Gayo Lues Dalam Pelukan Bencana

SYUKRI

- Redaksi

Minggu, 30 November 2025 - 11:26 WIB

501,034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tanah Gayo Lues yang dilingkupi sunyi, air bah turun bersama langit yang letih, membawa rumah, membawa harap, menyisakan tangis di tepi-tepi sungai yang berubah wajah.

Puluh ribuan jiwa menggigil dalam tenda darurat, anak-anak memeluk malam yang panjang, ibu-ibu menatap piring kosong, sementara bapak-bapak menimbang langkah pada jalan yang hilang ditelan longsor.

Dari sebelas kecamatan, hanya satu yang tetap berdiri tegap, yang lain tersungkur dalam pelukan tanah yang retak. Gayo Lues terkurung akses putus, jembatan runtuh, lorong-lorong negeri seperti ditelan sunyi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemimpin berdiri di depan rakyatnya, menatap helikopter yang tak kunjung datang, menunggu logistik dan nyala harapan, sementara perut masyarakat mulai bernyanyi pilu.

Pining kelaparan, Putri Betung merintih, Tripe Jaya menunggu langkah yang tak sampai. Alat berat bergerak perlahan, seperti harapan yang diseret lumpur menuju jalan yang tertutup oleh derita.

Di posko pengungsian, doa-doa bergema: “Ya Tuhan, bukalah jalan yang tertutup ini, gerakkan tangan-tangan yang jauh agar kami tak mati kelaparan di tanah sendiri.”

Kini hujan berhenti, tapi perjalanan menuju harapan masih tertahan. Jika logistik dipikul, butuh hari-hari menyayat kaki dan napas.

Gayo Lues terdiam dalam malam panjang, listrik padam, internet hilang, tapi semangat warganya tetap menyala meski hanya seterang lilin yang hampir padam.

Di antara bumi yang retak dan sungai yang mengamuk, mereka tetap percaya: bahwa bantuan akan tiba, bahwa negeri tak akan membiarkan mereka sendiri.

Dan di balik kabut ketakutan itu, suara-suara kecil berbisik lirih bukan sekadar meminta pertolongan, melainkan memohon agar mereka tetap hidup di tanah yang mereka cintai.

Berita Terkait

SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional
Ketahanan Pangan Dimulai dari Desa
Kepala SDN 1 Blangkejeren Raih Penghargaan Terbaik Pengelolaan Manajemen Sekolah se-Kabupaten Gayo Lues
APH Didesak Tindak Tegas Pemain Getah Ilegal di Gayo Lues, Negara Dirugikan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
9 BULAN PASCA-LONGSOR: Hak Sewa Alat Berat Mandeg, Realisasi Janji Darurat BPBD Gayo Lues Dipertanyakan
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Gayo Lues Gelar Tes Urine Dadakan di Polsek Blangkejeren
13 Anggota MPD Gayo Lues Periode 2026-2031 Terpilih melalui Mubes

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 16:49 WIB

Respons Laporan 110, Polisi Bersama TNI dan BNPB Tangani Kebakaran Lahan di Gasing

Sabtu, 26 September 2026 - 12:04 WIB

Dorong Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Betung Ajak Warga Jalankan Program P2B

Sabtu, 26 September 2026 - 12:02 WIB

Ground Check Tiga Hotspot di Muara Sugihan, Dua Lokasi Ditemukan Bekas Karhutla

Kamis, 24 September 2026 - 21:30 WIB

Ground Check Hotspot Temukan Titik Api di Sungai Rengit, Polisi Padamkan Karhutla Seluas 3 Hektare

Kamis, 24 September 2026 - 12:07 WIB

Ops Sikat I Musi 2026, Satreskrim Polres Banyuasin Amankan DPO Kasus Curanmor 2019

Rabu, 23 September 2026 - 20:36 WIB

Polsek Air Kumbang Ground Check Hotspot di Desa Sidomulyo, Api Masih Belum Padam

Rabu, 23 September 2026 - 20:33 WIB

“Bhabinkamtibmas Polsek Talang Kelapa, Bripka Bambang S, Ajak Masyarakat Desa Sungai Rengit Kec. Talang Kelapa, Dukung Program P2B, Wujudkan Swasembada Pangan Nasional”.

Rabu, 23 September 2026 - 19:38 WIB

Polres Banyuasin Ikuti Latpra Ops Sikat I Musi 2026, Perkuat Kesiapan Personel Hadapi Gangguan Kamtibmas

Berita Terbaru

REGIONAL

Jalin Kebersamaan Babinsa Gotong Royong Bangun Masjid

Sabtu, 26 Sep 2026 - 10:53 WIB

REGIONAL

Babinsa melaksanakan komsos dengan petani Kopi

Sabtu, 26 Sep 2026 - 10:47 WIB