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki kewajiban utama untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, manusiawi, dan tidak membedakan siapa pun pasiennya, terlebih bagi mereka yang dalam kondisi darurat medis. Ucapan yang menyalahkan keluarga serta penundaan penanganan pasien kritis jelas bertentangan dengan prinsip etika profesi kesehatan dan standar pelayanan publik.

Hingga berita ini diturunkan, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak manajemen Puskesmas Jaya Mekar untuk mendapatkan penjelasan terkait kejadian tersebut. Namun, petugas yang berjaga di bagian pelayanan menyatakan bahwa seluruh pimpinan sedang mengikuti rapat di luar kantor sehingga belum dapat dimintai keterangan.

Awak media berharap pihak berwenang, baik Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat maupun pengawas internal puskesmas segera menelusuri kejadian ini. Masyarakat juga menuntut adanya jaminan pelayanan yang lebih baik, penegakan disiplin bagi petugas yang melanggar aturan, serta kepastian bahwa setiap pasien yang membutuhkan pertolongan medis akan ditangani dengan sebaik-baiknya tanpa diskriminasi maupun penundaan yang tidak perlu.

Berita ini akan diperbarui apabila telah mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Puskesmas Jaya Mekar maupun instansi terkait lainnya.

Berita Terkait

900 Hektare Hutan Rakyat Pajagan Terancam Gundul, Ribuan Kubik Kayu Jati-Mahoni Mengalir ke Penggergajian Besar di Situraja
Meski Ada Laporan ke Polda Jabar, Sentul City Terus Garap Lahan Tetangga Prabowo
Maju dengan Nomor Urut 2, Asep Saputra Siap Bawa Semangat Baru untuk Desa Talagasari
Kampung Kota Rikit Gaib di Bawah Kepemimpinan Taher Raih Skor 90,5, Pemkab Gayo Lues Terima Penghargaan KPK
Turnamen Futsal Antarpelajar di Bekasi, Upaya Bangun Generasi Berprestasi dan Cinta Damai
ust Julianto pane. Polisi Inovatif, Mendirikan Pesantren Ruhul ‘Azam
Kasat Narkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri Terima Penghargaan Usai Ungkap Kasus Narkoba dan Musnahkan 26,5 Hektare Ladang Ganja
WARGA RT 11 RW 05 Kel.Pamoyanan Kec. CICENDO PROTES PENCABUTAN SPANDUK DI 4 PAGAR RUMAH PRIBADI 

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Bantu Petani Rontokkan Padi Di Desa Binaan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:27 WIB

​TNI dan Warga Gotong Royong Lanjutkan Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Gayo Lues

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Komsos Dengan Tokoh Masyarakat Di Wilayah Binaan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:21 WIB

PERKUAT PEMBANGUNAN JEMBATAN TONGRA 2, PERSONEL YONIF TP 855/RD BERSAMA BABINSA KORAMIL 01/TERANGUN KODIM 0113/GL GOTONG ROYONG ANGKUT BESI PLIYON

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Respons Cepat Isu Koperasi KMGR, Ketua DPRD Karo Janjikan Penjadwalan RDP Melalui Mekanisme Bamus

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Apresiasi untuk Tim Lingkaber Polres Karo: Bergerak Cepat Amankan Remaja di Jambur Sempakata demi Cegah Tawuran

Berita Terbaru

BANYUASIN

Polres Banyuasin Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Musi 2026

Senin, 26 Okt 2026 - 17:03 WIB