Konflik UMK vs UMSK Jepara 2025: Warga Geram dengan Aksi Serikat Pekerja yang Dinilai Mengganggu

REDAKSI SULAWESI UTARA

- Redaksi

Senin, 27 Januari 2025 - 12:06 WIB

50489 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jepara 27-1-2025– Polemik mengenai Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Jepara tahun 2025 semakin memanas. Aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah serikat pekerja menuai kritik tajam dari warga setempat, terutama setelah diketahui bahwa beberapa ketua serikat pekerja yang memimpin aksi tersebut bukan merupakan warga asli Jepara.

Warga mempertanyakan kepentingan di balik aksi demonstrasi yang sering terjadi. Mereka menilai, tuntutan kenaikan upah yang tidak mempertimbangkan kondisi perusahaan bisa berujung pada dampak negatif yang luas, seperti relokasi pabrik ke daerah lain yang memiliki UMK lebih rendah.

“Apakah mereka berpikir apa yang terjadi jika perusahaan pindah? Bagaimana nasib karyawan yang kehilangan pekerjaan? Apakah mereka juga memikirkan nasib UMKM di sekitar pabrik yang bergantung pada keberadaan perusahaan tersebut?” ujar salah satu warga yang geram dengan situasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga juga mengeluhkan bahwa aksi demonstrasi serikat pekerja sering mengganggu aktivitas karyawan yang sedang bekerja. Selain itu, gaya orasi yang dinilai kasar dan tidak sopan semakin memicu kegeraman masyarakat.

“Para ketua serikat yang bukan asli Jepara ini sering mengutamakan demo tanpa memikirkan dampaknya. Mereka bahkan menggunakan kata-kata kasar dalam orasi mereka. Bukannya membela hak pekerja, aksi ini justru mengganggu mereka yang sedang bekerja,” kata salah satu karyawan di pabrik kawasan industri Jepara.

Tuntutan kenaikan UMK yang dinilai tidak realistis memunculkan kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan di Jepara akan memilih untuk pindah ke wilayah lain. Jika hal ini terjadi, warga Jepara yang paling merasakan dampaknya, termasuk potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dan kerugian ekonomi pada UMKM yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pabrik.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Jepara untuk mengambil langkah tegas dalam menangani konflik ini. “Kami berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai aksi demo yang tidak jelas kepentingannya ini merugikan masyarakat Jepara,” ujar salah satu pelaku UMKM.

Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Tenaga Kerja berjanji akan memfasilitasi dialog antara serikat pekerja, pengusaha, dan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik yang tidak merugikan kedua belah pihak. “Kami ingin menjaga keseimbangan antara hak pekerja dan keberlangsungan perusahaan di Jepara,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Jepara.

Warga berharap aksi demonstrasi serikat pekerja yang dinilai merugikan ini segera dihentikan. Mereka menginginkan solusi yang lebih bermartabat dan tidak mengorbankan stabilitas ekonomi serta kehidupan masyarakat lokal.

(Rud)

Berita Terkait

Peduli Generasi Muda, Pemuda Pancasila PAC Cikalong Wetan Gelar Khitanan Massal Lintas Kecamatan
Bayu Umbara Komandani Upacara Sumpah Pemuda Jabar, Gaungkan Persatuan dan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045
900 Hektare Hutan Rakyat Pajagan Terancam Gundul, Ribuan Kubik Kayu Jati-Mahoni Mengalir ke Penggergajian Besar di Situraja
Maju dengan Nomor Urut 2, Asep Saputra Siap Bawa Semangat Baru untuk Desa Talagasari
Kampung Kota Rikit Gaib di Bawah Kepemimpinan Taher Raih Skor 90,5, Pemkab Gayo Lues Terima Penghargaan KPK
ust Julianto pane. Polisi Inovatif, Mendirikan Pesantren Ruhul ‘Azam
Kasat Narkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri Terima Penghargaan Usai Ungkap Kasus Narkoba dan Musnahkan 26,5 Hektare Ladang Ganja
400+ KK dari 8 Desa Laporkan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Lampung, YLBHI-LBH Bandar Lampung Desak Penegakan Hukum Menyentuh Aktor Intelektua

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:56 WIB

TNI Bersama Warga Terus Genjot Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Ramung Musara Gayo Lues

Sabtu, 7 November 2026 - 08:47 WIB

Sinergi TNI Bersama Rakyat, Babinsa Bantu Bangun Rumah Warga

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Bersama Warga, Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Gotong Royong Bersihkan Parit

Jumat, 6 November 2026 - 12:50 WIB

Kodim 0113/Gayo Lues Gelar Kesamaptaan Jasmani Periodik II Tahun 2026

Jumat, 6 November 2026 - 11:19 WIB

Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Bantu Petani Rontokkan Padi Di Desa Binaan

Jumat, 6 November 2026 - 11:17 WIB

Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung

Jumat, 6 November 2026 - 10:51 WIB

Satpol PP Kabupaten Karo Gelar Razia Kasih Sayang, Guna Penertipan Pelajar Yang Malah Nongkrong Pada Saat Jam Belajar

Kamis, 5 November 2026 - 21:25 WIB

Perhiptani Gayo Lues dan Bener Meriah Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

Berita Terbaru