Aktivis Rahmadi Diduga Jadi Korban Rekayasa Kasus Narkotika, Publik Desak Kapolri Turun Tangan

RADAR NEWS

- Redaksi

Senin, 13 Oktober 2025 - 23:38 WIB

50943 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJUNGBALAI, Radar News— Proses hukum terhadap Rahmadi, seorang aktivis sipil yang didakwa dalam kasus narkotika di Pengadilan Negeri Tanjungbalai, Sumatera Utara, memicu perhatian luas setelah muncul dugaan rekayasa yang dilakukan oleh oknum aparat penegak hukum.

Rahmadi dituntut sembilan tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar atas tuduhan kepemilikan 10 gram sabu. Namun, dalam sidang yang telah beberapa kali digelar, tim kuasa hukum Rahmadi menyampaikan bantahan tegas terhadap dakwaan tersebut. Mereka mengungkap bahwa kliennya diduga menjadi korban kriminalisasi.

Poin krusial muncul dalam sidang pekan ini ketika tim pembela menghadirkan rekaman CCTV berisi potongan percakapan antara seorang anggota polisi bernama Victor Topan Ginting dengan rekan lainnya. Dalam video itu terdengar ucapan, “Lombek sudah di situ. Jangan kau aneh-aneh. BB kau ini…”, sambil menunjuk ke sakunya sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut kuasa hukum, pernyataan tersebut bertentangan dengan isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menjadi dasar tuntutan jaksa. Dalam BAP, disebutkan lokasi penemuan barang bukti berada di tempat yang berbeda, seperti di bangku penumpang dan bahkan di bagasi belakang mobil dalam kotak lampu. Perbedaan keterangan ini dianggap sebagai bukti tidak konsistennya kronologi yang disampaikan pihak kepolisian.

Polemik makin berkembang ketika dua terdakwa lain yang dihadirkan sebagai saksi justru mengaku tidak mengenal Rahmadi sama sekali. Mereka juga menyatakan bahwa mereka dipaksa menandatangani BAP dan mengaku menjadi korban kekerasan fisik selama pemeriksaan.

Di sisi lain, keluarga Rahmadi juga melaporkan adanya kejanggalan lain berupa raibnya uang senilai Rp 11,2 juta dari rekening M-Banking milik Rahmadi, sesudah ponsel pribadinya disita oleh penyidik. Hilangnya dana tersebut menambah daftar panjang kejanggalan yang terjadi sejak awal proses hukum dijalankan.

Perkembangan ini langsung mengundang reaksi luas dari masyarakat. Sejumlah elemen sipil di Tanjungbalai mendesak Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo agar turun tangan langsung mengusut peristiwa tersebut. Mereka menilai penanganan kasus ini tidak hanya menyangkut satu orang terdakwa, tetapi menyentuh persoalan sistemik dalam tubuh aparat penegak hukum daerah.

Ketua Aliansi Masyarakat Tanjungbalai, R. Pane, menyatakan bahwa kasus Rahmadi harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penangkapan, pemeriksaan, dan pembuktian perkara di lapangan. “Kalau benar Rahmadi dijebak, ini adalah sinyal darurat bagi ketidakadilan yang bisa menimpa siapa saja,” katanya.

Sidang perkara akan kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda penyampaian tanggapan dari jaksa atas pledoi yang sebelumnya disampaikan tim kuasa hukum. Di tengah jalannya proses ini, publik berharap pengadilan tetap menjaga independensi dan mempertimbangkan seluruh fakta secara objektif.

Kasus Rahmadi menjadi potret nyata dinamika penegakan hukum di daerah. Ketika dugaan rekayasa muncul ke permukaan dan sorotan publik terus membesar, kepercayaan masyarakat terhadap aparat hukum pun turut dipertaruhkan.

Peliput: Fernando H.
Editor: Tim Redaksi Radar News

Berita Terkait

Kuasa Hukum Sebut Kasus Rahmadi Sarat Rekayasa, Minta PN Tanjungbalai Bebaskan dari Dakwaan
Sidang Rahmadi Memanas: Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Pemerasan, Penyiksaan, dan Manipulasi Barang Bukti
Diduga Dibawah Tekanan, Rahmadi Dipaksa Buat Video Klarifikasi, Ini Kata Rahmadi
Dua Saksi dari Polda Sumut Berbeda Keterangan di Sidang Perkara 10 Gram Sabu di PN Tanjungbalai
BB tak Sesuai Fakta, PH Lombek Cs ‘Kuliti’ Surat Dakwaan JPU Kejari Tanjungbalai
Terkuak! Massa Bayaran Ikut Demo di Sidang Narkoba Rahmadi di PN Tanjungbalai, Dibayar Rp50 Ribu

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Masjid Ihsanulhuda Dipenuhi Jamaah, K.H. Adip Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah SAW

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Jalan Gelap Fly Over Laswi Telan Korban Jiwa, RAGA Desak Pemkot Bandung Audit Total PJU

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:29 WIB

Ade Wawan Ajak Masyarakat Rawat Alam, Tanam Pohon untuk Generasi Mendatang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Penerima Manfaat MBG Wangunjaya 2 dan Ganjar Sari Keluhkan Kualitas Menu, Minta Evaluasi Menyeluruh

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Dari Silaturahmi ke Sinergi, SWI Jabar Dorong Jurnalistik yang Membangun

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:31 WIB

HUT ke-9 RSUD Cikalongwetan, Bupati Jeje: Jadikan Momentum Tingkatkan Pelayanan dan Kedisiplinan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:24 WIB

Grand Opening PAST Bandung Jadi Ruang Belajar Pajak yang Humanis bagi UMKM dan Profesional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Tower Dipaksa Berdiri di Tengah Permukiman, Warga Batununggal Murka: Surat Penghentian Diduga Diabaikan

Berita Terbaru

REGIONAL

Babinsa Berikan Motivasi Kepada Petani Padi di Wilayah

Rabu, 26 Agu 2026 - 09:49 WIB