JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Alwashliyah, H. Aminullah Siagian, meminta seluruh pihak untuk tidak memelintir pernyataan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam sidang paripurna baru-baru ini.
Pernyataan Dasco yang meminta peserta sidang tidak meneriakkan “Hidup Jokowi” menuai beragam respons di ruang publik dan media sosial. Aminullah menegaskan bahwa ucapan tersebut murni sebatas candaan spontan untuk menjaga etika forum resmi, sehingga tidak perlu ditarik ke ranah konflik politik yang tidak produktif.
Aminullah menilai reaksi sebagian netizen dan pengamat politik terlalu berlebihan dalam menafsirkan momen tersebut. Menurutnya, dinamika di dalam ruang sidang sering kali mencakup interaksi cair antara pimpinan dan anggota sidang agar suasana tidak terlalu kaku.
“Jangan semua hal ditarik ke ranah politik praktis atau diadu domba. Apa yang disampaikan Pak Sufmi Dasco itu murni untuk menjaga wibawa dan etika forum resmi negara. Itu adalah bentuk tata tertib persidangan yang dikemas dengan santai,” ujar Aminullah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Pemuda Alwashliyah mengajak masyarakat dan media massa untuk lebih bijak dalam mencerna potongan video atau informasi yang beredar di media sosial. Membaca konteks secara utuh sangat penting agar tidak memicu kegaduhan yang tidak perlu.Berhentilah menggoreng isu receh yang tidak berdampak pada kesejahteraan rakyat.Ruang publik harus diisi dengan narasi persatuan, bukan perpecahan.
Publik perlu diedukasi tentang tata cara dan protokol resmi dalam persidangan negara.Aminullah berharap seluruh elemen bangsa menyudahi polemik ini dan kembali fokus mengawal program-program pembangunan nasional yang sedang berjalan. (*)






































