Takalar l Radarnews.co.id– Warga dan orang tua siswa di Kepulauan Tanakeke, Sulawesi Selatan, menyampaikan keluhan terkait kinerja sejumlah guru yang dinilai kurang optimal dalam melaksanakan tugas mengajar. Laporan yang diterima mengungkapkan bahwa beberapa guru yang bertugas di wilayah tersebut kerap kali tidak hadir secara rutin di sekolah, sehingga proses belajar mengajar menjadi terhambat.
Menurut keterangan warga yang enggan disebutkan namanya, guru dengan inisial H, K, dan S yang ditempatkan di UPT SD-SMP Satap Lantang Peo’, hanya mengajar selama dua hari sebelum kembali ke daratan. Waktu yang dihabiskan di daratan bahkan lebih lama, terkadang hingga lebih dari satu minggu, sebelum kembali ke pulau untuk mengajar. Kondisi ini sangat disayangkan, mengingat kebutuhan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak di kepulauan tersebut.
Menanggapi keluhan tersebut, awak media RadarNews.co.id melakukan konfirmasi kepada Kasi GTK Dikdas Kabupaten Takalar, Muh. Arif, S.Sos., M.Si. Beliau menyatakan akan menindaklanjuti laporan ini dan mengambil tindakan yang sesuai terhadap guru-guru yang bersangkutan jika terbukti melakukan pelanggaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga berharap agar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar dapat segera mengambil tindakan tegas terhadap guru-guru yang lalai dalam menjalankan tugas. Mereka menekankan pentingnya komitmen guru dalam mengajar dan mendidik anak-anak, terutama di daerah-daerah terpencil seperti Kepulauan Tana Keke.
Kasus ini menyoroti permasalahan klasik terkait penempatan dan kinerja guru di daerah terpencil. Pemerintah daerah diharapkan dapat lebih memperhatikan kebutuhan pendidikan di wilayah-wilayah terpencil, serta memastikan bahwa guru-guru yang ditugaskan memiliki kualitas dan komitmen yang memadai.
Selain itu, warga juga meminta agar pemerintah daerah meningkatkan kepedulian terhadap siswa, khususnya di daerah terpencil dan kepulauan. Dukungan dan perhatian yang lebih besar diharapkan dapat memotivasi guru untuk mengajar dan mendidik anak-anak dengan lebih baik.
Dengan perhatian dan tindakan yang tepat, diharapkan kualitas pendidikan di Kepulauan Tana Keke dapat meningkat, sehingga anak-anak di wilayah tersebut dapat memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas, serta memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak di daerah lain.
( Darwis Tompo )






































