Musyawarah Desa Lawe Stul Tanpa Hasil, Warga Pertanyakan Komitmen Pemerintah Desa

RADAR NEWS

- Redaksi

Senin, 3 November 2025 - 22:26 WIB

50216 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara , -(03/1-/2025) — Suasana di balai pertemuan Desa Lawe Stul, Kecamatan Darul Hasanah, berubah menjadi penuh kekecewaan usai pelaksanaan musyawarah desa yang digelar beberapa waktu lalu. Warga yang hadir dengan harapan besar untuk mendapatkan kejelasan atas sejumlah isu prioritas justru harus kembali pulang tanpa kepastian. Forum yang seharusnya menjadi ajang dialog terbuka antara pemerintah desa dan masyarakat dianggap gagal menjawab kegelisahan yang sudah lama mengendap di tengah warga.

Musyawarah desa yang dihadiri oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga tersebut mulanya dijadwalkan membahas beberapa persoalan penting di tingkat desa, termasuk terkait pengelolaan anggaran dana desa, pembangunan infrastruktur kecil hingga transparansi penggunaan dana bantuan pemerintah. Namun alih-alih menghasilkan keputusan konkrit, pembahasan justru terkesan berputar-putar tanpa arah yang jelas sehingga tidak sedikit warga memilih meninggalkan ruang musyawarah sebelum rapat benar-benar ditutup.

Beberapa peserta menyampaikan kekecewaan mereka karena merasa tidak benar-benar dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Pandangan masyarakat yang didasarkan pada kondisi nyata di lapangan, menurut mereka, kerap kali diabaikan atau hanya dicatat tanpa tindak lanjut yang pasti. Sementara pertanyaan-pertanyaan kritis yang diajukan oleh beberapa tokoh pemuda desa pun hanya mendapat jawaban normatif dari pihak terkait tanpa komitmen yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekecewaan warga semakin dalam ketika satu-persatu harapan yang disampaikan dalam forum justru direspons dengan sikap defensif oleh sebagian aparatur desa. Kritik dianggap sebagai serangan pribadi, bukan sebagai bagian dari dinamika demokrasi tingkat desa yang menjunjung prinsip partisipasi. Alhasil, tidak ada satu pun keputusan besar yang berhasil dirumuskan dalam musyawarah tersebut, dan masyarakat pun mempertanyakan sejauh mana komitmen pemerintah desa dalam mengakomodasi kebutuhan dan suara warga.

Beberapa warga menyebut bahwa musyawarah desa kali ini hanyalah formalitas belaka. Meski setiap warga diberi kesempatan untuk berbicara, namun hasil akhir dari pertemuan tersebut tetap jauh dari ekspektasi. Tidak sedikit dari mereka mulai kehilangan kepercayaan terhadap mekanisme musyawarah desa yang seharusnya menjadi pilar penting dalam proses pembangunan berbasis komunitas.

Kondisi ini dinilai menjadi peringatan bagi pemerintah desa akan pentingnya membangun komunikasi dua arah yang sehat dengan masyarakat. Keterbukaan informasi, akuntabilitas, dan ruang partisipasi nyata menjadi tiga hal yang didesak segera diperbaiki agar hubungan antara warga dengan pemangku kebijakan desa tidak semakin merenggang. Masyarakat berharap ke depan, agenda musyawarah desa tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, melainkan benar-benar berfungsi sebagai sarana pengambilan keputusan yang bijak, adil, dan menyeluruh.

Situasi di Desa Lawe Stul menggambarkan dinamika hubungan antara rakyat dan pemerintah di tengah upaya mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih partisipatif. Ketika harapan tidak bertemu kenyataan, maka ruang-ruang dialog menjadi aset penting yang harus dijaga dari sikap tertutup dan pengabaian aspirasi. Masyarakat sepakat bahwa pembangunan yang berhasil bukan hanya tentang infrastruktur yang berdiri, tetapi juga tentang iklim kepercayaan yang terbentuk di atas pondasi keadilan dan keterlibatan bersama.

TEAM RADAR NEWS
FERNANDO.H.

Berita Terkait

Atap Bocor, Ruang Kelas MTsN 2 Aceh Tenggara Butuh Perhatian Pemerintah
Perdagangan Manusia Kejahatan Luar Biasa, HTW Serukan Penegakan Hukum Tegas dan Perlindungan bagi Korban
13 Anggota MPD Gayo Lues Periode 2026-2031 Terpilih melalui Mubes
35 Calon Berebut 13 Kursi Anggota Majelis Pendidikan Daerah Gayo Lues Periode 2026-2031**
Jejak Pengabdian AKBP Yulhendri di Aceh Tenggara: Ketegasan, Humanisme, dan Sinergi yang Patut Dikenang
Kepala Cabang Bungkam, Publik Cemas: Isu Intimidasi dan Pelecehan di BSI Kutacane Belum Terjawab
Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi
SDS Terpadu Raudlatul Jannah menjadi contoh, baik di kabupaten gayo lues maupun di provinsi Aceh.

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Anggota Koramil 08/Blangpegayon Dan Personil Yon TP 855/RD Melaksanakan Pengecatan Jembatan Gantung

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Jembatan Gantung Perintis Garuda I di Desa Kendawi selesai diresmikan, Warga Dapat Beraktivitas Kembali

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Dandim 0113/Gayo Lues Cek Kesiapan Paskibraka Jelang Upacara HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Dandim 0113/Gayo Lues Bersama Ketua Persit Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:58 WIB

AKSI NYATA PEMULIHAN DARI BENCANA ALAM GABUNGAN TNI & WARGA GOTONG ROYONG MASAL PEMBANGUNAN JEMBATAN MERAH PUTIH

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Kebut Finishing Pembangunan Jembatan Gantung Demi Keselamatan dan Kesejahteraan Warga Masyarakat Desa Binaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Laksanakan Jum’at Bersih, Babinsa Koramil 03/Blangkejeren dan Masyarakat Bersihkan Munasha

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Ratusan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit Terdekat Diduga Keracunan MBG, Bupati dan Kapolres Karo Langsung Tinjau 

Berita Terbaru