Wakil Bupati Gayo Lues Perketat Disiplin ASN, Wajibkan Pegawai Miliki Kebun Kopi sebagai Contoh bagi Masyarakat

REDAKTUR

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 - 10:29 WIB

50223 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, melalui Wakil Bupati, mengambil langkah tegas dalam meningkatkan disiplin dan produktivitas aparatur sipil negara (ASN). Salah satu kebijakan yang mencuri perhatian adalah kewajiban bagi seluruh pegawai ASN, termasuk pejabat eselon II (kepala dinas) untuk memiliki kebun kopi. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya nyata dalam mendorong perekonomian lokal sekaligus memberikan contoh langsung kepada masyarakat.

Kebijakan tersebut disampaikan dalam Apel Pagi Gabungan Senin, 30 maret 2026 yang melibatkan seluruh perangkat daerah. Wakil Bupati menegaskan bahwa ASN tidak hanya dituntut untuk bekerja secara profesional, tetapi juga harus menjadi teladan dalam pengembangan potensi daerah, khususnya di sektor pertanian. “ASN harus menjadi contoh di desa masing-masing. Jika kita ingin masyarakat menanam kopi, maka kita sebagai abdi negara harus memulainya terlebih dahulu,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gayo Lues dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika berkualitas tinggi di Indonesia. Pemerintah kabupaten menargetkan perluasan lahan kopi seluas 4.500 hektare dalam beberapa tahun ke depan. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah memberikan kemudahan bagi ASN yang belum memiliki lahan, termasuk opsi meminjam lahan milik masyarakat ujar wakil bupati.

“Bagi ASN yang belum memiliki lahan, bisa meminjam lahan milik desa atau masyarakat. Kami akan fasilitasi agar tidak ada hambatan dalam pelaksanaannya,” tambahnya. Kebijakan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan ASN , sekaligus mengurangi ketergantungan pada gaji bulanan.

Namun, kebijakan ini menuai beragam tanggapan dari kalangan ASN. Sebagian pegawai menyambut baik inisiatif tersebut, menganggapnya sebagai langkah inovatif yang dapat meningkatkan perekonomian daerah. “Ini kesempatan bagus untuk belajar langsung tentang pertanian kopi. Selain itu bisa membantu masyarakat dalam pengembangan usaha,” kata seorang pegawai yang tidak mau di sebutkan namanya.

Selain kewajiban memiliki kebun kopi, pemerintah Gayo Lues juga memperketat disiplin ASN melalui sejumlah aturan baru. Di antaranya adalah penegakan jam kerja yang lebih ketat, kewajiban mengikuti apel pagi, serta peningkatan pengawasan terhadap kinerja pegawai. “Disiplin adalah kunci utama dalam pelayanan publik. Kami akan mengevaluasi secara berkala dan memberikan sanksi bagi yang melanggar,” jelasnya.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas birokrasi melalui reformasi ASN. Wakil Bupati berharap, kebijakan ini dapat menjadi contoh mengoptimalkan peran ASN sebagai agen perubahan di masyarakat.

Sementara itu, masyarakat Gayo Lues menyambut positif kebijakan tersebut. Seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Blangkejeren menyatakan, “Ini langkah yang bagus. Jika ASN ikut menanam kopi, masyarakat akan lebih termotivasi. Selain itu, ini juga bisa meningkatkan perekonomian desa.”

Pemerintah kabupaten juga telah menyiapkan sejumlah program pendukung, seperti pelatihan budidaya kopi, penyediaan bibit unggul, serta bantuan teknis bagi ASN yang baru memulai. “Kami akan dampingi dari awal hingga panen. Tidak ada alasan untuk tidak ikut serta,” ujar wakil bupati .

Dengan kebijakan ini, Gayo Lues berharap dapat mencapai target perluasan lahan kopi sekaligus meningkatkan kesejahteraan ASN dan masyarakat. Jika berhasil, model ini berpotensi untuk direplikasi di daerah lain yang memiliki potensi pertanian serupa.

Namun, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada komitmen dan partisipasi seluruh pihak. Pemerintah kabupaten dituntut untuk memberikan dukungan maksimal, sementara ASN harus menunjukkan keseriusan dalam menjalankan program. Jika sinergi ini terwujud, bukan tidak mungkin Gayo Lues akan menjadi contoh sukses dalam pemberdayaan ASN melalui sektor pertanian.(wahid)

Berita Terkait

Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa
DEDIKASI SEORANG CUT MUTIA GURU SMAN 1 TERANGUN DALAM PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH
Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026
SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional
Ketahanan Pangan Dimulai dari Desa
Kepala SDN 1 Blangkejeren Raih Penghargaan Terbaik Pengelolaan Manajemen Sekolah se-Kabupaten Gayo Lues
APH Didesak Tindak Tegas Pemain Getah Ilegal di Gayo Lues, Negara Dirugikan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa

Selasa, 29 September 2026 - 16:56 WIB

DEDIKASI SEORANG CUT MUTIA GURU SMAN 1 TERANGUN DALAM PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH

Senin, 28 September 2026 - 10:58 WIB

Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026

Kamis, 24 September 2026 - 21:42 WIB

SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional

Sabtu, 5 September 2026 - 22:11 WIB

Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji

Sabtu, 5 September 2026 - 20:12 WIB

Koperasi Merah Putih Tak Sekadar Dibangun, Keberlanjutan Jadi Tantangan Utama

Sabtu, 5 September 2026 - 13:51 WIB

Maulid Nabi di Ponpes Al-Huda Marzuki Al-Jazuli, Momentum Meneladani Akhlak Rasul dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Rabu, 2 September 2026 - 21:05 WIB

Kepala SDN 1 Blangkejeren Raih Penghargaan Terbaik Pengelolaan Manajemen Sekolah se-Kabupaten Gayo Lues

Berita Terbaru

REGIONAL

Babinsa dampingi petani cek pertumbuhan tanaman bawang

Jumat, 2 Okt 2026 - 10:01 WIB