
Jepara 4-2-2025– Pasca banjir yang melanda wilayah Kecamatan Donorojo, Babinsa Desa Tulakan bersama unsur Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) melaksanakan monitoring dan pengecekan jalur irigasi pertanian di Bendungan Sarikoso, yang berada di Dukuh Winong, Desa Tulakan.
Hasil pemantauan di lokasi menunjukkan bahwa bendungan mengalami longsor di empat titik, dengan panjang kerusakan setiap titik mencapai 10 hingga 15 meter. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat bendungan tersebut merupakan jalur utama irigasi yang menyuplai air untuk sekitar 30 hingga 45 hektare lahan sawah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Babinsa Desa Tulakan menyampaikan bahwa longsornya bendungan dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas pertanian di wilayah tersebut, terutama dalam menghadapi musim tanam mendatang.
“Bendungan ini sangat vital bagi petani di Desa Tulakan dan sekitarnya. Kami bersama PPL dan Gapoktan turun langsung untuk mengecek kondisi di lapangan, agar segera dapat dilakukan langkah-langkah perbaikan,” ujar Babinsa.
Ketua Gapoktan setempat menambahkan bahwa akibat kerusakan ini, para petani khawatir akan berkurangnya pasokan air untuk sawah mereka, yang dapat berpengaruh pada hasil panen.
“Kami berharap ada upaya cepat dari pihak terkait untuk menangani kerusakan ini, karena bendungan ini merupakan sumber utama pengairan bagi ratusan petani di wilayah kami,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan PPL Kecamatan Donorojo menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait dan pemerintah desa guna mencari solusi terbaik untuk perbaikan bendungan, agar sistem irigasi dapat kembali normal sebelum musim tanam dimulai.
Dengan adanya pemantauan ini, diharapkan kerusakan pada Bendungan Sarikoso dapat segera ditangani, sehingga pasokan air untuk pertanian tetap terjaga dan petani tidak mengalami kendala dalam bercocok tanam.
(Rud)







































