Pondok Pesantren Askaril Ikhlas Litahfidzul Qur’an di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, resmi membuka penerimaan santri baru atau PSB untuk tahun pelajaran 2026/2027. Pendaftaran akan dimulai pada 12 Januari 2026 dan berlangsung hingga kuota yang disediakan benar-benar terpenuhi. Sebagai lembaga pendidikan Islam yang menjadikan penghafalan Al-Qur’an sebagai program unggulan, pesantren ini menawarkan pendidikan terintegrasi di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan dukungan program beasiswa berprestasi.
Pesantren yang berlokasi di Desa Sentang, samping Rumah Sakit Tanah Goyang, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues ini mengusung visi pendidikan holistik yang menggabungkan penguasaan ilmu agama, khususnya litahfidzul Qur’an, dengan prestasi akademik dan pembentukan karakter. Melalui pengumuman resmi yang disebarkan, pihak pengelola menampilkan komitmen mereka dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya hafal kitab suci, tetapi juga kompeten dalam pengetahuan umum serta siap berkontribusi bagi masyarakat. Terdapat empat program beasiswa yang disediakan, yaitu Beasiswa Tahfidz bagi santri yang fokus mendalami hafalan Al-Qur’an, Beasiswa Akademik untuk siswa berprestasi di bidang studi formal.
Calon santri yang berminat diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan secara lengkap. Persyaratan tersebut meliputi fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran, fotokopi ijazah SD atau SMP, surat keterangan aktif sekolah, pas foto berukuran 3×4 sebanyak empat lembar, fotokopi penghargaan atau bukti prestasi yang pernah diraih, fotokopi rekening Bank Pembangunan Daerah (BPD), fotokopi Kartu BPJS, serta mengisi formulir pendaftaran yang disediakan. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui pemindaian kode QR yang tersedia pada pengumuman resmi atau mengakses tautan pendaftaran online yang disertakan. Pendekatan daring ini diharapkan dapat memudahkan calon santri dan orang tua dari berbagai daerah untuk berpartisipasi tanpa harus datang langsung ke lokasi pada tahap awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pengumuman tersebut juga ditampilkan sosok pimpinan dan pengasuh pesantren, antara lain Drs. H. Sulaiman, Riza Chaddy Hamzah, Lc., serta Marjoni, S.Pd., yang mewakili komitmen pengelola dalam menjaga kualitas pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Berbagai foto kegiatan santri yang menyertai pengumuman memperlihatkan suasana kehidupan pesantren yang dinamis, mulai dari pembelajaran kelompok, acara wisuda, kegiatan penghargaan prestasi, hingga kebersamaan dalam seragam yang rapi. Para santri terlihat aktif memegang sertifikat, berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan menunjukkan disiplin yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa lingkungan belajar di Askaril Ikhlas mendukung pengembangan potensi secara menyeluruh, baik dalam aspek keagamaan maupun akademik.
Keberadaan Pondok Pesantren Askaril Ikhlas semakin relevan di tengah kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang mengintegrasikan tradisi keilmuan Islam dengan tuntutan zaman. Program Litahfidzul Qur’an menjadi fondasi utama, di mana santri didorong untuk menghafal Al-Qur’an secara intensif sambil tetap mengikuti kurikulum pendidikan formal yang setara dengan sekolah umum. Lulusan diharapkan tidak hanya unggul dalam hafalan dan pemahaman agama, melainkan juga memiliki kemampuan akademik yang memadai untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau terlibat aktif dalam pembangunan daerah.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut, pihak pesantren menyediakan contact person yang dapat dihubungi melalui nomor 0822-1087-9004 dan 0821-3081-5717. Informasi resmi juga dapat diakses melalui akun media sosial Ponpes Mahadul Askari Ikhlas. Pihak pengelola mengimbau agar calon santri dan orang tua segera mempersiapkan seluruh persyaratan sejak dini mengingat pendaftaran dibatasi oleh kuota. Dengan dibukanya PSB ini, diharapkan semakin banyak anak bangsa yang memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan berkualitas di pesantren yang mengutamakan pembentukan akhlak mulia, kecerdasan intelektual, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Kesempatan ini menjadi momentum penting bagi keluarga di Gayo Lues untuk berinvestasi pada pendidikan generasi mendatang yang berlandaskan iman dan ilmu. (wahid)





































