TAKALAR – radarnews.co.id | Warga Desa Laguruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, mengeluhkan kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kelangkaan tersebut diduga berkaitan dengan penyaluran LPG subsidi oleh salah satu pangkalan ke luar wilayah Kabupaten Takalar.
Pangkalan yang dimaksud diketahui bertuliskan “Baso Daeng Bani alias Daeng Sarro”. Warga menduga tabung gas melon yang seharusnya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin, pelaku usaha mikro, nelayan, dan petani sasaran justru dijual ke wilayah Kabupaten Gowa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang tokoh masyarakat Desa Laguruda mengaku telah berulang kali mengingatkan pemilik pangkalan agar tidak menyalurkan LPG subsidi ke luar daerah. Namun, menurutnya, peringatan tersebut tidak diindahkan.
“Sudah berkali-kali saya beri peringatan supaya gas LPG jangan dijual ke Kabupaten Gowa, tetapi pemilik pangkalan tidak mau mendengar karena merasa dirinya juga tokoh masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Senin (26/5/2026).
Ia mengatakan, kecurigaan warga muncul karena masyarakat setempat sering kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram. Saat hendak membeli, warga kerap mendapat alasan bahwa stok telah habis.
Merasa ada kejanggalan, tokoh masyarakat tersebut kemudian menelusuri distribusi tabung gas dari pangkalan dimaksud. Dari hasil penelusurannya, ia mengaku menemukan adanya pengiriman LPG subsidi ke wilayah Kabupaten Gowa.
“Saya merasa miris karena masyarakat setempat justru tidak dilayani atau tidak diberi kesempatan membeli dengan alasan habis. Setelah saya telusuri dan mengikuti pengantarnya, ternyata gas itu dijual di Kabupaten Gowa,” katanya.
Warga berharap aparat penegak hukum, khususnya Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Takalar, segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan distribusi LPG subsidi tersebut.
Selain itu, warga juga meminta agar izin pangkalan dicabut apabila terbukti melakukan penjualan LPG subsidi di luar wilayah distribusi yang telah ditetapkan pemerintah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pangkalan yang disebutkan warga belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
( D T )






































