PKN: Seruan Kebenaran Tak Bisa Ditawar, Korupsi Jadi Ancaman Serius Bangsa

RADAR NEWS

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 00:30 WIB

50292 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARNEWS – Nasional-  Gelombang seruan moral kembali menggema. Namun kali ini bukan sekadar imbauan normatif, melainkan peringatan keras yang menohok langsung ke kesadaran publik dan aparat penegak hukum.

Perkumpulan Pemantau Keuangan Negara (PKN) yang dipimpin langsung oleh Patar Sihotang menegaskan bahwa keberanian menyuarakan kebenaran bukan lagi pilihan, melainkan keharusan di tengah realitas hukum yang kian dipertanyakan integritasnya.

Dalam pernyataan tegasnya, Patar Sihotang menyoroti bahwa perjuangan melawan ketidakadilan, terutama korupsi, tidak boleh berhenti hanya karena tekanan, intimidasi, atau kepentingan kekuasaan. Ia menyebut, saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi krisis serius, di mana praktik korupsi telah menjelma menjadi penyakit sistemik yang menggerogoti hampir seluruh sendi kehidupan bernegara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan pernah lelah menyuarakan kebenaran. Kita hanya akan kuat jika bersatu melawan kezaliman, terutama korupsi yang kini semakin terang-terangan mencederai rasa keadilan rakyat,” tegasnya.

Patar Sihotang menilai, korupsi bukan lagi sekadar pelanggaran hukum, tetapi telah berkembang menjadi jaringan yang terstruktur dan sulit disentuh. Lebih mengkhawatirkan, ia menyinggung adanya dugaan keterlibatan oknum dalam institusi penegak hukum yang seharusnya menjadi garda benteng terakhir keadilan.

Kondisi ini menciptakan ironi: hukum yang seharusnya melindungi justru dipersepsikan sebagai alat tawar-menawar kepentingan. Ia secara gamblang mengkritik wajah penegakan hukum yang dinilai “tajam ke bawah, tumpul ke atas”, sebuah realitas yang menurutnya bukan lagi sekadar stigma, melainkan pengalaman nyata yang dirasakan masyarakat luas.

Dalam banyak kasus, pelaku kejahatan kerah putih seolah mendapatkan ruang kompromi, sementara rakyat kecil justru menghadapi hukum dengan keras tanpa ampun.

“Himbauan ini bukan hanya kepada rakyat yang diminta bersuara, tetapi juga kepada para penegak hukum: masihkah berpihak pada keadilan, atau sudah menjadi bagian dari lingkaran masalah itu sendiri?” ujarnya dengan nada tajam.

Lebih lanjut, Patar menegaskan bahwa pembiaran terhadap praktik korupsi dan ketidakadilan merupakan bentuk kejahatan terselubung yang sama berbahayanya. Diamnya aparat, menurutnya, bukan netralitas, melainkan indikasi kegagalan moral dan institusional yang dapat meruntuhkan kepercayaan publik secara perlahan namun pasti.

Ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat sipil dan awak media dalam mengawal transparansi, termasuk dalam setiap laporan, sengketa informasi publik, serta pengawasan terhadap penggunaan keuangan negara. Tanpa kontrol publik yang kuat, potensi penyimpangan hanya akan semakin liar di dalam lingkaran kekuasaan dan sulit untuk dikendalikan.

Dalam penutupnya, Patar menyerukan pembenahan total di tubuh penegakan hukum. Ia mendesak agar institusi terkait berani membersihkan diri dari oknum-oknum “sampah” yang mencoreng integritas, serta menghimbau untuk kembali pada prinsip dasar: hukum harus berdiri tegak di atas keadilan, bukan di atas kepentingan.

RADARNEWS menilai, pernyataan ini bukan sekadar kritik, melainkan alarm keras bagi seluruh pemangku jabatan. Jika korupsi terus dibiarkan dan penegakan hukum tetap berjalan pincang, maka yang runtuh bukan hanya sistem hukum itu sendiri, melainkan juga kepercayaan rakyat terhadap negara.

Di tengah situasi ini, satu hal menjadi terang: tanpa keberanian kolektif dari seluruh elemen masyarakat untuk bersuara dan bertindak, keadilan hanya akan tinggal slogan, dan hukum berpotensi kehilangan maknanya di mata publik.

LAPORAN TIM RADARNEWS
FERNANDO HUTAURUK

Berita Terkait

Gerakan Pemuda Kebangsaan Kirim Surat Resmi ke KLH, Desak Pemerintah Hentikan Aktivitas PT Rosin
Asap Pabrik Masih Mengepul Setelah Sanksi Resmi Turun, PT Rosin Disebut Terang-Terangan Menantang Pemerintah Aceh
HIMLAB RAYA JAKARTA: Komitmen Nyata Berantas Narkoba Kapolres Labusel dan Jajaran Patut Diacungi Jempol
Program MBG Dinilai Tepat Sasaran, DPP LPPI Tolak Isu Pencopotan Kepala BGN
Melalui KNMP Dorong Nelayan Papua Bisa Naik Kelas, Ever Mudumi Apresiasi Presiden Prabowo
Perkuat Solidaritas Antar Komunitas Ambulance, Ketua Divisi Driver LAI, Sandy Dukung Polri Agar Fungsi untuk Misi Kemanusiaan
RAKERNIS PUSJARAH POLRI : PERKUAT IMPLEMENTASI TRIBRATA DAN CATUR PRASETYA*
Mutiara Kasab dan Padusi Tapa: Pesona Kriya dan Aroma Aceh Memikat di Persit Bisa 2026

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:09 WIB

Polres Banyuasin Gelar Pelatihan Fungsi Teknis SDM, Tingkatkan Kompetensi Konseling dan Penguasaan Aplikasi SIPK Online

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:03 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Tungkal Ilir Gerakkan Masyarakat Dukung Program Swasembada Pangan Nasional

Senin, 18 Mei 2026 - 18:38 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Muara Telang Gerakkan Masyarakat Dukung Swasembada Pangan Nasional

Senin, 18 Mei 2026 - 13:24 WIB

Apel Pagi Senin, Kapolres Banyuasin Tekankan Kedisiplinan dan Pelayanan Humanis

Senin, 18 Mei 2026 - 13:21 WIB

Satlantas Polres Banyuasin Kawal Jenazah Korban Kecelakaan Maut Bus ALS Menuju Mandailing Natal

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:16 WIB

Lancar dan Aman, Strong Poin Sore Sat Lantas Polres Banyuasin Pastikan Arus Lalin Ramai Tanpa Kendaraan Krodit

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:48 WIB

Bhabinkamtibmas Air Kumbang Gerakkan Warga Desa Nusa Makmur Dukung Swasembada Pangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:22 WIB

Antisipasi Gangguan 3C, Sat Samapta Polres Banyuasin Gelar Patroli Jalan Kaki

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Penutupan TMMD di Tangan-Tangan Bakal Semarak dengan Bazar Murah

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:04 WIB

ACEH BARAT DAYA

Persiapan Penutupan TMMD Kodim Abdya Diwarnai Antusiasme Warga Desa

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:28 WIB