ORMAS BUKAN NEGARA DALAM NEGARA! JANGAN UBAH PERBEDAAN MENJADI PERTARUNGAN MASSA

RADAR NEWS

- Redaksi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:21 WIB

50142 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARNEWS — Jika benar konflik yang menyeret nama kelompok Habib Bahar bin Smith dan GRIB Jaya sebagaimana narasi yang beredar melibatkan pengeroyokan, intimidasi, atau tindakan kekerasan, maka publik patut mempertanyakan: sampai kapan masyarakat harus menjadi penonton dari pertikaian kelompok yang mengatasnamakan kekuatan massa?
Kepada kedua belah pihak, rakyat tidak membutuhkan adu keberanian, adu massa, apalagi adu ancaman.
Rakyat membutuhkan kepastian hukum!
Jangan karena memiliki massa, atribut organisasi, jaringan, atau pengaruh tertentu, kemudian muncul kesan seolah-olah hukum dapat dinegosiasikan.
Indonesia bukan milik ormas. Jalanan bukan milik ormas. Dan hukum bukan milik kelompok tertentu.
Kalau ada persoalan, bawa ke meja hukum.
Kalau ada dugaan tindak pidana, laporkan.
Kalau merasa menjadi korban, buktikan.
Kalau ada anggota yang bersalah, jangan berlindung di balik nama organisasi.
Sebab yang sangat berbahaya bukan hanya tindakan kekerasannya, tetapi ketika ormas2 mulai merasa lebih kuat daripada hukum.
Hari ini, mungkin konflik terjadi antara dua kelompok.


Besok siapa yang menjadi korban?
Pedagang?
Warga biasa?
Pengguna jalan?
Anak-anak?
Atau masyarakat yang sama sekali tidak tahu-menahu tetapi harus menanggung ketakutan akibat benturan kelompok?
Jangan sampai rakyat menjadi korban hanya karena segelintir ormas2 ingin menunjukkan siapa yang paling kuat.
Dan kepada aparat penegak hukum, pesan masyarakat juga jelas:
JANGAN TUNGGU SAMPAI ADA KORBAN JIWA BARU BERTINDAK!
Jika ada dugaan pelanggaran hukum, usut secara profesional. Jika terbukti bersalah, proses sesuai hukum. Jangan melihat warna atribut, nama besar organisasi, kedekatan, jabatan, ataupun jumlah massa.
Hukum harus tajam kepada siapa pun yang melanggar, begitupun kepada semua ormas2 yang saling merasa mempunyai kekuatan massa di Republik ini.
Sebab bila masyarakat melihat kelompok tertentu dapat bertindak arogan tanpa konsekuensi, maka yang rusak bukan hanya ketertiban umum.
Tetapi justru saat ini yang sedang dipertaruhkan adalah wibawa negara.
Ormas2 yang benar-benar memperjuangkan rakyat tentu tidak perlu menakut-nakuti.
Ormas,2 yang benar-benar kuat tidak perlu mempertontonkan kekerasan.
Dan ormas2 yang benar-benar yakin berada di pihak yang benar tidak perlu menjadikan massa sebagai alat untuk mengintimidasi.
Kepada kelompok.
Habib Bahar maupun GRIB Jaya. : jika ada perselisihan, Selesaikan dengan hukum. Jangan pertontonkan kekuatan kepada masyarakat seolah – olah ingin menunjukkan bahwa anda2 seolah – olah yg lebih dan merasa telah mempunyai kapasitas di Republik ini.
Karena Negara Kesatuan Republik ini bukan panggung untuk perang untuk mencari simpati masa terhadap antar ormas2 yang ada.
Rakyat sesungguhnya tidak pernah takut pada atribut.
Rakyat tidak pernah tunduk pada gerombolan.
Rakyat hanya ingin satu hal : HUKUM HARUS BERDIRI TEGAK DIATAS KEADILAN YG MEMANG SEMESTINYA.,,,!!
Peringatan Kepada Pemerintah dan Aparat penegak Hukum,,,,!!✍🏻
Apabila Masyarakat sdh Bosan dan tidak bisa terkendali Lagi, maka yang akan terjadi kedepannya adalah REVOLUSI,,,!!✍🏻
RADARNEWS
MENGUNGKAP FAKTA. MENYUARAKAN KEBENARAN.
TAJAM DALAM INVESTIGASI, AKURAT DALAM INFORMASI.
LAPORAN TIM RADARNEWS.
FERNANDO.H

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Pernyataan Resmi Lapas Kutacane Soal Meninggalnya Ishak Alias Ical Setelah 1 Tahun Jadi Buron Pelarian Maret 2025
Relawan Prabowo Desak Jembatan Kuning I Dibongkar, Warga Terus Menderita dan Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Lumpuh
Kandidat Bakal Calon Kades Kutambaru Bencawan Kecewa, Persoalan Domisili Muncul Jelang Penetapan
Kampung Kota Rikit Gaib di Bawah Kepemimpinan Taher Raih Skor 90,5, Pemkab Gayo Lues Terima Penghargaan KPK
ust Julianto pane. Polisi Inovatif, Mendirikan Pesantren Ruhul ‘Azam
Kasat Narkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri Terima Penghargaan Usai Ungkap Kasus Narkoba dan Musnahkan 26,5 Hektare Ladang Ganja
Sugito Siagian Usung Visi Desa Maju dan Berkeadilan, Prioritaskan Pendidikan, Kesejahteraan Lansia, serta Transparansi Pemerintahan Desa
Persoalan Uang Wakaf dan Infak Masjid Al-Falah Aceh Tenggara Diinformasikan Selesai, Keluarga Rencanakan Pemeriksaan Kesehatan

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:56 WIB

TNI Bersama Warga Terus Genjot Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Ramung Musara Gayo Lues

Sabtu, 7 November 2026 - 08:53 WIB

Babinsa Koramil 07/BJ Bersama Polri dan Warga, Gotong Royong Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

Sabtu, 7 November 2026 - 08:47 WIB

Sinergi TNI Bersama Rakyat, Babinsa Bantu Bangun Rumah Warga

Jumat, 6 November 2026 - 12:50 WIB

Kodim 0113/Gayo Lues Gelar Kesamaptaan Jasmani Periodik II Tahun 2026

Jumat, 6 November 2026 - 11:19 WIB

Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Bantu Petani Rontokkan Padi Di Desa Binaan

Jumat, 6 November 2026 - 11:17 WIB

Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung

Jumat, 6 November 2026 - 10:51 WIB

Satpol PP Kabupaten Karo Gelar Razia Kasih Sayang, Guna Penertipan Pelajar Yang Malah Nongkrong Pada Saat Jam Belajar

Kamis, 5 November 2026 - 21:25 WIB

Perhiptani Gayo Lues dan Bener Meriah Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

Berita Terbaru

REGIONAL

Sinergi TNI Bersama Rakyat, Babinsa Bantu Bangun Rumah Warga

Sabtu, 7 Nov 2026 - 08:47 WIB