ORMAS BUKAN NEGARA DALAM NEGARA! JANGAN UBAH PERBEDAAN MENJADI PERTARUNGAN MASSA

RADAR NEWS

- Redaksi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:21 WIB

50123 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARNEWS — Jika benar konflik yang menyeret nama kelompok Habib Bahar bin Smith dan GRIB Jaya sebagaimana narasi yang beredar melibatkan pengeroyokan, intimidasi, atau tindakan kekerasan, maka publik patut mempertanyakan: sampai kapan masyarakat harus menjadi penonton dari pertikaian kelompok yang mengatasnamakan kekuatan massa?
Kepada kedua belah pihak, rakyat tidak membutuhkan adu keberanian, adu massa, apalagi adu ancaman.
Rakyat membutuhkan kepastian hukum!
Jangan karena memiliki massa, atribut organisasi, jaringan, atau pengaruh tertentu, kemudian muncul kesan seolah-olah hukum dapat dinegosiasikan.
Indonesia bukan milik ormas. Jalanan bukan milik ormas. Dan hukum bukan milik kelompok tertentu.
Kalau ada persoalan, bawa ke meja hukum.
Kalau ada dugaan tindak pidana, laporkan.
Kalau merasa menjadi korban, buktikan.
Kalau ada anggota yang bersalah, jangan berlindung di balik nama organisasi.
Sebab yang sangat berbahaya bukan hanya tindakan kekerasannya, tetapi ketika ormas2 mulai merasa lebih kuat daripada hukum.
Hari ini, mungkin konflik terjadi antara dua kelompok.


Besok siapa yang menjadi korban?
Pedagang?
Warga biasa?
Pengguna jalan?
Anak-anak?
Atau masyarakat yang sama sekali tidak tahu-menahu tetapi harus menanggung ketakutan akibat benturan kelompok?
Jangan sampai rakyat menjadi korban hanya karena segelintir ormas2 ingin menunjukkan siapa yang paling kuat.
Dan kepada aparat penegak hukum, pesan masyarakat juga jelas:
JANGAN TUNGGU SAMPAI ADA KORBAN JIWA BARU BERTINDAK!
Jika ada dugaan pelanggaran hukum, usut secara profesional. Jika terbukti bersalah, proses sesuai hukum. Jangan melihat warna atribut, nama besar organisasi, kedekatan, jabatan, ataupun jumlah massa.
Hukum harus tajam kepada siapa pun yang melanggar, begitupun kepada semua ormas2 yang saling merasa mempunyai kekuatan massa di Republik ini.
Sebab bila masyarakat melihat kelompok tertentu dapat bertindak arogan tanpa konsekuensi, maka yang rusak bukan hanya ketertiban umum.
Tetapi justru saat ini yang sedang dipertaruhkan adalah wibawa negara.
Ormas2 yang benar-benar memperjuangkan rakyat tentu tidak perlu menakut-nakuti.
Ormas,2 yang benar-benar kuat tidak perlu mempertontonkan kekerasan.
Dan ormas2 yang benar-benar yakin berada di pihak yang benar tidak perlu menjadikan massa sebagai alat untuk mengintimidasi.
Kepada kelompok.
Habib Bahar maupun GRIB Jaya. : jika ada perselisihan, Selesaikan dengan hukum. Jangan pertontonkan kekuatan kepada masyarakat seolah – olah ingin menunjukkan bahwa anda2 seolah – olah yg lebih dan merasa telah mempunyai kapasitas di Republik ini.
Karena Negara Kesatuan Republik ini bukan panggung untuk perang untuk mencari simpati masa terhadap antar ormas2 yang ada.
Rakyat sesungguhnya tidak pernah takut pada atribut.
Rakyat tidak pernah tunduk pada gerombolan.
Rakyat hanya ingin satu hal : HUKUM HARUS BERDIRI TEGAK DIATAS KEADILAN YG MEMANG SEMESTINYA.,,,!!
Peringatan Kepada Pemerintah dan Aparat penegak Hukum,,,,!!✍🏻
Apabila Masyarakat sdh Bosan dan tidak bisa terkendali Lagi, maka yang akan terjadi kedepannya adalah REVOLUSI,,,!!✍🏻
RADARNEWS
MENGUNGKAP FAKTA. MENYUARAKAN KEBENARAN.
TAJAM DALAM INVESTIGASI, AKURAT DALAM INFORMASI.
LAPORAN TIM RADARNEWS.
FERNANDO.H

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Sugito Siagian Usung Visi Desa Maju dan Berkeadilan, Prioritaskan Pendidikan, Kesejahteraan Lansia, serta Transparansi Pemerintahan Desa
Persoalan Uang Wakaf dan Infak Masjid Al-Falah Aceh Tenggara Diinformasikan Selesai, Keluarga Rencanakan Pemeriksaan Kesehatan
Musda X Golkar Aceh Tenggara: Denny Febrian Roza Ambil Kendali, Arah Baru Partai Mulai Dipertanyakan
MUSDA X Golkar Aceh Tenggara: Konsolidasi atau Pertarungan Kursi Ketua?
Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa
Yahdi Hasan Ramud : Meniti Jalan Panjang Dari Bumi Sepakat Segenep, Hingga Panggung DPRA
DEDIKASI SEORANG CUT MUTIA GURU SMAN 1 TERANGUN DALAM PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH
Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Babinsa 08/Blangpegayon pererat tali silaturahmi Komsos dengan Warga binaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:46 WIB

Tingkatkan Aksesibilitas Pedalaman, Babinsa Koramil 09/Putri Betung Bersama Warga Lanjutkan Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Awal Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 013/ Gayo Lues Fokus pada Sasaran Fisik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pembangunan jembatan Perintis di Desa Lukub Baru hampir selesai

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Jalin Komunikasi dengan Kepala Sekolah dan Guru, Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Berkunjung Ke SDN Di Wilayah Binaan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Jalin Komunikasi dengan Kepala Sekolah dan Guru, Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Berkunjung Ke SDN Di Wilayah Binaan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Babinsa Dampingi Warga Daftar Bantuan Lewat Aplikasi Perlinsos

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Menciptakan Hubungan Baik Dengan Warga didesa binaan Babinsa Komsos dengan Tokoh Pemuda

Berita Terbaru