Maulid Nabi di Ponpes Al-Huda Marzuki Al-Jazuli, Momentum Meneladani Akhlak Rasul dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah
RADAR NEWS Bandung Barat – Suasana religius, khidmat, dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Pengajian Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Huda Marzuki Al-Jazuli, Kampung Tegallaja RT 04 RW 06, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (05/09/2026).

Kegiatan yang dipimpin oleh keluarga besar pesantren di bawah bimbingan KH. Ahmad Kosasih dan KH. Adip Rohidin tersebut dihadiri ratusan jamaah dari berbagai daerah yang datang untuk bersama-sama mengenangl
kelahiran Rasulullah SAW sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.
Acara berlangsung dengan tertib dan penuh makna. Ustad Budi Wahyudi tampil sebagai pembawa acara yang memandu seluruh rangkaian kegiatan dengan khidmat.
Suasana semakin syahdu saat KH. Ahmad Nawawi membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang mengingatkan jamaah akan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Selanjutnya, doa bersama dipimpin oleh KH. Adip Rohidin, memohon keberkahan, keselamatan bangsa, kemajuan umat Islam, serta keberlangsungan syiar dakwah yang terus berkembang melalui lembaga pendidikan pesantren.
Dalam sambutannya, KH. Arief Kusnadi, S.Pd.I mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana introspeksi diri dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga momentum untuk meneladani akhlak, perjuangan, dan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap KH. Arief Kusnadi.
Rangkaian tausiyah kemudian diawali oleh KH. Ucun Rustandi yang menekankan pentingnya menjaga persatuan umat serta memperkuat pendidikan agama di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, tausiyah kedua disampaikan oleh KH. Musthofa Hilmi, S.Sos, yang mengingatkan jamaah tentang pentingnya membangun karakter generasi muda yang berakhlakul karimah di tengah derasnya arus perkembangan zaman.
Puncak acara diisi dengan tausiyah utama oleh KH. Kusnadi, menantu dari KH. Ahmad Kosasih, yang mengajak seluruh jamaah untuk semakin mencintai Rasulullah SAW melalui pengamalan sunnah dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam.
Menurutnya, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui lisan dan perayaan seremonial, melainkan harus tercermin dalam sikap jujur, amanah, santun, serta kepedulian terhadap sesama.
“Rasulullah SAW adalah teladan terbaik bagi umat manusia. Siapa yang mencintai beliau, maka hendaknya meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur KH. Kusnadi di hadapan jamaah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Huda Marzuki Al-Jazuli ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai wadah pembinaan moral, penguatan ukhuwah, dan pengembangan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin di tengah masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama dan shalawat yang menggema, menghadirkan suasana haru sekaligus semangat bagi seluruh jamaah untuk terus meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. ( Red Eddy S )







































