Masyarakat Gayo Lues Butuh Pemimpin Bukan Pemimpi

RADAR NEWS

- Redaksi

Minggu, 10 November 2024 - 05:03 WIB

50401 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Sebentar lagi masyarakat Gayo Lues akan membuktikan dirinya sebagai rakyat, dengan memilih pemimpin dalam ajang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan 27 November 2024 mendatang.

Selama ini kita dihadapkan dengan para pemimpin yang memiliki latar belakang dan karakter yang berbeda. Pemimpin tersebut juga memiliki gaya memimpin sendiri yang terkadang menimbulkan respon positif ataupun negatif dari para rakyatnya. Namun pada era saat ini, pemimpin yang sesungguhnya dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin yang memiliki pandangan dan misi melangit, namun masih bersikap atau memijakkan kaki di bumi.

Hal tersebut yang disampaikan  Saparudin Telpi Ketua LSM Forum Masyarakat Pembela Kebenaran (FMPK), Gayo Lues, pada Sabtu, (09/11/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua LSM Forum Masyarakat Pembela Kebenaran (FMPK), Gayo Lues  Saparudin Telpi menjelaskan Masyarakat dituntut jeli dalam memilih pemimpin sehingga kekuasaan yang diberikan dari masyarakat tidak jatuh pada tangan para garong.

Ajang pesta demokrasi ini pun menarik untuk dikaji secara bersama oleh masyarakat karena menurut saya, masih banyak yang belum mengerti tentang pemimpin yang sesungguhnya.

Memilih pemimpin tidak semudah yang dipikirkan selama ini, yakni masyarakat hanya menyelesaikan tugas mereka sebagai pemberi suara.  Lebih dari itu, memilih pemimpin berarti masyarakat harus mengerti kira-kira mana Pemimpin Yang Bukan Pemimpi, ujarnya.

 Saparudin Telvi menambahkan lihat Visi Misinya, terkadang tanpa pernah memikirkan apakah gagasan tersebut bisa diaplikasikan atau tidak di masyarakat.  Setiap calon memang tidak pernah dilarang untuk membuat visi dan misi karena itu hak tiap-tiap calon.  Itu sebabnya, masyarakat harus cerdas dan realistis dalam memilih pemimpin, ujarnya.

Saparuddin Telvi mengungkapkan Masyarakat Gayo Lues tidak boleh larut dalam mimpi calon pemimpin. Pemimpin yang baik ialah mampu menarikan visi dan misinya pada sebuah kenyataan. Maka, untuk melacak pemimpin seperti ini harus dilihat dari rekam jejak yang mana salah satu bukti dari pemimpin yang sudah mampu membawa masyarakat Gayo Lues pada sebuah kesejahteraan dan kemandirian, dan masyarakat harus berani mengklarifikasi setiap pernyataan calon pemimpin terkait dengan visi dan misi mereka. Salah pilih berarti siap menderita lima tahun ke depan, jelasnya.

Dijelaskan Saparudin Telpi masyarakat Gayo Lues untuk tidak memilih pemimpin karena ada iming-iming  seperti Bantuan dari Pemerintah dan lainnya. Kalau Gayo Lues ingin maju, mendapatkan pimpinan berkualitas jangan mau di iming-iming,” maka nantinya membuat pembangunan di daerah kita  justru menjadi tidak bagus dan tidak berkualitas, katanya.

Terkait dengan pemberian iming-iming diberikan oleh salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Gayo Lues, jangan dipilih, namun, saya yakin masyarakat Gayo Lues tidak akan memilih pemimpin karena ada iming-iming dari salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Gayo Lues peserta Pilkada 2024.  Sekarang ini masyarakat Gayo Lues sudah semakin pintar, mereka tidak mudah terpengaruh dengan Iming-iming bantuang Pemerintah dalam memberikan pilihan politik di Pilkada tahun ini,” dan Tidak Akan Memilih Pemimpi namun Rakyat Gayo Lues memberikan hak politik untuk pemimpin yang berkualitas, jelasnya. (TIM MEDIA)

Berita Terkait

Anjangsana Babinsa Komsos dengan Perangkat Desa Tingkatkan Kebersamaan di Wilayah Binaan
Brimob Aceh dan Masyarakat Bersatu Wujudkan Lingkungan (ASRI) Di Gayo Lues
Desakan Menguat ke Polda Aceh dan Mabes Polri, Aktivitas Ilegal PT Hopson Diminta Segera Dihentikan
Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA
Cuaca Pancaroba Sangat Panas, Kapolres Gayo Lues Imbau Warga Waspada Karhutla
Tim URC Satreskrim Polres Gayo Lues Berhasil Amankan Mobil L300 Hasil Curanmor di Aceh Tenggara
KPH Wilayah VIII Perkuat Pengamanan Hasil Hutan dan Tata Niaga Getah Pinus
Plang Larangan Hanya Jadi Pajangan, Dugaan Pembangkangan Terhadap Keputusan Pemerintah Terjadi Terang-Terangan

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:00 WIB

PP GPA Sikapi Ancaman Demo BEM SI: Ajak Semua Pihak Jaga Persatuan dan Stabilitas Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:02 WIB

Demi Aceh Utara dan Amanah Mualem, Ayah Wa Temui Menteri Agama: Perjuangkan MTQ Nasional hingga Fasilitas Ibadah Pascabanjir

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:38 WIB

Stop Narasi Framing Terhadap AHY, Publik Menilai Tuduhan Tersebut Tendensius dan Tidak Berdasar

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:33 WIB

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:48 WIB

Stop Framing dan Mengaitkan Yasonna Laoly dengan Kasus Hukum yang Menjerat Silmy Karim

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:53 WIB

Anggaran MBG Triliunan Rupiah Digelontorkan, Siapa yang Mengawasi Para Pengelola?

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:37 WIB

PW GPA DKI Jakarta Dukung Sikap TNI AD Soal Film “Pesta Babi”, Minta Penayangan Dicabut Jika Terbukti Langgar Hak dan Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:16 WIB

PW GPA DKI Jakarta Dukung Pencabutan Izin Tayang Film “Pesta Babi”, Dedi Siregar: Hormati Hak dan Martabat Tokoh Adat Papua

Berita Terbaru