Idul Adha adalah momentum penyucian hati dan pengingat bahwa hidup bukan hanya tentang kepentingan pribadi. Namun realitas hari ini menunjukkan, masih banyak pihak yang justru mempertuhankan jabatan, kekuasaan, dan harta, sementara jeritan rakyat kecil seolah tidak lagi terdengar.
Di balik megahnya gedung pemerintahan, proyek pembangunan, hingga janji kesejahteraan yang terus dipertontonkan, masih tersimpan luka masyarakat yang selama ini menjadi korban kerakusan manusia. Dana rakyat yang seharusnya digunakan untuk membangun jalan, pendidikan, kesehatan, dan membantu masyarakat miskin, diduga justru mengalir demi memperkaya segelintir oknum yang haus kekuasaan.
Korupsi bukan lagi sekadar pelanggaran hukum. Korupsi adalah pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Lebih dari itu, korupsi adalah bentuk ketamakan yang perlahan membunuh masa depan anak bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibat perbuatan tamak tersebut, banyak masyarakat hidup dalam kesulitan. Infrastruktur rusak, pendidikan tertinggal, lapangan kerja sempit, sementara sebagian pejabat hidup mewah di atas penderitaan rakyat yang setiap hari berjuang demi sesuap nasi.
Kitab suci telah lama memperingatkan manusia agar tidak diperbudak oleh kerakusan dunia.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil.”
(QS. Al-Baqarah: 188)
Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa mengambil hak rakyat, memakan uang negara, dan menyalahgunakan amanah merupakan perbuatan yang tidak dibenarkan di sisi Tuhan.
Sementara dalam Injil juga ditegaskan:
“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?”
(Markus 8:36)
Pesan ini mengandung makna mendalam bahwa kekayaan, jabatan, dan kemewahan tidak akan pernah mampu menyelamatkan manusia apabila diperoleh dengan cara yang zalim dan mengorbankan kepentingan banyak orang.
RADARNEWS menilai, bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi masih kekurangan hati nurani. Banyak yang berlomba mengejar kekuasaan, namun lupa bahwa setiap jabatan akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di hadapan hukum, tetapi juga di hadapan Tuhan.
Idul Adha mengajarkan arti pengorbanan yang sesungguhnya rela menahan hawa nafsu, mengendalikan keserakahan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan kelompok.
Sudah saatnya para pemegang amanah membuka mata dan hati. Negeri ini tidak membutuhkan pemimpin yang pandai berbicara namun rakus dalam tindakan. Negeri ini membutuhkan kejujuran, kepedulian, dan keberanian untuk berpihak kepada rakyat kecil.
Karena sejatinya, kehancuran sebuah bangsa bukan dimulai dari kemiskinan, melainkan dari hilangnya rasa malu, hilangnya kejujuran, dan matinya hati nurani para pemegang kekuasaan.
“Mari berKorban untuk kebaikan bersama, karena ketamakan itu hanya akan menghancurkan kelak diAkhirat .”
Selamat Hari Raya Idul Adha,,,!!✍️ 🙏
RADARNEWS
Terdepan • Terpercaya • Terkini
FERNANDO. H






































