Ketika Pemburu Narkoba Berubah Jadi Bagian Lingkaran Haram Tersebut.

RADAR NEWS

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 07:43 WIB

50320 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADAR NEWS |   Rakyat kembali dipaksa menelan ironi yang pahit. Di saat masyarakat diminta percaya pada perang melawan narkotika, justru oknum yang berdiri di barisan pemberantas malah diduga ikut tenggelam di dalam lumpur yang sama.  Yohanes Bonar Adiguna Hutapea, seorang Kasat Resnarkoba yang seharusnya memburu pelaku narkotika, kini malah duduk di balik jeruji tahanan Polda Kaltim. Sebuah tamparan keras yang bukan hanya mencoreng institusi, tetapi juga melukai rasa percaya masyarakat yang selama ini diminta tunduk pada slogan “perang terhadap narkoba”.

Pengakuan bahwa barang haram itu hanya untuk dipakai sendiri terdengar seperti kalimat lama yang terlalu sering diputar ketika seorang aparat tersandung kasus. Publik tentu berhak bertanya, apakah mungkin seorang pejabat di satuan narkoba hanya sekadar “pemakai biasa” tanpa mengetahui lebih jauh jaringan yang selama ini ia hadapi setiap hari?

Jika benar aparat penegak hukum saja bisa terseret, lalu kepada siapa lagi rakyat harus menggantungkan harapan? Jangan salahkan masyarakat bila mulai muncul anggapan bahwa perang narkoba selama ini hanya keras di spanduk, tajam ke rakyat kecil, namun sering melempem ketika bau busuk mulai keluar dari dalam institusi sendiri.  Publik tidak butuh sekadar konferensi pers dan narasi penenang. Yang ditunggu masyarakat adalah keberanian membersihkan internal tanpa sandiwara, tanpa perlindungan, tanpa “main mata” sesama aparat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab rakyat sudah terlalu sering melihat kasus besar berubah kecil ketika pelakunya memakai seragam dan pangkat. Jangan sampai hukum kembali terlihat galak kepada masyarakat biasa, tetapi mendadak rabun saat berhadapan dengan oknum di lingkaran sendiri.

Jika institusi ingin kembali dipercaya, maka bersihkan sampai ke akar. Karena narkoba bukan hanya menghancurkan generasi muda, tetapi juga bisa menghancurkan wibawa hukum ketika penjaganya sendiri diduga ikut bermain di dalam gelap.

LAPORAN TIM RADARNEWS.

FERNANDO. H

Berita Terkait

5 Bulan Operasi, Polda Riau Sikat 525 Pelaku C3 dan Sita 189 Motor Curian
Bintang Lapangan Hijau Riko Simanjuntak Acungkan Jempol untuk IPDA Bolon Situngkir: “Sukses Selalu, Gomos Martamiang Horas!”
Polsek Dolok Batu Nanggar Gulung Residivis Narkoba, Tersangka Nekat Kabur Lompat Tembok Sebelum Dibekuk Petugas di Ladang Ubi
Prestasi atau Sekadar Seremoni? Menguji Nyali RW di Balik Kasus Asusila yang Membeku di Polda Metro Jaya
Mandeknya Keadilan di Meja Laporan” Perwira Propam Benny F. Surbakti Bongkar Bobroknya Layanan Pengaduan Polri
KEADILAN DI AMBANG BATAS
Kejaksaan Negeri Karo Diguncang: Pejabat Diamankan, Kasus AMSAL Sitepu Diduga Simpan Skandal Besar Penegakan Hukum
Ungkap Peredaran Narkotika, Polisi Amankan 17,8 Kg Ganja di Aceh Tenggara

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:14 WIB

Babinsa Bersama Warga, Gotong royong dalam Pembuatan awal pondasi Jembatan Gantung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:49 WIB

TNI dan Masyarakat Bersinergi Bangun Kembali Jembatan Gantung Dusun Tebangun Desa Pintu Gayo yang Putus Akibat Banjir

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:26 WIB

Melalui Komsos, Babinsa Berikan Motivasi Kepada Petani Cabe Merah di Desa Binaan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:21 WIB

Babinsa melaksanakan pendampingan petani cabe merah

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:11 WIB

Babinsa Koramil 05/Pining Bersama Masyarakat Laksanakan Gotong Royong

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:30 WIB

Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto, Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Praktik Korupsi

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:24 WIB

Kalapas Padangsidimpuan Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Temuan Ganja Hasil Razia Gabungan Bersama APH dan Telah Disampaikan Secara Terbuka

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:56 WIB

Babinsa melaksanakan pendampingan petani Kopi

Berita Terbaru