Dinilai Menghina Harkat Martabat, Pengungsi Sinabung Resmi Laporkan Orator Demo HGS ke Polres Karo

REDAKSI SUMUT

- Redaksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:22 WIB

5053 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

RadarNews.Nasional.com,Kabupaten Karo – Puluhan Perwakilan warga yang merupakan pengungsi erupsi Gunung Sinabung resmi mendatangi Markas Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo pada Jumat, 2 Oktober 2026.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Didampingi oleh suami dan keluarga mereka, para pengungsi melayangkan laporan pengaduan resmi terkait dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan verbal yang dilontarkan oleh oknum orator (HGS) saat aksi unjuk rasa di depan Kejaksaan Negeri (Kejari)Karo baru baru ini.

 

Langkah hukum ini diambil sebagai bentuk protes keras dan rasa tersinggung mendalam atas pernyataan sang orator yang dinilai sangat menohok dan merendahkan martabat perempuan pengungsi. Dalam orasi yang viral tersebut, oknum orator menyebutkan dengan lantang,”Karna sulitnya mencari pekerjaan ada yang sudah jadi Lonte.”

 

“menjadi lonte” (pekerja seks).

Perwakilan pengungsi yang hadir di Mapolres Karo menyatakan bahwa kalimat tersebut merupakan fitnah keji yang melukai perasaan seluruh komunitas pengungsi. Kehidupan di posko maupun lahan relokasi memang penuh keterbatasan ekonomi, namun mereka menegaskan tetap berjuang mencari nafkah dengan cara-cara yang halal dan terhormat.

 

Kehadiran para suami dalam pelaporan ini juga menegaskan soliditas keluarga pengungsi yang tidak terima kehormatan istri dan keluarga mereka diinjak-injak di ruang publik.Salah seorang dari para suami mengeluhkan dengan kesal,”Kami tidak menerima tuduhan tersebut !!! apakah dia memiliki bukati ???”

 

 

Akar Masalah dan Tuntutan Korban

Pernyataan kontroversial tersebut sebelumnya terlontar di tengah aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Karo Anti Korupsi (AMKAK) pada Selasa (29/9) lalu di Kajari Karo.Namun, pilihan diksi dari orator yang membawa-bawa profesi sensitif tersebut justru memicu gelombang kemarahan baru dari warga terdampak bencana.

 

Dengan didampingi Pengacara,Novtrakapta,SH.melalui laporan polisi ini, para pengungsi menuntut pihak Polres Karo untuk bertindak cepat, memanggil dan memproses hukum oknum orator tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Warga menegaskan bahwa kebebasan berpendapat di muka umum tidak boleh dijadikan tameng untuk menyebarkan fitnah atau merendahkan harkat dan martabat kemanusiaan.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Polres Karo tengah memeriksa berkas laporan dan meminta keterangan awal dari sejumlah saksi korban yang hadir.

 

Laporan tersebut telah resmi diterima dan diterbitkan surat tanda penerimaan laporannya dengan nomor : STTLP/B/469/X/2026/SPKT/POLRES TANAH KARO/POLDA SUMATERA UTARA.

 

 

(Shelly WS)

Berita Terkait

​Aksi Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Gayo Lues
Bangun Komunikasi yang baik dengan Mitra Karib Babinsa Komsos di Wilayah Binaan
Babinsa dampingi petani cek pertumbuhan tanaman bawang
Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa
​Bantu Pulihkan Akses Ekonomi Pasca-Bencana, Kodim 0113/Gayo Lues Lansir Material Pembangunan 15 Jembatan Perintis Garuda Merah Putih
Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Dan Petugas Penyuluh Lapangan Pertanian Bersinergi Bantu Warga Panen Jagung
Anjangsana Babinsa Komsos dengan Perangkat Desa Tingkatkan Kebersamaan di Wilayah Binaan
HORAS PRESISI: Kapolres Simalungun Pimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penyelesaian Sengketa Lahan di Girsang Sipangan Bolon

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa

Selasa, 29 September 2026 - 16:56 WIB

DEDIKASI SEORANG CUT MUTIA GURU SMAN 1 TERANGUN DALAM PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH

Senin, 28 September 2026 - 10:58 WIB

Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026

Kamis, 24 September 2026 - 21:42 WIB

SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional

Sabtu, 5 September 2026 - 22:11 WIB

Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji

Sabtu, 5 September 2026 - 20:12 WIB

Koperasi Merah Putih Tak Sekadar Dibangun, Keberlanjutan Jadi Tantangan Utama

Sabtu, 5 September 2026 - 13:51 WIB

Maulid Nabi di Ponpes Al-Huda Marzuki Al-Jazuli, Momentum Meneladani Akhlak Rasul dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Rabu, 2 September 2026 - 21:05 WIB

Kepala SDN 1 Blangkejeren Raih Penghargaan Terbaik Pengelolaan Manajemen Sekolah se-Kabupaten Gayo Lues

Berita Terbaru

REGIONAL

Babinsa dampingi petani cek pertumbuhan tanaman bawang

Jumat, 2 Okt 2026 - 10:01 WIB