Blangkejeren, Gayo Lues — Musyawarah Besar (Mubes) pemilihan anggota Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Gayo Lues periode 2026-2031 digelar pada 21 Juli 2026 di Aula Keistimewaan Majelis Gayo Lues. Sebanyak 52 peserta mengikuti forum musyawarah tersebut, sementara 35 calon anggota MPD saling bersaing memperebutkan 13 kursi kepengurusan yang tersedia.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran lembaga pendidikan daerah sebagai mitra strategis pemerintah kabupaten dalam merumuskan arah pembangunan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkarakter keistimewaan Aceh. MPD Gayo Lues merupakan badan normatif berbasis masyarakat yang bersifat independen. Lembaga ini dibentuk untuk menentukan kebijakan di bidang pendidikan sesuai amanat Undang-Undang Pemerintahan Aceh dan qanun terkait. Perannya mencakup sebagai pemikir yang menuangkan ide dan konsep perencanaan sistem pendidikan Islami, pemberi pertimbangan berupa masukan serta rekomendasi kepada pemerintah kabupaten dan DPRK, pendukung pelaksanaan pendidikan secara moral maupun finansial, evaluator sekaligus pengawas kebijakan, serta mediator dalam menyelesaikan permasalahan pendidikan. Dengan masa jabatan lima tahun, pengurus MPD terdiri atas pimpinan dan anggota sebanyak-banyaknya 13 orang. Sekretaris Sekretariat MPD Gayo Lues, Syamsul Bahri, S.Pd., M.AP., menjelaskan bahwa persiapan mubes dilakukan secara bertahap dan matang agar berlangsung tertib, lancar, serta sesuai ketentuan. Panitia menaruh perhatian khusus pada kesiapan tempat, administrasi peserta, tata tertib persidangan, kelengkapan dokumen, dan pengaturan jalannya forum. “Mubes bukan sekadar agenda pemilihan anggota, melainkan momentum memperkuat komitmen bersama memajukan pendidikan daerah. MPD punya peran penting memberi pertimbangan, saran, dan dukungan terhadap kebijakan pendidikan, terutama mutu layanan, pemerataan akses, pembinaan satuan pendidikan, dan penguatan nilai-nilai keistimewaan Aceh,” ujarnya. Lokasi Aula Keistimewaan dipilih karena kapasitasnya yang memadai dan akses yang mudah bagi peserta dari berbagai penjuru kabupaten. Rangkaian acara mencakup pembukaan, pembahasan tata tertib, penyampaian pandangan umum, proses pemilihan secara terbuka dan demokratis, hingga penetapan hasil. Mekanisme dirancang memenuhi prinsip keterwakilan, transparansi, dan akuntabilitas. Dari 52 peserta yang hadir, 35 di antaranya merupakan calon yang telah melalui proses penjaringan. Mereka akan dipilih berdasarkan perolehan suara terbanyak hingga memenuhi kuota 13 orang. Jika jumlah pendaftar kurang, kekurangan dapat dipenuhi dari peserta mubes yang hadir sesuai ketentuan yang berlaku. Keberadaan MPD dinilai krusial di tengah tantangan pendidikan di Gayo Lues, sebuah kabupaten di Provinsi Aceh yang memiliki karakteristik geografis pegunungan dan kekayaan budaya Gayo. Tantangan tersebut meliputi peningkatan kualitas tenaga pendidik, penguatan tata kelola sekolah dan dayah, penyesuaian pembelajaran dengan kebutuhan zaman, pemerataan akses pendidikan hingga pelosok, serta integrasi nilai-nilai keislaman dan keistimewaan Aceh ke dalam kurikulum. MPD diharapkan mampu menampung aspirasi masyarakat, melakukan evaluasi kebijakan, mengawasi mutu pendidikan yang mengacu standar nasional sekaligus karakteristik lokal, serta mendorong berfungsinya komite sekolah di setiap jenjang. Forum mubes juga menjadi wadah konsolidasi pemikiran dari berbagai unsur yang peduli pendidikan. Melalui anggota terpilih, MPD Gayo Lues diharapkan lebih aktif memberikan rekomendasi konstruktif berbasis kebutuhan lapangan. Panitia terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait undangan, daftar peserta, perlengkapan sidang, dokumentasi, konsumsi, serta pengamanan. Tujuannya memastikan seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian agenda secara maksimal. Proses pemilihan yang demokratis diharapkan menghasilkan anggota MPD yang berkapasitas, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan di Gayo Lues. Hasil mubes nantinya akan ditetapkan dan pengurus baru dilantik sesuai mekanisme yang berlaku, membuka babak baru pengawalan kebijakan pendidikan daerah untuk lima tahun ke depan. Dengan 13 kursi yang diperebutkan oleh 35 calon di hadapan 52 peserta, mubes ini mencerminkan antusiasme dan harapan masyarakat terhadap lembaga yang mampu menjadi jembatan aspirasi sekaligus pengawal mutu pendidikan. Keberhasilan forum ini tidak hanya ditentukan oleh kelancaran teknis, tetapi juga oleh semangat kebersamaan dan orientasi pada kepentingan peserta didik serta masa depan daerah. MPD yang solid dan visioner diyakini dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan pendidikan Gayo Lues yang unggul, berkeadilan, dan berkarakter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT





































