55 Kepala Sekolah Dilantik, Akankah Pendidikan Aceh Tenggara Benar-Benar Berubah atau Sekadar Rotasi Jabatan?

RADAR NEWS

- Redaksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:56 WIB

50125 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARNEWS |  Kutacane   Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 55 kepala satuan pendidikan oleh Bupati Aceh Tenggara, HM. Salim Fakhry, Jumat (3/7/2026), menjadi babak baru dalam tata kelola pendidikan di Kabupaten Aceh Tenggara. Namun di balik prosesi yang berlangsung khidmat, publik justru menaruh harapan besar sekaligus menyimpan berbagai pertanyaan yang hingga kini belum terjawab.

Selama beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan di Aceh Tenggara masih menghadapi beragam persoalan yang menjadi sorotan masyarakat. Mulai dari kualitas pembelajaran yang dinilai belum merata, lemahnya pengawasan, persoalan kedisiplinan aparatur, hingga pengelolaan anggaran pendidikan yang terus menjadi perhatian publik.

Pelantikan 55 kepala sekolah yang terdiri dari 41 Kepala SD, 11 Kepala SMP, dan 3 Kepala TK dipandang sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan daerah. Pergantian pimpinan sekolah tidak akan memiliki arti apabila hanya sebatas rotasi jabatan tanpa diikuti perubahan nyata di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Bupati HM. Salim Fakhry menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan hadiah ataupun penghargaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada pemerintah, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal tegas bahwa setiap kepala sekolah dituntut bekerja secara profesional, berintegritas, transparan, serta mampu mengelola sekolah dengan mengutamakan kepentingan peserta didik, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Namun, masyarakat kini menunggu pembuktian, bukan sekadar pidato seremonial. Sejumlah kalangan menilai, sektor pendidikan Aceh Tenggara membutuhkan langkah konkret yang menyentuh persoalan mendasar, termasuk peningkatan kualitas guru, disiplin aparatur sekolah, efektivitas penggunaan anggaran pendidikan, serta pengawasan terhadap seluruh program yang bersumber dari APBN maupun APBD.

Pertanyaan lain yang juga mengemuka adalah sejauh mana proses penunjukan kepala sekolah telah dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi, rekam jejak, integritas, dan kemampuan manajerial. Transparansi dalam proses tersebut menjadi penting agar tidak memunculkan persepsi negatif maupun menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

Sebagai pemegang kewenangan teknis, Dinas Pendidikan Aceh Tenggara juga diharapkan tidak berhenti pada proses pelantikan semata. Evaluasi berkala terhadap kinerja kepala sekolah harus dilakukan secara terukur dengan indikator yang jelas, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, tata kelola administrasi, pengelolaan anggaran, hingga prestasi peserta didik.

Pengamat pendidikan menilai bahwa kualitas sekolah tidak cukup diukur dari kelengkapan administrasi semata. Keberhasilan kepala sekolah harus tercermin dari meningkatnya mutu pembelajaran, kedisiplinan tenaga pendidik, rendahnya angka putus sekolah, serta lahirnya prestasi akademik maupun non akademik yang membanggakan daerah.

RADARNEWS menilai, pelantikan ini menjadi ujian awal bagi komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam membangun pendidikan yang bersih, profesional, transparan, dan akuntabel. Masyarakat tentu berharap momentum ini bukan hanya menghasilkan pergantian nama di kursi kepala sekolah, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh siswa, guru, dan orang tua.

Ke depan, publik akan melihat apakah para kepala sekolah yang baru mampu menjawab tantangan tersebut atau justru mengulangi pola lama yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

RADARNEWS akan terus mengawal perkembangan sektor pendidikan di Aceh Tenggara, termasuk melakukan pemantauan terhadap implementasi kebijakan, efektivitas penggunaan anggaran pendidikan, serta capaian kinerja para kepala sekolah yang baru dilantik. Sebab pendidikan bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan investasi masa depan daerah yang harus dikelola secara jujur, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

LAPORAN TIM RADARNEWS.

FERNANDO. HUTAURUK

Berita Terkait

13 Anggota MPD Gayo Lues Periode 2026-2031 Terpilih melalui Mubes
35 Calon Berebut 13 Kursi Anggota Majelis Pendidikan Daerah Gayo Lues Periode 2026-2031**
Jejak Pengabdian AKBP Yulhendri di Aceh Tenggara: Ketegasan, Humanisme, dan Sinergi yang Patut Dikenang
Kepala Cabang Bungkam, Publik Cemas: Isu Intimidasi dan Pelecehan di BSI Kutacane Belum Terjawab
Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi
SDS Terpadu Raudlatul Jannah menjadi contoh, baik di kabupaten gayo lues maupun di provinsi Aceh.
LSM KOREK Minta APIP Turun Tangan, Proyek Bronjong Ketambe Diduga Bermasalah
Ditetapkan sebagai DPO, Bagindo Romi Diburu Polres Aceh Tenggara, Publik Tunggu Penangkapan Nyata

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:59 WIB

Masuki Tahap Baru, Kodim Abdya Bangun Tower Air untuk Warga di Lima Desa

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:41 WIB

Jembatan Beton di Desa Cinta Makmur Disambut Antusias Warga, Petani: Terimakasih Kodim Abdya

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:32 WIB

Program Manunggal Air Bersih Kodim Abdya Disambut Positif, Warga: Sangat Membantu Kebutuhan Air Bersih

Senin, 20 Juli 2026 - 17:52 WIB

Kodim 0110/Abdya Bangun Lima Sumur Bor, Program TNI AD Manunggal Air Mulai Bergulir

Senin, 6 Juli 2026 - 13:47 WIB

Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:33 WIB

Membelah Bukit, TMMD Hadirkan ‘Merah Putih’ di Gunung Cut

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:07 WIB

Jam Komandan, Dandim Abdya Warning Keras Bahaya Narkoba

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:39 WIB

Kapok Sahli Pangdam IM Disambut Meriah Bentangan Bendera Merah Putih oleh Pelajar di Penutupan TMMD Abdya

Berita Terbaru