388 Mahasiswa UGL Diwisuda, Simbol Kebangkitan Pendidikan Aceh Tenggara

RADAR NEWS

- Redaksi

Sabtu, 8 November 2025 - 21:06 WIB

50480 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Sebanyak 388 mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL), Kutacane, resmi diwisuda dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan XI yang digelar pada Sabtu, 8 November 2025. Prosesi wisuda yang berlangsung di halaman utama kampus tersebut menjadi penanda penting bagi dunia pendidikan di Aceh Tenggara, sekaligus simbol hadirnya semangat baru dalam mencetak generasi terdidik dari wilayah pedalaman.

Pelaksanaan upacara berlangsung dalam balutan nuansa adat dan kebangsaan. Panggung utama berdiri kokoh dengan dekorasi bertema merah-putih yang berpadu dengan ornamen khas budaya Alas. Sebentang spanduk besar dengan ucapan selamat dari Ketua Umum Yayasan Pendidikan Gunung Leuser dan Rektor UGL menghiasi latar panggung, menguatkan pesan bahwa wisuda ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan pencapaian kolektif yang bernilai strategis bagi daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prosesi dimulai dengan penampilan tarian adat Alas–Gayo, mempertegas akar budaya lokal yang selama ini menjadi identitas kuat masyarakat Aceh Tenggara. Kehadiran budaya ini menjadi pengingat bahwa pendidikan yang maju tidak boleh tercerabut dari tradisi. Para wisudawan yang mengenakan toga tampak khidmat menyaksikan tarian sebagai simbol penghormatan terhadap tanah yang telah membesarkan mereka.

Rektor Universitas Gunung Leuser, Dr. Indra Utama, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga terhadap para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan. Ia menyebut, lebih dari separuh jumlah wisudawan tahun ini berasal dari desa-desa yang tersebar di pelosok Aceh Tenggara. Hal ini, menurutnya, menjadi cermin bahwa universitas tersebut tidak lahir untuk segelintir kalangan, melainkan hadir sebagai milik rakyat yang membumi.

Sebanyak enam program studi turut meluluskan sarjana pada angkatan kali ini. Program studi Pendidikan Biologi meluluskan 69 orang, Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PKO) sebanyak 50 orang, Agroteknologi 96 orang, Teknik Sipil 37 orang, Akuntansi 38 orang, serta Manajemen sebanyak 98 orang. Jumlah tersebut memperlihatkan ragam kompetensi yang dikembangkan kampus dalam menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Momentum ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah pejabat daerah, antara lain Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M., Ketua DPRK Denny Febrian Roza, S.STP., M.Si., dan Kepala LLDikti Wilayah XIII Aceh Dr. Ir. Rizal Munandi, M.M., M.T. Jajaran Forkopimda Aceh Tenggara, tokoh masyarakat, para camat, serta wali mahasiswa dari berbagai kecamatan juga tampak memenuhi area wisuda.

Dalam pidatonya, Bupati Aceh Tenggara menyampaikan apresiasi tinggi kepada Universitas Gunung Leuser atas kontribusinya terhadap pendidikan kawasan. Menurutnya, eksistensi UGL membuktikan bahwa anak-anak daerah memiliki potensi besar untuk bersaing tanpa harus meninggalkan tanah kelahiran. Ia menyebut UGL sebagai kebanggaan kolektif masyarakat Aceh Tenggara, dan turut mengajak semua pihak untuk terus mendukung pengembangan lembaga pendidikan ini dalam jangka panjang.

Suasana haru terlihat saat para orang tua dan wali wisudawan menyaksikan anak-anak mereka berdiri di panggung utama mengenakan toga, simbol keberhasilan yang tidak terlepas dari kerja keras, ketekunan, dan doa dalam diam yang dipanjatkan selama bertahun-tahun. Banyak di antara mereka datang dari kecamatan yang jauh, menempuh perjalanan panjang demi menyaksikan hari istimewa ini.

Kini, Universitas Gunung Leuser tak lagi hanya dikenal sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi di Kutacane. Kampus ini telah menjelma menjadi tumpuan harapan, simbol kebangkitan pendidikan, dan jendela masa depan bagi generasi muda Aceh Tenggara. Setiap sarjana yang lahir dari UGL adalah cerminan perubahan — bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi desa dan tanah kelahiran yang menantikan sentuhan ilmu dan dedikasi mereka.

Fernando H

Berita Terkait

Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih
Kapolres Agara Lepas Karnaval Budaya, Warna-Warni Tradisi Semarakkan Hari Jadi Ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara
SMA Negeri 1 Kutacane Terus Berinovasi Cetak Generasi Unggul dari Tanoh Alas
Dana Miliaran Digelontorkan, Namun 70 Persen Penghuni Lapas Kutacane Terjerat Narkoba, Ada Apa dengan Penanganan Narkoba di Aceh Tenggara?
Revitalisasi SD Negeri 2 Kuning: Ratusan Lembar Seng Raib, Kepala Sekolah Diduga Monopoli Proyek
Empat Tahun Menanti Kepastian Hukum, Pelapor Pertanyakan Keseriusan Penanganan Kasus DPO Penipuan dan Penggelapan
Ucapan Terima Kasih Keluarga Besar Joyce Christine Br. Hutauruk
Putri Tanoh Alas di Grand Final Duta FILKOM UB 2026, Aceh Tenggara Diajak Bersatu Memberi Dukungan

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:43 WIB

Sesuai Narasi Unggahan Tik Tok Aseng Bupati Karo Bantah dan Tidak Pernah Menyerukan Aksi Tabrak Pelaku Pungli di Pemandian Air Panas

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:53 WIB

Rumah Ilmu Yang Menghangatkan: SMAN 8 Pekanbaru Buktikan Guru Yang Terus Belajar Lahirkan Generasi Emas

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:35 WIB

Dandim 0113/Gayo Lues Pimpin Pengecekan Lahan dan Pembukaan Jalan Karya Bhakti TNI TA 2026 di Desa Pertik

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Babinsa 08/Blangpegayon pererat tali silaturahmi Komsos dengan Warga binaan

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:27 WIB

Babinsa komsos dengan tokoh masyarakat didesa binaan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:14 WIB

Babinsa Koramil 05/Pining Laksanakan Komsos dan Monitoring Pembagian MBG di SD Negeri Pining

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:29 WIB

Heboh! Baznas Ogan Ilir Diduga Langkahi Kades, Bedah Rumah ODGJ Picu Tanda Tanya Besar, Publik Desak Buka Dokumen!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:21 WIB

Tingkatkan Kesigapan Petugas, Lapas Binjai Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran Dengan Dinas Damkar Pemko Medan

Berita Terbaru