Bupati Takalar Ikuti Rakor KPK, Tegaskan Komitmen Wujudkan Tata Kelola Pertanahan Transparan dan Berkelanjutan

Redaksi laikang jaya grup

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 13:19 WIB

50202 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKALAR – Radarnews.co.id | Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang bersih, transparan, dan berkelanjutan. kamis 30/4/2024

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi pada Pelayanan Publik Bidang Pertanahan yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (29/4/2026), di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar.

Rakor yang mengusung tema “Integrasi Pertanahan, Akselerasi Perekonomian, Wujudkan Tata Kelola Bersih Berkelanjutan” ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Sulawesi Selatan, dan jajaran KPK, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum strategis tersebut, Bupati Takalar hadir didampingi Sekretaris Daerah Muhammad Hasbi dan Kepala Inspektorat Muhammad Rusli.
Bupati Firdaus menegaskan bahwa sektor pertanahan merupakan salah satu bidang strategis yang sangat rentan terhadap praktik penyimpangan, sehingga membutuhkan pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Kami berkomitmen menerapkan tata kelola terbaik, mulai dari penataan dan optimalisasi aset daerah hingga memastikan masyarakat memperoleh kepastian hukum atas tanah yang dimiliki,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembenahan sektor pertanahan tidak hanya berdampak pada pencegahan korupsi, tetapi juga berkontribusi besar terhadap peningkatan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, legalitas dan penataan aset daerah yang tertib menjadi fondasi penting dalam mendorong investasi serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penataan aset daerah yang transparan dan akuntabel merupakan langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, KPK, dan ATR/BPN dalam mempercepat reformasi tata kelola pertanahan.

Ia menyebut, integrasi data, percepatan layanan, serta pengawasan yang ketat akan mampu menutup celah praktik korupsi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Rakor ini juga menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas sektor melalui sejumlah program strategis, termasuk:
Integrasi data pertanahan dan perpajakan
Percepatan sertifikasi tanah

Penguatan tata ruang berbasis digital
Optimalisasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA)
Sensus pertanahan berbasis geospasial

Program-program tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pertanahan yang modern, transparan, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya menekankan bahwa kehadiran KPK tidak hanya sebagai penindak, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah.

Ia juga mendorong percepatan sertifikasi tanah sebagai upaya memberikan kepastian hukum sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Sementara itu, pihak KPK menegaskan bahwa sektor pertanahan masih menjadi salah satu titik rawan korupsi, sehingga diperlukan penguatan sistem, transparansi, serta integrasi layanan untuk meminimalisir potensi penyimpangan.

Komitmen Pemkab Takalar
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Takalar menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan seluruh program hasil rakor, termasuk pembenahan administrasi aset, legalisasi tanah, serta optimalisasi pemanfaatan aset daerah.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya nyata Pemkab Takalar dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik.

Bupati Firdaus berharap, melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, berbagai persoalan pertanahan dapat diselesaikan secara komprehensif, sekaligus menjadikan sektor ini sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah.

( Darwis Tompo )

Berita Terkait

Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah
PEDULI SESAMA, BABINSA DAN PERANGKAT DESA TERANGON GALANG OPEN DONASI UNTUK KORBAN KEBAKARAN DI KAMPUNG TELEGE JERNIH
Babinsa melaksanakan pendampingan petani Padi
Tahap finishing jembatan gantung Perintis di Desa Lukub Baru Kec. Rikit Gaib
Pasca Longsor, Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Kawal Alat Berat Bersihkan Material longsoran
Warga Kampung Pepelah Hadiri Wasbang dan Bela Negara di Posko TMMD
TNI DAN WARGA LANJUTKAN PEMBANGUNAN JEMBATAN GARUDA MERAH PUTIH DI DESA SINGAH MULE, KABUPATEN GAYO LUES

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:47 WIB

Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Selasa, 3 November 2026 - 11:43 WIB

PEDULI SESAMA, BABINSA DAN PERANGKAT DESA TERANGON GALANG OPEN DONASI UNTUK KORBAN KEBAKARAN DI KAMPUNG TELEGE JERNIH

Selasa, 3 November 2026 - 11:40 WIB

Selasa, 3 November 2026 - 10:15 WIB

Tahap finishing jembatan gantung Perintis di Desa Lukub Baru Kec. Rikit Gaib

Senin, 2 November 2026 - 10:40 WIB

Pasca Longsor, Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Kawal Alat Berat Bersihkan Material longsoran

Senin, 2 November 2026 - 10:07 WIB

Warga Kampung Pepelah Hadiri Wasbang dan Bela Negara di Posko TMMD

Senin, 2 November 2026 - 08:23 WIB

TNI DAN WARGA LANJUTKAN PEMBANGUNAN JEMBATAN GARUDA MERAH PUTIH DI DESA SINGAH MULE, KABUPATEN GAYO LUES

Minggu, 1 November 2026 - 15:24 WIB

Babinsa Komsos Dengan Masyarakat Di Wilayah Desa Binaan

Berita Terbaru

REGIONAL

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:40 WIB