Dukung Produksi Kopi Unggul, Dinas Pertanian Gayo Lues Targetkan 5.000 Hektare Tanaman Kopi Gayo 3 hingga 2027

RADAR NEWS

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 00:10 WIB

50622 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui Dinas Pertanian terus mendorong peningkatan produksi kopi unggulan lokal dengan menggulirkan program peremajaan dan pengembangan varietas kopi Gayo 3. Langkah ini dilakukan guna memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perkebunan.

Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues, Ir. Abdul Hakim, M.P, menjelaskan bahwa bibit kopi yang disalurkan dalam program ini bukanlah benih sembarangan, melainkan berasal dari varietas unggul yang telah melalui proses penelitian dan sertifikasi resmi. Hal ini disampaikannya pada saat kegiatan konsolidasi bersama stakeholder pertanian, Selasa, 04 November 2025.

“Bibit yang kami distribusikan telah melalui proses sertifikasi ketat dari UPTD Provinsi Aceh dan berasal dari Kebun Induk yang sudah ditetapkan dalam SK Menteri Pertanian, khusus varietas Gayo 3. Benih ini sah secara legal dan terbukti unggul secara kualitas,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada tahap awal tahun ini, sebanyak 100.000 bibit kopi akan disalurkan kepada empat kelompok tani di satu kecamatan sebagai bagian dari pengembangan lahan seluas 100 hektare. Program ini akan dilanjutkan di fase berikutnya dengan sasaran perluasan lahan mencapai 1.500 hektare hingga akhir tahun 2025, sebagai bagian dari target nasional yang dirancang sampai 5.000 hektare pada 2027.

“Untuk tahun anggaran 2025 ini, kami menargetkan perluasan lahan kopi hingga 1.500 hektare. Penanaman tahap awal dijadwalkan akan dimulai pada Desember 2025 dan dilanjutkan pada Maret–April 2026,” tutur Abdul Hakim.

Program ini difokuskan bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani, dengan luasan lahan minimal setengah hektare. Ia menegaskan bahwa verifikasi akan dilakukan melalui teknologi citra satelit untuk memastikan keakuratan lokasi, serta kesesuaian lahan, termasuk ketinggian wilayah di atas 800 meter dari permukaan laut.

Dijelaskan pula bahwa dari total luas wilayah Kabupaten Gayo Lues, hanya 30 persen yang dapat digarap untuk aktivitas pertanian, karena sisanya masuk kategori Taman Nasional Gunung Leuser dan kawasan hutan lindung. Karena itu, optimalisasi lahan pertanian menjadi sangat penting dan memerlukan pengelolaan cermat.

Di sisi lain, pemerintah daerah berkomitmen untuk tidak membebani petani dengan aturan pemasaran. Petani diberi keleluasaan menjual hasil panen ke pengepul, koperasi, atau pasar ekspor. Pemkab bersifat memfasilitasi dan mendorong petani agar mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.

“Terserah petani ingin menjual kemana. Yang penting produksi meningkat dan berdampak pada ekonomi masyarakat. Kami tidak intervensi pasar, tapi akan tetap memberi pendampingan teknis,” tegasnya.

Dalam jangka panjang, Pemkab Gayo Lues juga tengah mempersiapkan agenda hilirisasi kopi dan membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta. Salah satunya, menjajaki komunikasi dengan perusahaan pengolahan kopi seperti PT Ujang Jaya dan mitra ekspor seperti Starbucks di Medan.

“Pemkab mengarahkan, bukan mendominasi. Ini bagian dari upaya kami membangun pasar yang sehat dan kompetitif,” ungkap Abdul Hakim.

Program strategis ini pun mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian. Berdasarkan hasil rapat koordinasi terakhir, Gayo Lues menjadi salah satu prioritas nasional untuk pengembangan kopi di wilayah dataran tinggi. Dalam dua tahun ke depan, 4.000 hektare lahan diharapkan sudah tertanami kopi varietas unggul, sebelum target penuh 5.000 hektare tercapai di tahun 2027.

Untuk mengikuti program ini, masyarakat harus mendaftar melalui kelompok tani resmi yang telah terdaftar dalam sistem Simluhtan (Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian). Sementara itu, bantuan Pemerintah Kabupaten saat ini meliputi pengadaan bibit dan subsidi biaya kerja pengolahan lahan awal. Untuk bantuan pupuk dan sarana produksi tambahan, Pemkab menargetkan mendukung lebih lanjut pada tahun anggaran berikutnya.

“Hingga 2027, kami ingin semua target tercapai dan masyarakat Gayo Lues bisa merasakan langsung manfaat dari pembangunan sektor perkebunan yang terencana. Ini sekaligus bagian dari visi besar kami menjadikan kopi Gayo sebagai komoditas unggulan daerah,” pungkas Abdul Hakim. (Syukri)

Berita Terkait

Cerobong PT Hopson Kembali Mengepul, Ketegasan Aparat Dipertanyakan di Tengah Pembekuan Resmi
Pabrik PT Hopson Diduga Nekat Produksi Meski Disanksi, Negara Dinilai Kalah oleh Keberanian Perusahaan di Gayo Lues
Festival Ceria Anak Bangsa di TK Negeri 2 Blangkejeren Jadi Ruang Edukasi, Seni, dan Kebersamaan Anak-Anak
Babinsa Koramil 06/Tripe Jaya Bersama Masyarakat Bantu Petugas PLN Pasang Kabel Listrik
Aktivitas Ilegal PT Hopson Tak Pernah Benar-Benar Berhenti, Di Mana Ketegasan Aparat Lingkungan?
Negara Seolah Lumpuh, PT Hopson Kembali Operasi Saat Status Masih Dibekukan Pemerintah Aceh
Masjid Suhada Desa Rikit Terendam Banjir Tahunan hingga ketinggian 1 mtr, Warga memohon Pemkab Aceh Tenggara Segera Bangun Solusi Permanen
Krisis Kepercayaan terhadap Pengawasan Lingkungan Menguat, PLT KPPH VIII Gayo Lues Diminta Bertanggung Jawab

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:56 WIB

Wujudkan Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Talang Kelapa Gerakkan Program P2B di Tanah Mas Indah

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:56 WIB

Bhabinkamtibmas Air Kumbang Gerakkan Masyarakat Cinta Manis Baru Dukung Swasembada Pangan

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:53 WIB

Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak, Warga Sungai Dua Bersinergi dengan TNI-Polri Jelang Idul Adha

Senin, 25 Mei 2026 - 19:02 WIB

Polres Banyuasin Gelar Apel Pagi, Kapolres Ajak Personel Tingkatkan Kewaspadaan dan Jauhi Narkoba

Senin, 25 Mei 2026 - 18:59 WIB

Bhabinkamtibmas Betung Gerakkan Masyarakat Dukung Swasembada Pangan Nasional

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:18 WIB

*BERKAT INFORMASI WARGA, POLSEK AIR KUMBANG AMANKAN 3 TERDUGA PENCURI KABEL TOWER BTS SENILAI RP10,4 JUTA*

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:41 WIB

POLRES BANYUASIN SIAP DUKUNG SWASEMBADA PANGAN, BHABINKAMTIBMAS CEK LANGSUNG LAHAN JAGUNG KWARTAL II DI DESA MEKAR JAYA

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:10 WIB

Polisi Pastikan Teknisi WiFi yang Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Perbaikan Kabel di Banyuasin Selamat

Berita Terbaru

REGIONAL

Babinsa Gotong Royong Bersama Warga Bersihkan Lingkungan

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:07 WIB