Lewat Anugerah Kebudayaan 2026, PWI Pusat Bangun Gerakan Pers Peduli Seni dan Identitas Budaya Nusantara

RADAR NEWS

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 14:34 WIB

50713 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar sosialisasi Anugerah Kebudayaan 2026 yang akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Provinsi Banten, Februari mendatang. Kegiatan ini ditujukan bagi para kepala daerah (bupati/wali kota) serta wartawan lokal yang memiliki rekam jejak dalam pemajuan kebudayaan di daerah masing-masing.

Sosialisasi ini dilangsungkan secara daring pada Rabu, 22 Oktober 2025, dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia HPN 2026. Hadir pula dalam kesempatan itu, Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono, Ketua PWI Provinsi se-Indonesia, Ketua PWI Kabupaten/Kota, serta perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) dari berbagai daerah.

Dalam arahannya, Zulmansyah menyampaikan bahwa Anugerah Kebudayaan ini diharapkan dapat terus menjadi program unggulan PWI Pusat, karena memberikan ruang apresiasi bagi pelaku budaya, baik dari kalangan pemerintah daerah maupun jurnalis yang memiliki perhatian pada bidang seni dan kebudayaan.“Kita bersyukur, Anugerah Kebudayaan ini bisa kembali digelar setelah sempat terhenti. Harapannya, kegiatan ini bisa terus menjadi program unggulan PWI Pusat karena sangat bermanfaat bagi semua pihak,” kata Zulmansyah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mendorong seluruh pengurus PWI di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk aktif menyosialisasikan kegiatan ini kepada mitra daerahnya.“Kami yakin, banyak kepala daerah yang sebenarnya telah melakukan kontribusi besar dalam pemajuan kebudayaan. Tinggal bagaimana kita mengangkat dan mendokumentasikan kerja-kerja mereka secara tepat,” ujar Zulmansyah.

Sementara itu, Yusuf Susilo Hartono, yang selama ini menjadi motor penggerak program Anugerah Kebudayaan PWI sejak awal, menjelaskan bahwa tema tahun ini adalah “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers.”

Tema ini mencerminkan semangat untuk mendorong pelestarian dan inovasi kebudayaan berbasis komunitas dan pemerintah daerah, dengan dukungan aktif dari media dan pers sebagai kanal edukasi dan promosi budaya lokal.“Kita ingin melihat bagaimana kepala daerah dan komunitas budaya mampu bersinergi dengan media untuk memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi. Karena itu, rekam jejak dan konsistensi menjadi faktor penting dalam seleksi,” terang Yusuf.

Menurutnya, penghargaan ini terbuka bagi seluruh bupati dan wali kota aktif yang tidak sedang berurusan dengan hukum. Para kepala daerah tersebut diharapkan mengirimkan satu karya atau kegiatan budaya yang selaras dengan tema, dilengkapi proposal naratif dan video pendukung berdurasi maksimal 7 menit.

Yusuf menegaskan bahwa proposal yang diajukan tidak boleh dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI), dan harus mencerminkan nilai-nilai lokal serta keunikan kearifan budaya masing-masing daerah.

Untuk kategori wartawan dan komunitas budaya, penghargaan ini ditujukan kepada jurnalis yang selama ini aktif berkesenian atau bergiat dalam kebudayaan bersama komunitasnya, tidak terbatas hanya dari organisasi PWI saja. Peserta harus memiliki pengalaman minimal 10 tahun dalam kegiatan seni atau budaya, serta menyertakan portofolio, biodata, dokumentasi, tautan berita, dan kartu identitas pers.

Sosialisasi ini, menurut Yusuf, merupakan langkah awal untuk menjaring lebih banyak peserta dari berbagai daerah, terutama dari wilayah-wilayah yang selama ini memiliki kekayaan budaya yang belum banyak terekspos media nasional.“Dengan kerja sama media dan komunitas, kita berharap kebudayaan daerah bisa menjadi daya ungkit pembangunan yang inklusif. Apresiasi ini juga menjadi bentuk dorongan agar kepala daerah terus memberi ruang bagi pertumbuhan komunitas seni dan budaya,” kata Yusuf.

Pendaftaran dibuka mulai 21 Oktober hingga 21 November 2025, dan seluruh berkas dikirim melalui email resmi panitia: AK-PWI-HPN2026@gmail.com.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung selama hampir dua jam itu, sejumlah perwakilan PWI daerah menyambut antusias pelaksanaan Anugerah Kebudayaan ini. Mereka menyatakan siap untuk menyosialisasikan kegiatan ini ke kepala daerah di wilayah masing-masing.

Sementara itu, H. Muhammad Amru, selaku Dewan Pakar PWI Pusat, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa Anugerah Kebudayaan bukan hanya ajang penghargaan, melainkan bagian dari “gerakan kebudayaan” yang dilakukan oleh insan pers bersama pemerintah daerah.“Ini bukan hanya soal apresiasi, tapi soal keberlanjutan kebudayaan lokal dalam konteks pembangunan nasional. Kita butuh narasi baru tentang budaya, dan media memiliki tanggung jawab besar dalam membangunnya,” ujar Amru.

Amru juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini agar menjadi ajang bergengsi tahunan yang tidak hanya berhenti di seremoni.

Sebagai informasi, penganugerahan akan dilaksanakan dalam perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dipusatkan di Provinsi Banten, pada 6–9 Februari 2026. Acara ini akan dihadiri Presiden RI, tokoh pers nasional, pejabat tinggi negara, serta ribuan wartawan dari seluruh penjuru tanah air.

Dengan kembali digelarnya Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026, harapannya jurnalis dan kepala daerah dapat terus bersinergi dalam memajukan kebudayaan Indonesia yang kaya dan beragam—dengan tetap mengedepankan inklusivitas, keberlanjutan, dan kekuatan narasi media. (RED)

Berita Terkait

Kampung Kota Rikit Gaib di Bawah Kepemimpinan Taher Raih Skor 90,5, Pemkab Gayo Lues Terima Penghargaan KPK
ust Julianto pane. Polisi Inovatif, Mendirikan Pesantren Ruhul ‘Azam
Kasat Narkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri Terima Penghargaan Usai Ungkap Kasus Narkoba dan Musnahkan 26,5 Hektare Ladang Ganja
Tagline Boleh Berganti, Tetapi Integritas Jangan Dikompromikan
Tindak Tegas Oknum yang Bermain-Main Dengan Laporan Masyarakat
Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa
TEBANG PILIH HUKUM DI BALIK JERUJI BESI!  Skandal 10 Klaster Mewah Ilegal di Lapas Cibinong Akhirnya Hancur Diratakan Ekskavator
Jerry Massie Kritik Keras Jokowi, Sebut Pemerintahannya Kental dengan Kontroversi Pernyataan dan Janji yang Tak Kunjung Terbukti

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Polsek Banyuasin II Sosialisasikan Pencegahan Karhutla di Desa Muara Sungsang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Muara Telang Aipda Ade Yasri, Ajak Warga Desa Telang Jaya Kec. Muara Telang Kembangkan Pekarangan Produktif

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Polsek Muara Padang Gencarkan Patroli dan Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Margo Mulyo 16

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Rambutan Aipda Zahrudin, Ajak Warga Kel. Jakabaring Selatan Kec. Rambutan Kembangkan Pekarangan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Betung Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Desa Taja Raya I

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Talang Kelapa Imbau Warga Sungai Rengit Cegah Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Polres Banyuasin Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Musi 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:02 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Betung Brigpol Wahyu Agung Kamaludin, Ajak Warga Desa Lubuk Lancang Kec. Suak Tapeh Kembangkan Pekarangan Produktif

Berita Terbaru

REGIONAL

Musim Hujan, Babinsa Ingatkan Warga Waspada Bencana Alam

Jumat, 30 Okt 2026 - 13:22 WIB