Klarifikasi Kepala Sekolah SMP PGRI Ngamprah Terkait Tuduhan Praktek Tidak Profesional dan Penahanan Gaji Guru

Redaksi

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 14:36 WIB

501,433 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat, Radarnews.co.id ||        22 Oktober 2025 — Menyikapi pemberitaan yang beredar di media sosial dengan judul “Delapan Guru Bongkar Praktek Tak Profesional Kepala Sekolah, Hingga Gaji Ditahan dan Sentuhan Tak Etis”, Kepala Sekolah SMP PGRI Ngamprah, Tedi Cahyadiana, S.E., memberikan klarifikasi resmi kepada awak media guna meluruskan informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

1. Terkait Pembagian Honor Guru

Dalam keterangannya, Tedi menjelaskan bahwa sistem pemberian honor bagi guru dan pegawai di sekolah swasta, termasuk SMP PGRI Ngamprah, pada dasarnya dilakukan setiap akhir bulan atau awal bulan berikutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagai contoh, untuk pelaksanaan kewajiban mengajar di bulan Januari, honorarium dibayarkan pada awal bulan Februari. Pola ini sudah menjadi praktik umum di sekolah swasta,” jelas Tedi.

Ia menambahkan bahwa potensi keterlambatan pembayaran honor bisa saja terjadi, terutama pada bulan Januari dan Juli, karena pada periode tersebut pencairan dana BOS dari Kemendikbudristek biasanya baru diterima pada minggu kedua atau ketiga bulan berjalan.

“Selama saya menjabat sebagai kepala sekolah, tidak pernah terjadi keterlambatan pembayaran honor sampai dua bulan atau lebih,” tegasnya.

Tedi juga membantah adanya kebijakan menahan gaji guru tanpa alasan yang jelas. Menurutnya, prosedur administrasi yang perlu diselesaikan oleh guru sebelum pencairan honor adalah bagian dari sistem pertanggungjawaban profesional.

“Kebijakan penyelesaian administrasi sebelum pencairan honor justru bertujuan agar ada keseimbangan antara hak dan kewajiban masing-masing guru. Ini juga untuk menumbuhkan profesionalisme dan kedisiplinan dalam bekerja,” tambahnya.

2. Terkait Dugaan Pelecehan Verbal dan Fisik

Menanggapi isu dugaan pelecehan yang muncul dalam pemberitaan, Tedi memberikan penjelasan kronologis. Kejadian dimaksud, kata dia, terjadi saat kegiatan pembelajaran Seni Teater di kelas yang saat itu ia supervisi langsung.

“Saat itu, saya melihat antusiasme siswa yang kurang. Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, saya mencoba memberikan contoh teknik ice breaking agar suasana kelas menjadi lebih hidup. Salah satu caranya dengan menggunakan trik sulap sederhana menggunakan ballpoint,” terangnya.

Tedi menjelaskan bahwa dalam proses tersebut tidak ada tindakan yang bermuatan pelecehan, baik verbal maupun fisik. Semua dilakukan dalam konteks pembelajaran untuk memberi contoh kepada guru bagaimana melibatkan siswa secara aktif dan menyenangkan.

“Saya memang memegang tangan guru yang menjadi contoh dalam simulasi tersebut, namun murni untuk menunjukkan teknik pembelajaran. Tidak ada niat maupun tindakan yang bersifat tidak etis,” ujarnya.

Mengenai tuduhan ucapan tidak pantas seperti “wanita gatal” atau “bondon”, Tedi dengan tegas membantah hal tersebut.

“Saya tidak pernah mengucapkan kata-kata seperti itu. Bila ada yang merasa tersinggung, saya mohon maaf. Saya hanya berupaya memberikan pembinaan secara pribadi agar guru bisa lebih menjaga etika dan profesionalitas dalam bekerja,” tutur Tedi dengan nada menenangkan.

3. Komitmen untuk Profesionalisme dan Keharmonisan di Lingkungan Sekolah

Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat, khususnya orang tua siswa dan para pendidik di SMP PGRI Ngamprah, Tedi menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen menjaga suasana kerja yang harmonis, profesional, dan transparan.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru, memperhatikan fasilitas penunjang, serta memperkuat komunikasi internal agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman,” pungkasnya.

Tedi berharap, klarifikasi ini dapat menjadi bahan pencerahan bagi publik dan menghentikan penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Redaksi
SMP PGRI Ngamprah, Bandung Barat
Diterbitkan oleh Tim Media & Informasi Sekolah

( Tim investigasi )

Berita Terkait

Tagline Boleh Berganti, Tetapi Integritas Jangan Dikompromikan
400+ KK dari 8 Desa Laporkan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Lampung, YLBHI-LBH Bandar Lampung Desak Penegakan Hukum Menyentuh Aktor Intelektua
Tindak Tegas Oknum yang Bermain-Main Dengan Laporan Masyarakat
Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa
TEBANG PILIH HUKUM DI BALIK JERUJI BESI!  Skandal 10 Klaster Mewah Ilegal di Lapas Cibinong Akhirnya Hancur Diratakan Ekskavator
Jerry Massie Kritik Keras Jokowi, Sebut Pemerintahannya Kental dengan Kontroversi Pernyataan dan Janji yang Tak Kunjung Terbukti
DEDIKASI SEORANG CUT MUTIA GURU SMAN 1 TERANGUN DALAM PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH
Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:30 WIB

“Bhabinkamtibmas Polsek Talang Kelapa Aipda Andri Yana Susanto, Ajak Masyarakat Dukung Program Swasembada Pangan Nasional”.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:25 WIB

“Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin III Bripka Andy Setiyawan, Ajak Masyarakat Dukung Program Swasembada Pangan Nasional”.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Ground Check Dua Hotspot di Muara Sugihan, Polisi Temukan Lahan Terbakar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:16 WIB

“Bhabinkamtibmas Polsek Tungkal Ilir Aiptu Suseno, Ajak Masyarakat Dukung Program Swasembada Pangan Nasional”.

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Ops Sikat I Musi 2026, Satreskrim Polres Banyuasin Amankan DPO Kasus Curanmor 2019

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Tujuh Hotspot Terdeteksi di Wilayah Pulau Rimau, Polisi Lakukan Ground Check

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Bhabinkamtibmas Betung Edukasi Warga Talang Ipuh

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin ll Aiptu Joni Setiawan, Dorong Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Untuk Dukung Swasembada Pangan”.

Berita Terbaru

REGIONAL

Percepatan Pembangunan Jembatan Perintis

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:18 WIB