Musyawarah Desa Lawe Stul Tanpa Hasil, Warga Pertanyakan Komitmen Pemerintah Desa

RADAR NEWS

- Redaksi

Senin, 3 November 2025 - 22:26 WIB

50235 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara , -(03/1-/2025) — Suasana di balai pertemuan Desa Lawe Stul, Kecamatan Darul Hasanah, berubah menjadi penuh kekecewaan usai pelaksanaan musyawarah desa yang digelar beberapa waktu lalu. Warga yang hadir dengan harapan besar untuk mendapatkan kejelasan atas sejumlah isu prioritas justru harus kembali pulang tanpa kepastian. Forum yang seharusnya menjadi ajang dialog terbuka antara pemerintah desa dan masyarakat dianggap gagal menjawab kegelisahan yang sudah lama mengendap di tengah warga.

Musyawarah desa yang dihadiri oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga tersebut mulanya dijadwalkan membahas beberapa persoalan penting di tingkat desa, termasuk terkait pengelolaan anggaran dana desa, pembangunan infrastruktur kecil hingga transparansi penggunaan dana bantuan pemerintah. Namun alih-alih menghasilkan keputusan konkrit, pembahasan justru terkesan berputar-putar tanpa arah yang jelas sehingga tidak sedikit warga memilih meninggalkan ruang musyawarah sebelum rapat benar-benar ditutup.

Beberapa peserta menyampaikan kekecewaan mereka karena merasa tidak benar-benar dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Pandangan masyarakat yang didasarkan pada kondisi nyata di lapangan, menurut mereka, kerap kali diabaikan atau hanya dicatat tanpa tindak lanjut yang pasti. Sementara pertanyaan-pertanyaan kritis yang diajukan oleh beberapa tokoh pemuda desa pun hanya mendapat jawaban normatif dari pihak terkait tanpa komitmen yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekecewaan warga semakin dalam ketika satu-persatu harapan yang disampaikan dalam forum justru direspons dengan sikap defensif oleh sebagian aparatur desa. Kritik dianggap sebagai serangan pribadi, bukan sebagai bagian dari dinamika demokrasi tingkat desa yang menjunjung prinsip partisipasi. Alhasil, tidak ada satu pun keputusan besar yang berhasil dirumuskan dalam musyawarah tersebut, dan masyarakat pun mempertanyakan sejauh mana komitmen pemerintah desa dalam mengakomodasi kebutuhan dan suara warga.

Beberapa warga menyebut bahwa musyawarah desa kali ini hanyalah formalitas belaka. Meski setiap warga diberi kesempatan untuk berbicara, namun hasil akhir dari pertemuan tersebut tetap jauh dari ekspektasi. Tidak sedikit dari mereka mulai kehilangan kepercayaan terhadap mekanisme musyawarah desa yang seharusnya menjadi pilar penting dalam proses pembangunan berbasis komunitas.

Kondisi ini dinilai menjadi peringatan bagi pemerintah desa akan pentingnya membangun komunikasi dua arah yang sehat dengan masyarakat. Keterbukaan informasi, akuntabilitas, dan ruang partisipasi nyata menjadi tiga hal yang didesak segera diperbaiki agar hubungan antara warga dengan pemangku kebijakan desa tidak semakin merenggang. Masyarakat berharap ke depan, agenda musyawarah desa tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, melainkan benar-benar berfungsi sebagai sarana pengambilan keputusan yang bijak, adil, dan menyeluruh.

Situasi di Desa Lawe Stul menggambarkan dinamika hubungan antara rakyat dan pemerintah di tengah upaya mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih partisipatif. Ketika harapan tidak bertemu kenyataan, maka ruang-ruang dialog menjadi aset penting yang harus dijaga dari sikap tertutup dan pengabaian aspirasi. Masyarakat sepakat bahwa pembangunan yang berhasil bukan hanya tentang infrastruktur yang berdiri, tetapi juga tentang iklim kepercayaan yang terbentuk di atas pondasi keadilan dan keterlibatan bersama.

TEAM RADAR NEWS
FERNANDO.H.

Berita Terkait

MUSDA X Golkar Aceh Tenggara: Konsolidasi atau Pertarungan Kursi Ketua?
Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa
Yahdi Hasan Ramud : Meniti Jalan Panjang Dari Bumi Sepakat Segenep, Hingga Panggung DPRA
DEDIKASI SEORANG CUT MUTIA GURU SMAN 1 TERANGUN DALAM PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH
Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026
SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional
Jalan Raya Bukan Arena Kebisingan, Polres Aceh Tenggara Musnahkan 46 Knalpot Brong
Kepala SDN 1 Blangkejeren Raih Penghargaan Terbaik Pengelolaan Manajemen Sekolah se-Kabupaten Gayo Lues

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:30 WIB

“Bhabinkamtibmas Polsek Talang Kelapa Aipda Andri Yana Susanto, Ajak Masyarakat Dukung Program Swasembada Pangan Nasional”.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Respons Cepat, Polisi Tangani Kebakaran Lahan di Mariana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:25 WIB

“Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin III Bripka Andy Setiyawan, Ajak Masyarakat Dukung Program Swasembada Pangan Nasional”.

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:16 WIB

“Bhabinkamtibmas Polsek Tungkal Ilir Aiptu Suseno, Ajak Masyarakat Dukung Program Swasembada Pangan Nasional”.

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Ops Sikat I Musi 2026, Satreskrim Polres Banyuasin Amankan DPO Kasus Curanmor 2019

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Tujuh Hotspot Terdeteksi di Wilayah Pulau Rimau, Polisi Lakukan Ground Check

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Bhabinkamtibmas Betung Edukasi Warga Talang Ipuh

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin ll Aiptu Joni Setiawan, Dorong Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Untuk Dukung Swasembada Pangan”.

Berita Terbaru

REGIONAL

Percepatan Pembangunan Jembatan Perintis

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:18 WIB

BANYUASIN

Respons Cepat, Polisi Tangani Kebakaran Lahan di Mariana

Rabu, 7 Okt 2026 - 20:28 WIB