RADAR NEWS.CO.ID // Bandung – Semangat membangun Indonesia yang inklusif kembali diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL), serta Ina Cookies menggelar program “Disabilitas Berdaya: Pelatihan Tataboga Bidang Pembuatan Kue Kering/Cooking Class Disabilitas Jawa Barat” di Bandung.
Program ini tidak hanya memberikan pelatihan membuat kue kering, tetapi juga membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk menjadi pelaku usaha yang mandiri. Puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat mengikuti pelatihan dengan penuh semangat, membawa harapan baru untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemenaker RI, Prof. Dr. Sugeng Heri Suseno, menegaskan bahwa pembangunan ketenagakerjaan harus memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat tanpa diskriminasi. Menurutnya, pemberdayaan melalui kewirausahaan merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Ketua APDL Sri Agustini Joekanan mengajak penyandang disabilitas untuk terus berpikir progresif, memanfaatkan teknologi, serta membangun usaha dengan menjunjung tinggi integritas dan kejujuran. Kisah sukses APDL yang kini mampu mempekerjakan puluhan penyandang disabilitas menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya.
Kolaborasi pemerintah, lembaga sosial, organisasi masyarakat, dan dunia usaha seperti Ina Cookies menjadi contoh nyata bagaimana sinergi mampu menghadirkan ruang yang lebih inklusif. Diharapkan program serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk hidup mandiri dan produktif . RED *RIO*






































