Bupati Kabupaten Gayo Lues menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Sekolah Dasar Swasta (SDS) Terpadu sebagai sekolah yang dapat di contoh tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga di tingkat Provinsi Aceh. Pernyataan itu disampaikan dalam kesempatan kunjungan dan pertemuan dengan pihak sekolah serta wali murid di lingkungan SDS Terpadu. Menurut Bupati, sekolah ini bisa di contoh berdasarkan pada pencapaian sekolah dalam mengelola pendidikan secara terpadu, disiplin, dan berorientasi pada pengembangan karakter siswa di samping prestasi akademik.

Dalam paparannya, Bupati menjelaskan bahwa Yayasan Pelita Cendikia An-najah jenjang SDS Terpadu yang dikepalai oleh Samsul Bahri, S.Pd.I telah menunjukkan kemampuan membangun sistem pendidikan yang utuh. Sekolah ini dinilai berhasil memadukan aspek akademik, pembiasaan nilai-nilai luhur, dan keterlibatan aktif orang tua. Statusnya perlu dicontoh dan diharapkan menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lain di Gayo Lues maupun di wilayah Aceh secara lebih luas. Dengan demikian, praktik baik yang telah berjalan dapat direplikasi, mulai dari tata kelola pembelajaran, penanaman disiplin, hingga pola komunikasi antara sekolah dan keluarga. Bupati menekankan bahwa pendidikan berkualitas tidak semata-mata ditentukan oleh fasilitas fisik, melainkan oleh sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan dan masyarakat, khususnya wali murid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Bupati mengapresiasi sikap wali murid yang mendukung segala aturan yang diterapkan di sekolah. Ia mendorong agar dukungan tersebut tidak berhenti di lingkungan sekolah saja, melainkan dilanjutkan dan diimplementasikan di luar sekolah, terutama di rumah. Aturan mengenai kedisiplinan, jam belajar, etika bergaul, hingga pola hidup sehat perlu dijaga konsistensinya. “Ketika wali murid mendukung aturan sekolah dan menerapkannya di rumah, maka pembentukan karakter anak menjadi lebih utuh dan berkelanjutan,” ujar Bupati dalam pertemuan tersebut. Ia menambahkan bahwa orang tua adalah mitra utama dalam proses pendidikan, bukan sekadar pihak yang menitipkan anak di pagi hari dan menjemput di sore hari.
Selain aspek pendidikan dan partisipasi orang tua, Bupati juga menyoroti persoalan akses menuju SDS Terpadu yang selama ini menimbulkan kemacetan, terutama pada jam kedatangan dan kepulangan siswa. Ia berjanji akan mempermudah akses jalan menuju sekolah tersebut hingga tembus ke Gunyak sehingga membentuk satu jalur yang lebih lancar. Perbaikan dan penataan jalur ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan sekolah pada jam-jam sibuk. Bupati menjelaskan bahwa kemacetan tidak hanya mengganggu kenyamanan orang tua dan siswa, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan mengkaji secara teknis opsi pembukaan atau peningkatan jalur alternatif yang menghubungkan kawasan sekolah
Rencana penataan akses tersebut, menurut Bupati, merupakan bagian dari dukungan konkret pemerintah daerah terhadap sekolah ini. Ia berharap dengan akses yang lebih baik, aktivitas belajar-mengajar dapat berlangsung lebih tenang, orang tua merasa lebih nyaman, dan citra SDS Terpadu sebagai sekolah unggulan semakin kuat. Bupati juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan tidak berdiri sendiri, melainkan harus diiringi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia dan budaya sekolah yang positif.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Gayo Lues, untuk terus mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan, asalkan didukung oleh komitmen bersama. Pemerintah daerah, kata dia, siap memfasilitasi berbagai kebutuhan yang wajar, baik dari sisi regulasi, pendampingan, maupun infrastruktur, sepanjang sejalan dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa di tingkat lokal.
SDS Terpadu sebagai sekolah yang perlu di contoh di tingkat kabupaten dan provinsi, serta adanya janji perbaikan akses menuju kawasan Gunyak, diharapkan kualitas layanan pendidikan di Gayo Lues semakin meningkat. Sinergi yang sudah terjalin antara sekolah dan wali murid perlu terus dipelihara serta diperkuat agar setiap siswa mendapatkan lingkungan belajar yang kondusif, baik di dalam maupun di luar sekolah. Langkah-langkah ini, pada gilirannya, diharapkan berkontribusi pada pembentukan generasi muda Gayo Lues yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan (Wahid)






































