JAKARTA – Gerakan Pemuda Alwashliyah (GP Alwashliyah) resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Jakarta. Diikuti oleh sekitar 300 peserta dari seluruh Indonesia, forum ini menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus momentum penyusunan rekomendasi strategis demi mendukung pembangunan nasional.
Peserta Rakernas terdiri dari berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, pemuda, pengurus wilayah, hingga pengurus daerah GP Alwashliyah. Acara pembukaan ini juga turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional serta perwakilan organisasi mitra.
Di antaranya adalah Ketua Umum PB Alwashliyah Dr. H. Masyhuril Khamis, SH, MM, Ketua Umum PP GP Al-Washliyah H.Aminullah Siagian, serta Kombes Pol. Ali Ahmad Mutiara yang hadir mewakili Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Selain itu, tampak hadir jajaran Badan Bantuan Hukum Pemuda Alwashliyah, Koperasi GP Alwashliyah, hingga jajaran Pasukan Brigade Hawari.
Ketua Panitia Rakernas, Riduan Dalimunthe, SHI, MH, menjelaskan bahwa cetak biru kegiatan ini sebenarnya telah dirancang sejak tiga bulan lalu. Kendati demikian, seluruh eksekusi teknis di lapangan dipacu secara intensif dalam waktu enam hari saja.
“Secara konsep sudah kami siapkan sejak tiga bulan lalu, sedangkan eksekusi teknis diselesaikan dalam enam hari. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga Rakernas ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Riduan dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi GP Alwashliyah, Rakernas bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum ini menjadi wadah krusial untuk merumuskan gagasan konkret dan kontribusi nyata kaum muda bagi kemajuan Indonesia.
Riduan mengungkapkan bahwa poin-poin hasil pembahasan komisi akan dituangkan ke dalam naskah rekomendasi resmi organisasi. Dokumen strategis tersebut nantinya akan diserahkan langsung kepada pemerintah pusat.
Tiga hari setelah Rakernas selesai, kami akan menyerahkan rekomendasi strategis hasil forum ini kepada Bapak Presiden Republik Indonesia serta kementerian dan instansi terkait,” tegasnya.
Selain menggelar sidang-sidang komisi, rangkaian Rakernas ini juga menjadwalkan sesi pembekalan khusus bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Menko Pangan akan memaparkan materi seputar ketahanan pangan nasional sekaligus mengulas peran strategis yang bisa diambil oleh pemuda dalam mendukung program ketahanan tersebut.
Menutup laporannya, Riduan menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan teknis selama acara berlangsung, baik dari segi akomodasi, transportasi, maupun konsumsi. Ia pun membakar semangat para kader untuk menjadikan momen ini sebagai tonggak pengabdian yang lebih besar.
“Bersiaplah wahai pemuda, kewajiban telah menunggu kita,” pungkas Riduan. (*)






































