Empat Tahun Menanti Kepastian Hukum, Pelapor Pertanyakan Keseriusan Penanganan Kasus DPO Penipuan dan Penggelapan

RADAR NEWS

- Redaksi

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:03 WIB

50307 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Lambannya penanganan kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan sejak beberapa tahun lalu kembali menjadi perhatian. Hingga saat ini, terlapor yang telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) disebut belum berhasil diamankan, meskipun proses hukum telah berjalan cukup lama.

Kepada TIM  RADAR,  pihak pelapor mengaku kecewa terhadap perkembangan perkara yang dinilai belum memberikan kepastian hukum. Menurutnya, kasus tersebut seolah terhenti di tengah jalan meskipun berbagai tahapan penyidikan telah dilakukan.

“Kami hanya ingin kepastian hukum. Kasus ini sudah berlangsung cukup lama, terlapor juga sudah berstatus DPO, tetapi sampai hari ini belum ada perkembangan signifikan yang kami rasakan. Wajar jika kemudian muncul pertanyaan di tengah masyarakat mengenai keseriusan penanganan perkara ini,” ungkap pelapor kepada RADARNEWS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelapor menilai, status DPO yang telah disandang oleh terlapor seharusnya menjadi dasar kuat bagi aparat penegak hukum untuk melakukan langkah-langkah lebih maksimal dalam upaya pencarian dan penangkapan.

“Kalau seseorang sudah ditetapkan sebagai DPO, tentu masyarakat berharap ada tindakan nyata yang dapat dilihat hasilnya. Jangan sampai status DPO hanya menjadi dokumen administratif tanpa adanya progres yang jelas,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh TIM RADAR, perkara tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/109/V/2022/SPKT/Polres Aceh Tenggara/Polda Aceh tertanggal 10 Mei 2022. Hingga kini, penanganannya masih menjadi perhatian berbagai pihak karena belum adanya penyelesaian yang memberikan kepastian kepada pelapor.

Menariknya, kasus ini juga telah mendapat perhatian dari Biro Pengawasan Penyidikan (Birowassidik) Bareskrim Polri. Dalam surat yang diterima pelapor, Birowassidik Bareskrim Polri memberikan petunjuk dan arahan kepada Ditreskrimum Polda Aceh agar penyidikan dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana.

Selain itu, Birowassidik Bareskrim Polri bersama Kabag Wassidik Ditreskrimum Polda Aceh disebut akan melakukan pengawasan penyidikan secara berjenjang terhadap penanganan perkara tersebut.

Menurut pelapor, perhatian dari Mabes Polri tersebut menjadi bukti bahwa perkara yang dilaporkannya memang memerlukan pengawasan agar tidak berlarut-larut tanpa kepastian.

“Kami mengapresiasi langkah pengawasan dari Mabes Polri dan Polda Aceh. Namun yang paling kami harapkan adalah hasil nyata di lapangan. Jangan sampai masyarakat terus menunggu tanpa kejelasan kapan perkara ini akan dituntaskan,” ujarnya.

Pelapor juga berharap Polres Aceh Tenggara dapat memberikan penjelasan terbuka kepada publik ataupun siPembuat Laporan tersebut terkait hambatan-hambatan yang menyebabkan terlapor yang telah berstatus DPO belum berhasil diamankan hingga saat ini.

Hingga berita investigasi ini diterbitkan, RADARNEWS masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak Polres Aceh Tenggara guna mendapatkan penjelasan resmi terkait perkembangan penanganan perkara tersebut.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus yang telah berlangsung cukup lama tersebut. Sebab, selain menyangkut kepastian hukum bagi pelapor, perkara ini juga menjadi ukuran kepercayaan publik terhadap komitmen penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan yang ada berjalan diPolres Agara.

LAPORAN TIM RADARNEWS.

FERNANDO. H

Berita Terkait

Persoalan Uang Wakaf dan Infak Masjid Al-Falah Aceh Tenggara Diinformasikan Selesai, Keluarga Rencanakan Pemeriksaan Kesehatan
Musda X Golkar Aceh Tenggara: Denny Febrian Roza Ambil Kendali, Arah Baru Partai Mulai Dipertanyakan
MUSDA X Golkar Aceh Tenggara: Konsolidasi atau Pertarungan Kursi Ketua?
Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa
Yahdi Hasan Ramud : Meniti Jalan Panjang Dari Bumi Sepakat Segenep, Hingga Panggung DPRA
DEDIKASI SEORANG CUT MUTIA GURU SMAN 1 TERANGUN DALAM PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH
Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026
SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Tungkal Ilir Aiptu Suseno, Ajak Warga Desa Bumi Serdang Kec. Tungkal Ilir Kembangkan Pekarangan Produktif

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Polres Banyuasin Gelar Razia Gabungan di Betung, Dua Orang Diamankan dalam Penindakan Narkoba

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Cegah Karhutla, Tim Gabungan Polres Banyuasin Gelar Patroli dan Edukasi Masyarakat di Banyuasin I

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Lago Aipda Purnomo,SH. Ajak Warga Desa Banyu Urip Kec. Tanjung Lago Kembangkan Pekarangan Produktif

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Polsek Makarti Jaya Edukasi Warga Desa Upang Marga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:16 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin II Aipda Andrianto, Ajak Warga Desa Muara Sungsang Kec. Banyuasin II Kembangkan Pekarangan Produktif

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:04 WIB

Patroli Terpadu Cegah Karhutla di Desa Pulau Muning, Hotspot Terdeteksi Nihil

Berita Terbaru

REGIONAL

Semangat Gotong-royong TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues

Rabu, 14 Okt 2026 - 09:04 WIB