Takalar, Radarnews.co.id – Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-30 di Kabupaten Takalar menjadi momentum refleksi bagi jajaran pemerintah daerah untuk kembali menegaskan esensi pelayanan publik yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.senin 24/4/2026
Sekretaris Daerah Takalar muhammad Hasbi ,S,stp,m,ap,m,kom menegaskan bahwa pelaksanaan otonomi daerah tidak boleh terjebak pada kegiatan seremonial semata. Ia mengingatkan seluruh perangkat daerah agar lebih fokus pada kerja-kerja konkret yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peringatan ini jangan hanya menjadi rutinitas tahunan yang bersifat simbolik. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menghadirkan pelayanan yang efektif, inovatif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, semangat otonomi daerah harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan, serta optimalisasi potensi daerah secara berkelanjutan.
Hal ini sejalan dengan tujuan utama otonomi daerah, yakni mendorong kesejahteraan dan memperkuat demokrasi di tingkat lokal.
Sekda juga mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran, terutama dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan. Ia meminta agar penggunaan anggaran lebih diarahkan pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan untuk kegiatan yang bersifat seremonial berlebihan.
Setiap rupiah anggaran harus dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat nyata. Hindari kegiatan yang tidak berdampak signifikan,” ujarnya.
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini diharapkan menjadi titik evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat komitmen terhadap pelayanan publik yang berkualitas, transparan, dan akuntabel.
Dengan semangat otonomi yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Takalar diharapkan mampu terus berinovasi dan menghadirkan kebijakan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di tengah dinamika pembangunan
( D T )





































