LSM Tipikor Desak Kapolres Aceh Tenggara Bongkar Dugaan Penyimpangan Anggaran Dinas Kesehatan.

RADAR NEWS

- Redaksi

Senin, 9 Maret 2026 - 23:09 WIB

50263 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADAR NEWS. |  Dugaan penyimpangan anggaran di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tenggara kini semakin menjadi perhatian publik. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tipikor secara tegas mendesak Kapolres Aceh Tenggara agar tidak tinggal diam dan segera membuka penyelidikan terhadap sejumlah kegiatan pengadaan dan proyek yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2024 hingga 2025.

Ketua LSM Tipikor, Jupri Yadi R., kepada tim media Radar News menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah data paket kegiatan yang diduga sarat dengan potensi penyimpangan anggaran. Menurutnya, besarnya nilai proyek yang mencapai miliaran rupiah tersebut harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

“Ini bukan lagi persoalan kecil. Anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan di Dinas Kesehatan mencapai miliaran rupiah. Jika pengelolaannya tidak transparan, maka sangat berpotensi merugikan keuangan negara. Karena itu kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan dan melakukan penyelidikan secara menyeluruh,” tegas Jupri Yadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, pola pengadaan yang digunakan dalam sejumlah kegiatan patut dicermati lebih dalam. Beberapa proyek dilaksanakan melalui skema E-Purchasing, Tender, hingga Pengadaan Langsung dengan nilai anggaran yang cukup besar. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi membuka ruang terjadinya permainan anggaran apabila tidak diawasi secara ketat.

Berdasarkan data yang dihimpun LSM Tipikor dan disampaikan kepada awak media Radar News, terdapat sejumlah kegiatan bernilai besar yang kini menjadi sorotan, di antaranya:

Pengadaan Pusling Puskesmas (Kewajiban 2024) – Rp6.708.350.000 – E-Purchasing – APBD

Belanja Obat dan BMHP – Rp5.663.392.000 – E-Purchasing – APBD

Pengadaan Mobil Ambulans Pusling – Rp1.400.000.000 – E-Purchasing – APBD

Pengadaan Pusling Roda Empat Puskesmas – Rp1.220.000.000 – E-Purchasing – APBD

Pengadaan PMT Balita dan Ibu Hamil (2024) – Rp655.813.000 – E-Purchasing – APBD

Belanja Modal Alat Kesehatan Umum (2024) – Rp539.117.300 – E-Purchasing – APBD

Rehabilitasi Poskesdes Rantodior – Rp500.000.000 – Tender – APBD

Rehabilitasi Puskesmas Mamas – Rp500.000.000 – Tender – APBD

Pengadaan Dental Unit – Rp500.000.000 – E-Purchasing – APBD

Pengadaan PMT Susu Balita – Rp447.129.000 – E-Purchasing – APBD

Rehabilitasi Gedung Dinas Kesehatan – Rp300.000.000 – Tender – APBD

Rehabilitasi Poskesdes Bun-Bun Indah – Rp300.000.000 – Tender – APBD

Pengadaan PMT Susu Balita Miskin (2024) – Rp198.544.500 – E-Purchasing – APBD

Pemasangan Paving Block Puskesmas Naga Timbul – Rp150.000.000 – Pengadaan Langsung – APBD

Rehabilitasi Pustu (Kuning, Kubu, Sempilang, Darul Aman) – masing-masing Rp150.000.000 – Pengadaan Langsung – APBD

Pengadaan Mobiler Gedung PSC 119 – Rp139.670.000 – Pengadaan Langsung – APBD

Belanja BBM dan Pelumas – Rp134.894.000 – Pengadaan Langsung – APBD

Pengadaan PMT Biskuit Balita Miskin (2024) – Rp125.993.374 – E-Purchasing – APBD

Pemasangan Instalasi Air Puskesmas Leuser – Rp72.300.000 – Pengadaan Langsung – APBD

Pengadaan Vitamin Balita Miskin (2024) – Rp69.297.522 – E-Purchasing – APBD

Selain itu, LSM Tipikor juga mengungkapkan masih terdapat belasan item kegiatan lain seperti pengadaan ATK, buku, serta pemeliharaan rutin yang turut masuk dalam daftar audit lembaga tersebut dan dinilai perlu diperiksa lebih jauh.

Jupri Yadi menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan sektor yang sangat vital karena menyangkut pelayanan dasar masyarakat. Oleh sebab itu, setiap penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

“Jangan sampai anggaran yang seharusnya dipergunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat justru diduga menjadi lahan permainan anggaran. Jika ada indikasi penyimpangan, maka tidak boleh ada kompromi. Aparat penegak hukum harus bertindak tegas dan profesional,” ujarnya.

Di tengah mencuatnya dugaan berbagai potensi penyimpangan anggaran pada sejumlah kegiatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara Tahun Anggaran 2024–2025, publik kini mulai mempertanyakan sejauh mana prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas benar-benar diterapkan dalam pengelolaan anggaran yang bersumber dari keuangan negara tersebut.

Pertanyaan mendasar yang kini muncul di tengah masyarakat adalah: apakah seluruh proses pengadaan, baik melalui mekanisme E-Purchasing, tender, maupun pengadaan langsung, telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta benar-benar berorientasi pada kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat?

Dengan nilai kegiatan yang mencapai miliaran rupiah, publik tentu berhak mengetahui secara jelas bagaimana proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban setiap kegiatan tersebut dijalankan. Terlebih lagi, sebagian kegiatan yang menjadi sorotan melibatkan program yang sangat krusial, seperti pengadaan alat kesehatan, ambulans, program gizi balita dan ibu hamil, hingga rehabilitasi fasilitas kesehatan.

Dalam konteks ini, sejumlah kalangan juga mulai mempertanyakan apakah mekanisme pengawasan internal telah berjalan secara optimal, serta sejauh mana pengendalian terhadap potensi penyimpangan benar-benar dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan.

Tidak kalah penting, publik juga menaruh perhatian pada penggunaan pola swakelola dan pengadaan langsung dalam sejumlah kegiatan fisik. Apakah penerapan mekanisme tersebut telah didasarkan pada pertimbangan teknis dan regulasi yang tepat, atau justru membuka ruang bagi potensi penyimpangan yang dapat merugikan keuangan negara?

Pertanyaan lain yang tidak kalah krusial adalah: apakah seluruh kegiatan yang telah dianggarkan benar-benar terealisasi secara fisik di lapangan sesuai dengan nilai anggaran yang dikeluarkan? Ataukah terdapat perbedaan antara dokumen administrasi dengan kondisi riil di lapangan yang seharusnya menjadi perhatian serius bagi aparat pengawas dan penegak hukum.

Situasi ini tentu menuntut klarifikasi terbuka dari pihak terkait, sekaligus menjadi momentum penting bagi aparat penegak hukum untuk menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga integritas pengelolaan keuangan negara, khususnya di sektor kesehatan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, tim media RadarNews akan terus memantau serta mengawal perkembangan isu ini secara profesional dan berimbang, sembari memberikan ruang bagi semua pihak untuk menyampaikan penjelasan secara terbuka kepada publik. Sebab pada akhirnya kepercayaan masyarakat juga tertuju kepada institusi pemerintahan dan penegakan hukum akan sangat ditentukan oleh keberanian untuk membuka fakta secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab di hadapan publik serta keadilan yg memang semestinya untuk diterapkan di bumi Sepakat segenap ini.

 

LAPORAN TIM RADAR NEWS.

FERNANDO. H

 

Berita Terkait

Panggung Tuduhan Aset Desa Berubah Arah, Pelapor Kini Ditantang Buka Semua Fakta yang Dimiliki
Tiga Pria Diamankan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara, Sabu dan Alat Hisap Disita
Perang Melawan Sabu di Aceh Tenggara Terus Digencarkan, Dukungan Masyarakat Jadi Kekuatan Utama Satresnarkoba
Melalui Sosialisasi Intensif, Polsek Bukit Tusam Ingatkan Warga Bahaya Membakar Hutan dan Lahan
Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kute Bakhti
Qurban Presisi Polres Aceh Tenggara, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha 1447H
Ketika Ketamakan Menguasai Amanah, Rakyat Menjadi Korban
Polres Aceh Tenggara Gelar Razia Malam, Sopir Travel Bermuatan Berlebih Ditegur Humanis

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:14 WIB

Babinsa Bersama Warga, Gotong royong dalam Pembuatan awal pondasi Jembatan Gantung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:49 WIB

TNI dan Masyarakat Bersinergi Bangun Kembali Jembatan Gantung Dusun Tebangun Desa Pintu Gayo yang Putus Akibat Banjir

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:26 WIB

Melalui Komsos, Babinsa Berikan Motivasi Kepada Petani Cabe Merah di Desa Binaan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:21 WIB

Babinsa melaksanakan pendampingan petani cabe merah

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:11 WIB

Babinsa Koramil 05/Pining Bersama Masyarakat Laksanakan Gotong Royong

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:30 WIB

Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto, Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Praktik Korupsi

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:24 WIB

Kalapas Padangsidimpuan Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Temuan Ganja Hasil Razia Gabungan Bersama APH dan Telah Disampaikan Secara Terbuka

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:56 WIB

Babinsa melaksanakan pendampingan petani Kopi

Berita Terbaru