PKN: Seruan Kebenaran Tak Bisa Ditawar, Korupsi Jadi Ancaman Serius Bangsa

RADAR NEWS

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 00:30 WIB

50438 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARNEWS – Nasional-  Gelombang seruan moral kembali menggema. Namun kali ini bukan sekadar imbauan normatif, melainkan peringatan keras yang menohok langsung ke kesadaran publik dan aparat penegak hukum.

Perkumpulan Pemantau Keuangan Negara (PKN) yang dipimpin langsung oleh Patar Sihotang menegaskan bahwa keberanian menyuarakan kebenaran bukan lagi pilihan, melainkan keharusan di tengah realitas hukum yang kian dipertanyakan integritasnya.

Dalam pernyataan tegasnya, Patar Sihotang menyoroti bahwa perjuangan melawan ketidakadilan, terutama korupsi, tidak boleh berhenti hanya karena tekanan, intimidasi, atau kepentingan kekuasaan. Ia menyebut, saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi krisis serius, di mana praktik korupsi telah menjelma menjadi penyakit sistemik yang menggerogoti hampir seluruh sendi kehidupan bernegara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan pernah lelah menyuarakan kebenaran. Kita hanya akan kuat jika bersatu melawan kezaliman, terutama korupsi yang kini semakin terang-terangan mencederai rasa keadilan rakyat,” tegasnya.

Patar Sihotang menilai, korupsi bukan lagi sekadar pelanggaran hukum, tetapi telah berkembang menjadi jaringan yang terstruktur dan sulit disentuh. Lebih mengkhawatirkan, ia menyinggung adanya dugaan keterlibatan oknum dalam institusi penegak hukum yang seharusnya menjadi garda benteng terakhir keadilan.

Kondisi ini menciptakan ironi: hukum yang seharusnya melindungi justru dipersepsikan sebagai alat tawar-menawar kepentingan. Ia secara gamblang mengkritik wajah penegakan hukum yang dinilai “tajam ke bawah, tumpul ke atas”, sebuah realitas yang menurutnya bukan lagi sekadar stigma, melainkan pengalaman nyata yang dirasakan masyarakat luas.

Dalam banyak kasus, pelaku kejahatan kerah putih seolah mendapatkan ruang kompromi, sementara rakyat kecil justru menghadapi hukum dengan keras tanpa ampun.

“Himbauan ini bukan hanya kepada rakyat yang diminta bersuara, tetapi juga kepada para penegak hukum: masihkah berpihak pada keadilan, atau sudah menjadi bagian dari lingkaran masalah itu sendiri?” ujarnya dengan nada tajam.

Lebih lanjut, Patar menegaskan bahwa pembiaran terhadap praktik korupsi dan ketidakadilan merupakan bentuk kejahatan terselubung yang sama berbahayanya. Diamnya aparat, menurutnya, bukan netralitas, melainkan indikasi kegagalan moral dan institusional yang dapat meruntuhkan kepercayaan publik secara perlahan namun pasti.

Ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat sipil dan awak media dalam mengawal transparansi, termasuk dalam setiap laporan, sengketa informasi publik, serta pengawasan terhadap penggunaan keuangan negara. Tanpa kontrol publik yang kuat, potensi penyimpangan hanya akan semakin liar di dalam lingkaran kekuasaan dan sulit untuk dikendalikan.

Dalam penutupnya, Patar menyerukan pembenahan total di tubuh penegakan hukum. Ia mendesak agar institusi terkait berani membersihkan diri dari oknum-oknum “sampah” yang mencoreng integritas, serta menghimbau untuk kembali pada prinsip dasar: hukum harus berdiri tegak di atas keadilan, bukan di atas kepentingan.

RADARNEWS menilai, pernyataan ini bukan sekadar kritik, melainkan alarm keras bagi seluruh pemangku jabatan. Jika korupsi terus dibiarkan dan penegakan hukum tetap berjalan pincang, maka yang runtuh bukan hanya sistem hukum itu sendiri, melainkan juga kepercayaan rakyat terhadap negara.

Di tengah situasi ini, satu hal menjadi terang: tanpa keberanian kolektif dari seluruh elemen masyarakat untuk bersuara dan bertindak, keadilan hanya akan tinggal slogan, dan hukum berpotensi kehilangan maknanya di mata publik.

LAPORAN TIM RADARNEWS
FERNANDO HUTAURUK

Berita Terkait

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan
Himpunan Mahasiswa Labuhanbatu (HIMLAB) Raya Jakarta secara resmi memulai babak baru kepengurusan
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Sematkan Gelar CFLE kepada Rishki Nifayadi Garawn, Apresiasi Dedikasi di Dunia Jurnalistik dan Sosial
Payung Pemuda Demokrasi, Dorong Pelajar Mengembangkan Potensi Diri melalui Pendidikan dan Diskusi Publik
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, RADARNEWS Desak Pelayanan Polri Bersih dan Transparan serta Tindak Tegas Dugaan Pungli
Presidium Mitra BGN Tuntut Kepastian Operasional SPPG, Investasi Terancam Terjebak Ketidakpastian
Napi Sering Kabur, Tapi Kanwilnya Tidak Pernah di Copot, Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Usulkan Copot Kepala Kanwil Pemasyarakatan Riau dan Kalapas Pasir Pangaraian
GARUDA MENDUNIA: Timnas Indonesia Taklukkan Thailand di Laga Penuh Gengsi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Tim Wasev Kunjungi Lokasi TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0113/Gayo Lues

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:37 WIB

KODIM 0113/GAYO LUES KORAMIL 09/PUTRI BETUNG ​TNI dan Warga Gotong Royong Lanjutkan Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Dusun Tebangun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Babinsa Pos Ramil Dabun Gelang dampingi Penyaluran Makan Bergisi Gratis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah Gayo Lues – Pengerjaan sumur bor pada Sasaran Program Unggulan TNI AD dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130 Tahun 2026 Kodim 0113/Gayo Lues mulai dilaksanakan. Sebanyak dua titik sumur bor akan dibangun di dua Desa, yaitu Kampung Pepelah dan satu lagi di kampung Gajah Kecamatan Pining. Tentunya diharapkan bantuan ini dapat membantu mengurangi krisis air yang selama ini dialami warga, sehingga masyarakat dapat lebih mudah memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Anggota Satgas bersama warga bahu membahu membuat sumur bor demi terciptanya air bersih yang layak pakai. Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim Gayo Lues di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H melalui Wadansatgas Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait mengatakan, bahwa program penyediaan air bersih ini juga menjadi bagian dari komitmen TNI melalui TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan akan air bersih selama musim kemarau. Melalui pembangunan fasilitas air bersih tersebut, diharapkan masyarakat di sekitar dua kampung tersebut dapat memperoleh akses air yang lebih mudah dan memadai untuk menunjang aktivitas rumah tangga, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan warga. Kita berharap bahwa dengan pembuatan sumur bor ini, warga Kampung Pepelah dan Kampung Gajah dapat memiliki akses ke air bersih yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Wadansatgas.

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Babinsa Koramil 01/Terangun Pantau Pembangunan KDKMP Desa Rumpi, Progres Capai 80 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:50 WIB

TNI dan Warga Gotong Royong Lanjutkan Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Gayo Lues ​Gayo Lues

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Babinsa Koramil 03/Blangkejeren pantau kondisi jembatan pasca hujan deras Di Desa Binaan

Berita Terbaru