Pesta Para Babi Development, Api Revolusi Perlawanan Dimulai

RADAR NEWS

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 13:28 WIB

50299 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAPUA | Tanah Papua bukan sekedar lahan kosong tetapi ada keragaman dalam satu ekosistem, mulai dari masyarakat adat, spesies mahluk hidup lainnya hidup berdampingan demi menyeimbangkan lingkungan.

Kasus pertama, tidak di hormati secara entitas kemanusiaan yang adalah orang Papua. Karena itu mereka tuntut kemanusiaan yang adil dan beradab sebagai simbol keaneka ragaman bineka tunggal Ika.

Kedua, tanah leluhur atau adat di rampas demi ambisi, arogansi mereka yang ada di Jawa dengan dalil ketahanan pangan nasional. Melalui proyek strategis nasional yang berujung mangkrak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ke tiga, mahluk hidup selain manusia harus di hormati seperti pohon, cacing, ulat, burung karena mereka menyeimbangkan ekologis dalam menata masa depan paru-paru dunia.

Paradigma ekologis yaitu diversity keanekaragaman hayati, sebagai hutan yang menjadi pusat paru-paru panet ini, seluruh dunia sudah berpandangan menata bumi dalam sudut pandang etika lingkungan karena itu merawat hutan sama halnya menjaga ibu bumi.

Papua solusinya bukan operasi militer, tetapi mereka ingin agar supaya identitas primer kemanusiaan junto warisan leluhur dan alam itu di hormati dalam pandangan humanisme, di Indonesia ada perspektif Pancasila yaitu sila ke dua yang adalah kemanusiaan yang adil dan beradab, karena mereka hidup berdampingan dengan seluruh mahluk yang ada di situ.

Supaya peradaban terus tumbuh maka mitigasi dan revolusi perlawanan harus terus di hidupkan, supaya peradaban keseimbangan seluruh spesies di Papua tetap berlangsung. (*)

Berita Terkait

400+ KK dari 8 Desa Laporkan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Lampung, YLBHI-LBH Bandar Lampung Desak Penegakan Hukum Menyentuh Aktor Intelektua
Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa
DEDIKASI SEORANG CUT MUTIA GURU SMAN 1 TERANGUN DALAM PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH
Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026
SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional
Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji
Koperasi Merah Putih Tak Sekadar Dibangun, Keberlanjutan Jadi Tantangan Utama
Maulid Nabi di Ponpes Al-Huda Marzuki Al-Jazuli, Momentum Meneladani Akhlak Rasul dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Cegah Karhutla, Tim Gabungan Polres Banyuasin Gelar Patroli dan Edukasi Masyarakat di Banyuasin I

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Lago Aipda Purnomo,SH. Ajak Warga Desa Banyu Urip Kec. Tanjung Lago Kembangkan Pekarangan Produktif

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:16 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin II Aipda Andrianto, Ajak Warga Desa Muara Sungsang Kec. Banyuasin II Kembangkan Pekarangan Produktif

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:04 WIB

Patroli Terpadu Cegah Karhutla di Desa Pulau Muning, Hotspot Terdeteksi Nihil

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Rantau Bayur Aiptu Hendra Susandi, Ajak Warga Desa Talang Kemang Kec, Rantau Bayur Kembangkan Pekarangan Produktif

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Polsek Rantau Bayur Lakukan Ground Check Hotspot, Kebakaran Lahan Sekitar 1 Hektare Ditemukan di Arisan Musi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Warung Pinggir Jalan di KM 12 Diduga Menimbun BBM Bersubsidi

Berita Terbaru

BANYUASIN

Senin, 12 Okt 2026 - 20:52 WIB