Tower Dipaksa Berdiri di Tengah Permukiman, Warga Batununggal Murka: Surat Penghentian Diduga Diabaikan

Redaksi

- Redaksi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:18 WIB

5097 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, radarnews.co.id <> Penolakan warga terhadap relokasi pembangunan menara telekomunikasi di Jalan Cileutik RT 04 RW 04, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, kian memanas. Warga yang rumahnya berdempetan langsung dengan lokasi proyek menilai pembangunan tersebut mengabaikan keselamatan lingkungan dan hak masyarakat terdampak.

 

Proyek berada di kawasan permukiman padat dengan jarak sangat dekat dari rumah warga. Aktivitas penggalian dan konstruksi memicu kekhawatiran terhadap potensi kerusakan pondasi rumah serta risiko keselamatan apabila terjadi insiden pada menara di kemudian hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persoalan menjadi sorotan setelah Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Kota Bandung menerbitkan surat Nomor P/HK.09.01/4363-DICIPTABINTAR/VIII/2026 tertanggal 4 Agustus 2026 tentang Himbauan Penghentian Kegiatan kepada pimpinan PT Solu Sindo Kreasi Pratama. Surat itu diterbitkan menyusul hasil kunjungan Wakil Wali Kota Bandung dan adanya pengaduan warga terdampak.

 

Namun, warga menduga aktivitas proyek masih berjalan meski surat penghentian sementara telah dikeluarkan. “Kalau sudah ada perintah berhenti, seharusnya pekerjaan dihentikan total. Jangan sampai aturan hanya menjadi kertas tanpa wibawa,” ujar salah seorang warga.

Warga juga mengaku tidak dilibatkan dalam musyawarah perizinan. Mereka mempertanyakan keabsahan dukungan warga yang disebut berasal dari lokasi yang tidak berdempetan langsung dengan titik pembangunan menara.

 

Kini sorotan tertuju pada ketegasan Pemerintah Kota Bandung. Warga mendesak Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang segera turun kembali ke lokasi dan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap surat penghentian sementara maupun aturan pembangunan di kawasan permukiman padat.

 

Hingga berita ini diterbitkan, PT Solu Sindo Kreasi Pratama belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan bahwa aktivitas proyek tetap berlangsung setelah surat penghentian sementara diterbitkan.

# Tim Investigasi SWI JBR #

 

Berita Terkait

Grand Opening PAST Bandung Jadi Ruang Belajar Pajak yang Humanis bagi UMKM dan Profesional
Dari Meja Kopi ke Aksi Nyata: SWI Jabar Dorong Sinergi Ekonomi dan Publikasi yang Saling Menguatkan
Konferensi Pers dan Pernyataan Sikap DPP XTC Indonesia Tegaskan Legalitas Tunggal Organisasi
SMK Bani Abdul Malik Bangun Jiwa Patriotisme dan Tanggung Jawab Melalui Upacara Bendera Rutin
Demi Ekonomi dan Mobilitas Warga, Pembukaan Interchange Cikalong Wetan Mendesak Direalisasikan
Semangat Kebersamaan Menggema di Padalarang, Warga Cimerang Gotong Royong Demi Kesejahteraan Bersama
Satpam Diduga , Mengancam Keluarga Pasien yang Cemas, Pihak Puskesmas Belum Dapat Dikonfirmasi
Suporter Lintas Gunung Putri, Bantargebang Pondok Gede dan Mekarsari Bersatu Jaga Kamtibmas

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Tower Dipaksa Berdiri di Tengah Permukiman, Warga Batununggal Murka: Surat Penghentian Diduga Diabaikan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Dari Meja Kopi ke Aksi Nyata: SWI Jabar Dorong Sinergi Ekonomi dan Publikasi yang Saling Menguatkan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Konferensi Pers dan Pernyataan Sikap DPP XTC Indonesia Tegaskan Legalitas Tunggal Organisasi

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:04 WIB

SMK Bani Abdul Malik Bangun Jiwa Patriotisme dan Tanggung Jawab Melalui Upacara Bendera Rutin

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Demi Ekonomi dan Mobilitas Warga, Pembukaan Interchange Cikalong Wetan Mendesak Direalisasikan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Semangat Kebersamaan Menggema di Padalarang, Warga Cimerang Gotong Royong Demi Kesejahteraan Bersama

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Dari Kompetensi ke Pendidikan Tinggi, SWI dan UMJ Buka Jalan Baru bagi Wartawan

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:41 WIB

Satpam Diduga , Mengancam Keluarga Pasien yang Cemas, Pihak Puskesmas Belum Dapat Dikonfirmasi

Berita Terbaru