Masjid Suhada Desa Rikit Terendam Banjir Tahunan hingga ketinggian 1 mtr, Warga memohon Pemkab Aceh Tenggara Segera Bangun Solusi Permanen

REDAKTUR

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:46 WIB

50394 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, masjid Suhada yang terletak di Desa Rikit, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, kembali menjadi perhatian masyarakat setempat akibat banjir tahunan yang terus berulang setiap kali musim hujan tiba. Selama bertahun-tahun, masjid yang menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan warga ini selalu tergenang air dengan ketinggian antara 50-100cm.

Genangan air yang kerap berlangsung hingga dua hingga tiga minggu ini bukan hanya mengganggu pelaksanaan ibadah shalat lima waktu dan shalat Jumat, tetapi juga merusak fasilitas masjid. Karpet, mimbar, sound system, hingga Alquran sering basah dan rusak. Dinding masjid yang terbuat dari bata juga mulai menghitam karena kelembaban yang tinggi, sementara lantai dasar yang rendah membuat air mudah masuk dan sulit surut. Menurut warga setempat, masjid yang dibangun sejak awal 1990 an ini berada di dataran yang relatif rendah dan berdekatan dengan aliran anak sungai yang kurang terkelola. Saat hujan deras mengguyur kawasan pegunungan di sekitar Kecamatan Bambel, air dengan cepat mengalir ke permukiman dan tidak memiliki jalur pembuangan yang memadai. Akibatnya, Masjid Suhada yang seharusnya menjadi tempat yang tenang dan suci justru berubah menjadi kolam besar setiap tahunnya. Imam masjid bersama pengurus takmir telah berkali-kali melakukan berbagai upaya. Mereka pernah membuat saluran air manual di sekitar masjid, menaikkan lantai sebagian ruangan dengan cor semen, serta membersihkan lumpur dan sampah setelah banjir surut. Namun semua itu hanya solusi sementara. Begitu musim hujan datang kembali, masalah yang sama muncul lagi. “Masjid ini bukan hanya tempat shalat, tapi juga pusat pendidikan anak-anak mengaji, majelis taklim, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Kalau terus begini setiap tahun, kami khawatir semangat warga untuk beribadah akan menurun. Anak-anak juga jadi trauma melihat masjid mereka seperti danau,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Desa Rikit.(dedi harianto), aspirasi secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara agar segera melakukan intervensi. Mereka berharap ada tiga langkah konkret yang dapat dilakukan pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertama, normalisasi dan pendalaman saluran air serta anak sungai di sekitar desa.

Kedua, pembuatan drainase yang lebih besar dan sistem pompa air jika diperlukan.

Ketiga, pertimbangan peninggian lantai masjid secara permanen disertai pembangunan talud atau sheet pile di sisi yang rawan banjir.

Beberapa tokoh masyarakat dan pemuda Desa Rikit menyatakan bahwa mereka siap mendukung penuh apabila Pemkab Aceh Tenggara menurunkan tim untuk survei dan menyusun desain penanganan. Mereka juga berharap agar aspirasi ini dapat didengar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Tenggara serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Masalah banjir di Masjid Suhada bukanlah kasus tunggal di Kecamatan Bambel. Beberapa masjid dan meunasah lain di wilayah dataran rendah juga mengalami masalah serupa, meski tidak separah Masjid Suhada. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat persoalan tata kelola air dan drainase wilayah yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Dengan kondisi geografis Aceh Tenggara yang memiliki curah hujan cukup tinggi pada musim tertentu, penanganan banjir secara terencana dan berkelanjutan menjadi sangat penting. Warga Desa Rikit berharap agar Masjid Suhada, sebagai salah satu simbol keberagamaan dan persatuan masyarakat, dapat segera terbebas dari ancaman genangan air agar dapat berfungsi secara maksimal sebagai rumah ibadah yang layak dan nyaman. Aspirasi ini diharapkan tidak hanya menjadi catatan tahunan semata, melainkan dapat ditindaklanjuti dengan langkah nyata dari pemerintah daerah sehingga Masjid Suhada dapat kembali menjadi kebanggaan dan pusat peradaban keagamaan bagi masyarakat Desa Rikit dan sekitarnya (Wahidin)

Berita Terkait

BM3 Perkuat Pemulihan Desa Tetingi lewat Tanam Raya, Bantuan Jetor, dan Lumbung Desa Berbasis Syariah
Tradisi Pemberangkatan Personel Batalyon D Pelopor Dalam Rangka Pendidikan SIP 56 Tahun 2026
Dari Cianjur untuk Indonesia: Laboratorium Uji Pompa Pertanian Diharapkan Menjadi Pusat Pengembangan Mekanisasi dan Ketahanan Pangan Nasional
Ucapan Terima Kasih Keluarga Besar Joyce Christine Br. Hutauruk
Ketua GMBI Bandung Barat Soroti Revitalisasi SDN Cinta Bakti, Diduga Dikerjakan Konsultan Berinisial W
Babinsa Koramil 05/Pining Melaksanakan Gotong Royong di Lokasi Pembuatan Jembatan Gantung Perintis
Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!
Putri Tanoh Alas di Grand Final Duta FILKOM UB 2026, Aceh Tenggara Diajak Bersatu Memberi Dukungan

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:45 WIB

BM3 Perkuat Pemulihan Desa Tetingi lewat Tanam Raya, Bantuan Jetor, dan Lumbung Desa Berbasis Syariah

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:40 WIB

Kalapas Labuhan Ruku Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Lewat Podcast YouTube ke Polres Batu Bara

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:56 WIB

Komsos,Cara Babinsa Untuk Menjalin Silaturahmi Dengan Warga Binaan

Senin, 15 Juni 2026 - 22:30 WIB

Kalapas Labuhan Ruku: Dugaan Pelanggaran Tidak Benar – Kami Jalankan Tugas Secara Profesional dan Transparan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:04 WIB

Babinsa 08/Blangpegayon pererat tali silaturahmi Komsos dengan Warga binaan

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:15 WIB

Komsos, Media Babinsa Untuk Jalin Silaturahmi Bersama Warga Binaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:52 WIB

Babinsa Koramil 06/Tripe Jaya Melaksanakan Gotong Royong di Lokasi Pembuatan Jembatan Gantung Perintis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:44 WIB

Babinsa Koramil 05/Pining Gotong Royong Bersama Masyarakat di Desa Lesten

Berita Terbaru