Prof Sutan Nasomal : Amerika Panik Sampai Datang Ke China Karena Iran Menang Perang

RADAR NEWS

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:54 WIB

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Negara Adidaya Panik mencari suaka jalinan bisnis ke negara solmetnya yaitu melalui sisen dalam situasi seperti beginilah debut
Kondisi kedatangan Presiden Amerika ke China bisa di maklumi karena kisah Amerika kalah perang bukan rahasia lagi. Kemarahan Negara Amerika di sampaikan Presiden Amerika merayu china agar membuka catatan baru berdagang serta saling menurunkan pajak atau membuka kemudahan kedua Negara tersebut bisa memulai dagang.

Tidak heran Amerika harus datang ke China agar bisa merayu sahabatnya IRAN untuk lebih lunak dan membuka selat HORMUS sehingga kembali aman di lintasi oleh kapal negara manapun.

Selama ini sekian dekade didunia Amerika Serikat terkenal dengan sebutan negara Adidaya namun akibat iran Menang perang tahun 2026 tahun ini mengabaikan predikat Negara adidaya disandang Presiden Amerika Serikat merasa sangat butuh perlu banget menggandeng negara China untuk terjalinnya hubungan bilateral dengan perdagangan yang saling menguntungkan kedua negara dengan berbagai kemudahan dimasing negara sangat lucu memang tapi itulah fatamorgana kehidupan didunia ini yah toh”, ujar Profesor Doktor Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia di kantornya di bilangan Cijantung Jakarta 22/5/2026 via telpon selulernya menjawab pertanyaan para pemimpin Redaksi Media cetak onlen dalam luar negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehebatan militer AMERIKA hanya kisah dongeng bagi IRAN karena sudah berjalan beberapa bulan AMERIKA bersama ISRAEL gagal melumpuhkan kekuatan militer IRAN.

*Kemudian Kedepannya Menuju Akhir Tahun 2026 Apa Yang Akan Terjadi !!!*

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH melihat bisik bisik halus antara IRAN CHINA RUSIA dan KOREA agar melumpuhkan kekuatan militer Amerika Israel sampai tak mampu lagi perang. Tetapi tak bisa di pungkiri agar perang ini bisa disingkatkan dengan memulai perang NUKLIR baik sekala menengah atau sekala besar agar Amerika Israel menjerit dalam kehancuran dalam kekalahan.

Korban perang yang terlibat telah mencapai ribuan di pihak IRAN LEBANON dan YAMAN begitu juga di pihak Amerika dan Israel.
Belanja biaya perang sampai mei 2026 diperkirakan telah menghabiskan biaya Trilyunan dengan kerugian kehancuran Ribuan Trilyun.

Negara Negara Tim-Teng telah salah membaca kemampuan IRAN mengatur kekuatan militernya tetap tangguh melawan Amerika dan Israel sehingga menjadi ancaman besar serta ketakutan banyak para orang kaya presiden dan raja raja di Tim-Teng.

Keputusan akhir untuk menguasai SDA minyak gas dll di Tim-Teng kemungkinan besar Amerika harus mengalahkan China dalam perang baru di lautan pacifik dan Rusia perang melawan Ukrarina serta eropa. Prof Sutan Nasomal memperkirakan ini adalah keputusan terburuk yang di ambil Amerika serta Israel.

Situasi konflik bersekala besar bisa tercipta di banyak negara Asia akibat dampak ekonomi yang sakit parah.
Banyak Negara yang tidak mampu mempertahankan Negaranya karena mahalnya harga minyak dan energi. Kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat menjadi api revolusi yang tidak sengaja di picu oleh tidak pekanya para Presiden di negara ke dua atau ke tiga.

Prof Sutan Nasomal menyampaikan kepada media : Prahara terjadi dimana mana secara cepat, dalam beberapa waktu menjawab akan kemana arah terciptanya kedamaian baru, negara negara dengan sistem atau aturan baru serta dibuangnya sistem dan aturan lama. Kejayaan ilmu dan pemahaman di masalalu kembali digunakan untuk membentuk keseimbangan kehidupan sosial hukum politik atau mendirikan jalur yang lebih kuat di semua pemegang kendali.

Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Call Center 087719021960.

Berita Terkait

IWO-I KBB dan Kesbangpol Perkuat Sinergi, Tegaskan Pers Pilar Keempat Demokrasi dan Sosial Kontrol
Akhir Tahun Lebih Berkesan, bank bjb Ajak Nasabah Menyaksikan Rahvayana: Kala Cinta Dijabar
Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, bank bjb Pastikan Operasional Bank Tetap Berjalan Maksimal
bank bjb Dukung Penguatan Layanan Keuangan Kemenko Kumham Imipas melalui Kerja Sama
Program Promosi Akhir Tahun, bank bjb Hadirkan bjb Boom SurePrize untuk Nasabah
Tidak Hanya Indonesia, Suara Wilson Mewakili Masyarakat Dunia*
Diundang Kedubes Rusia, Wilson Lalengke Akan Mengikuti Seminar Internasional terkait Konflik Rusia-Ukraina*
Wilson Lalengke Tiba di New York Menjelang Pidato di PBB*

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:25 WIB

Polsek Muara Padang Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Kuartal II, Dukung Swasembada Pangan di Banyuasin

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:22 WIB

Sukseskan Blue Light Patrol, Sat Lantas Polres Banyuasin Pastikan Arus Lalin Ramai Lancar Tanpa Kendaraan Kredit

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:28 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Tungkal Ilir Bergerak Aktif Dukung Swasembada Pangan Nasional di Desa Sidomulyo

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:51 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin III Gerakkan Masyarakat Desa Langkan Dukung Program Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:09 WIB

Polres Banyuasin Gelar Pelatihan Fungsi Teknis SDM, Tingkatkan Kompetensi Konseling dan Penguasaan Aplikasi SIPK Online

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:07 WIB

Patroli Jalan Kaki Sat Samapta Polres Banyuasin Berlangsung Aman dan Kondusif, Antisipasi Gangguan 3C

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:03 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Tungkal Ilir Gerakkan Masyarakat Dukung Program Swasembada Pangan Nasional

Senin, 18 Mei 2026 - 18:38 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Muara Telang Gerakkan Masyarakat Dukung Swasembada Pangan Nasional

Berita Terbaru