Dari Rumah ke Gizi : Strategi Total Kemendukbangga Tekan Stunting di Lebak

Redaksi

- Redaksi

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:07 WIB

50161 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak . Banteun , Radarnews.co.id  — Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mempertegas strategi intervensi berbasis lapangan dengan memprioritaskan perbaikan hunian bagi keluarga berisiko stunting (KRS) di Kabupaten Lebak. Langkah ini dinilai sebagai pendekatan fundamental untuk memutus mata rantai persoalan stunting yang tidak hanya dipengaruhi faktor gizi, tetapi juga kondisi lingkungan tempat tinggal.

Mendukbangga/BKKBN, Wihaji, mengungkapkan bahwa hasil peninjauan langsung terhadap sejumlah KRS menunjukkan adanya persoalan struktural yang serius. Di antaranya adalah ketiadaan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), sanitasi yang tidak layak, hingga tata ruang rumah yang tidak sehat—seperti dapur yang terlalu dekat dengan area pembuangan limbah.

“Ini bukan sekadar soal bantuan, tetapi tentang memperbaiki ekosistem kehidupan keluarga. Lingkungan yang tidak sehat adalah pintu masuk berbagai risiko, termasuk stunting,” ujar Wihaji, Kamis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bentuk intervensi konkret, pemerintah mengalokasikan bantuan pembangunan rumah senilai Rp40 juta untuk setiap keluarga sasaran. Program ini diarahkan untuk memastikan standar hunian sehat terpenuhi, sehingga dapat menekan faktor risiko yang selama ini luput dari perhatian kebijakan berbasis administratif.

Wihaji menegaskan, pendekatan berbasis aksi lapangan menjadi mandat utama pemerintah dalam percepatan penurunan stunting. Dengan prevalensi stunting di Lebak yang masih berada di kisaran 32 persen, diperlukan langkah taktis dan terukur yang langsung menyentuh masyarakat.

“Pesan Presiden jelas: kurangi seremoni, perbanyak aksi. Kita hadir di lapangan, melihat persoalan nyata, dan menyelesaikannya,” tegasnya.

Selain intervensi fisik hunian, pemerintah juga mengintegrasikan program pemenuhan gizi melalui Makan Bergizi Gratis (MBG), yang difokuskan pada kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Pendekatan ini menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara simultan—antara perbaikan lingkungan dan pemenuhan nutrisi.

Lebih jauh, Wihaji menekankan pentingnya intervensi dari hulu, dimulai sejak masa kehamilan hingga anak usia dini. Dalam hal ini, peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) menjadi krusial sebagai ujung tombak edukasi dan pengawasan di tingkat akar rumput.

“Program tidak boleh berhenti di atas kertas. Harus tepat sasaran, tepat distribusi, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah optimistis bahwa model intervensi langsung terhadap keluarga berisiko ini mampu mempercepat penurunan angka stunting, khususnya di wilayah dengan beban kasus tinggi seperti Kabupaten Lebak. Pendekatan ini sekaligus menjadi cerminan transformasi kebijakan publik yang lebih adaptif, responsif, dan berbasis realitas sosial di lapangan.

Berita Terkait

Babinsa 08/Blangpegayon pererat tali silaturahmi Komsos dengan Warga binaan
Komsos, Media Babinsa Untuk Jalin Silaturahmi Bersama Warga Binaan
Babinsa Koramil 06/Tripe Jaya Melaksanakan Gotong Royong di Lokasi Pembuatan Jembatan Gantung Perintis
Babinsa Koramil 05/Pining Gotong Royong Bersama Masyarakat di Desa Lesten
Anjangsana dengan perangkat desa, Babinsa 08/Blangpegayon pererat tali silaturahmi
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bertindak, Seorang Pemilik Sabu Diamankan di Lawe Alas
Kemegahan Masjid Agung Medan: Simbol Harmoni, Sejarah, dan Wajah Baru Wisata Religi Sumatera Utara
Penuh Haru dan Kekeluargaan, Kanwil Ditjenpas Sumut Lepas Yudi Suseno Menuju Amanah Baru di Jawa Barat

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:10 WIB

Mantan Kades Anwar Resmi Serahkan Mobil BUMDes Pasir Belo, Titip Pesan untuk Kemajuan Desa

Senin, 8 Juni 2026 - 16:50 WIB

PPAT Surya Darma “Bungkam” Soal 75 AJB Lae Saga, Live Streaming Gagal Digelar

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:29 WIB

Pungli JADUP Siperkas Meledak! Rp54 Juta Diduga Disedot, Nama Pj Kades Terseret Skandal

Rabu, 19 November 2025 - 23:40 WIB

Mahasiswa dan LSM Ultimatum Kejari Subulussalam: Tuduhan Pembiaran Kasus Korupsi Dana Desa Menguat

Rabu, 22 Oktober 2025 - 07:07 WIB

Pencurian dan Teror Malam Hari Bayangi Kehidupan Warga Dusun Lae Mbetar

Selasa, 21 Oktober 2025 - 02:45 WIB

Pelemparan Mobil Wartawan di Subulussalam, Polisi Libatkan Warga Cari Pelaku

Sabtu, 19 Juli 2025 - 02:21 WIB

Arogansi Jabatan di Kecamatan Sultan Daulat: Camat Tantang Duel dan Diduga Minta Jatah Dana

Sabtu, 31 Mei 2025 - 01:25 WIB

Klarifikasi atau Pengaburan Fakta? Warga Pertanyakan Motif Pj Kades

Berita Terbaru