Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali terlihat nyata dalam pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Anggota Koramil 03/Blangkejeren jajaran Kodim 0113/Gayo Lues bersama masyarakat melaksanakan kegiatan pemasangan tiang pancang pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Palok, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues Rabu (12/08/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan jembatan gantung yang nantinya akan menjadi akses penghubung menuju kawasan perkebunan masyarakat. Kehadiran jembatan itu sangat dinantikan warga karena dinilai mampu mempermudah mobilitas serta memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pekebun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Babinsa desa palok Serda Rairil Anwar mengatakan”, pembangunan jembatan gantung tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena akan membuka akses yang lebih aman dan layak menuju area perkebunan yang selama ini menjadi sumber utama mata pencaharian warga.
“Pembangunan jembatan gantung ini sangat penting untuk membantu memperlancar mobilitas masyarakat menuju perkebunan maupun sebaliknya. Dengan adanya akses yang lebih baik, masyarakat tentu akan lebih mudah membawa hasil panen dan menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Serda Rairil Anwar
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan gotong royong tidak hanya bertujuan mempercepat proses pembangunan, tetapi sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Melalui semangat gotong royong, kami berharap masyarakat terus menjaga kekompakan, meningkatkan kepedulian terhadap pembangunan desa, dan bersama-sama merawat fasilitas yang nantinya akan digunakan untuk kepentingan bersama,” tambahnya.
Selama ini, masyarakat Desa Palok harus melewati jalur yang cukup sulit untuk menuju perkebunan. Kondisi medan yang berat dan terbatasnya sarana penghubung sering menjadi kendala bagi warga, terutama saat membawa hasil perkebunan untuk dipasarkan. Karena itu, pembangunan jembatan gantung perintis ini diharapkan dapat menjadi solusi yang mampu meningkatkan kelancaran akses transportasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Bagi masyarakat setempat, keberadaan jembatan gantung bukan hanya sekadar sarana penghubung, tetapi juga menjadi simbol harapan baru untuk meningkatkan kesejahteraan dan mempermudah aktivitas sehari-hari. Akses yang lebih baik diyakini akan memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial maupun perekonomian masyarakat di wilayah pedalaman.
Kegiatan tersebut juga menjadi contoh positif kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan wilayah, khususnya di daerah pedesaan, guna menciptakan fasilitas umum yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.





































