KBB , radarnews.co.id – Keluhan terkait kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali muncul dari para penerima manfaat. Kali ini keluhan datang dari wilayah Wangunjaya 2 dan sebelumnya juga pernah disampaikan warga Desa Ganjar Sari.
Di Wangunjaya 2, sejumlah ibu-ibu penerima manfaat menyoroti menu yang dibagikan pada Rabu, 19 Agustus 2026. Melalui grup WhatsApp “Ibu². Riweh”, para ibu mengeluhkan adanya tempe yang disajikan dalam kondisi mentah.
“Kumaha iye mbg teh euyyy tempeee atahh d biken ka budak” tulis salah satu anggota grup. Artinya, “Gimana sih ini MBG, aduh tempenya mentah dikasih ke anak-anak”.
Keluhan lain juga muncul terkait makanan yang tidak habis dikonsumsi anak. “Da bungkus buat anak juga nggak dimakan sama anaknya, mentah,” ujar anggota grup lainnya. Beberapa ibu bahkan bercanda akan “demo ke dapur” agar pihak penyelenggara lebih memperhatikan kualitas sajian.
Ini bukan kali pertama keluhan kualitas menu MBG muncul. Sebelumnya, warga Desa Ganjar Sari juga pernah menyampaikan protes kepada pihak B3 terkait ditemukannya roti dalam kondisi berjamur yang dibagikan kepada anak-anak.
Para ibu berharap pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan seluruh pihak terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari proses pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pengawasan distribusi.
“Mbg tadi lain” kata salah satu ibu, membandingkan menu hari ini dengan hari sebelumnya yang dianggap lebih baik.
Mereka menekankan bahwa tujuan utama MBG adalah untuk pemenuhan gizi anak. Karena itu, aspek kelayakan, kebersihan, dan kematangan makanan harus menjadi prioritas agar manfaat program benar-benar dirasakan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara MBG Wangunjaya 2 dan B3 Desa Ganjar Sari terkait keluhan tersebut. ( Tim investigasi )







































