ORMAS BUKAN NEGARA DALAM NEGARA! JANGAN UBAH PERBEDAAN MENJADI PERTARUNGAN MASSA

RADAR NEWS

- Redaksi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:21 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARNEWS — Jika benar konflik yang menyeret nama kelompok Habib Bahar bin Smith dan GRIB Jaya sebagaimana narasi yang beredar melibatkan pengeroyokan, intimidasi, atau tindakan kekerasan, maka publik patut mempertanyakan: sampai kapan masyarakat harus menjadi penonton dari pertikaian kelompok yang mengatasnamakan kekuatan massa?
Kepada kedua belah pihak, rakyat tidak membutuhkan adu keberanian, adu massa, apalagi adu ancaman.
Rakyat membutuhkan kepastian hukum!
Jangan karena memiliki massa, atribut organisasi, jaringan, atau pengaruh tertentu, kemudian muncul kesan seolah-olah hukum dapat dinegosiasikan.
Indonesia bukan milik ormas. Jalanan bukan milik ormas. Dan hukum bukan milik kelompok tertentu.
Kalau ada persoalan, bawa ke meja hukum.
Kalau ada dugaan tindak pidana, laporkan.
Kalau merasa menjadi korban, buktikan.
Kalau ada anggota yang bersalah, jangan berlindung di balik nama organisasi.
Sebab yang sangat berbahaya bukan hanya tindakan kekerasannya, tetapi ketika ormas2 mulai merasa lebih kuat daripada hukum.
Hari ini, mungkin konflik terjadi antara dua kelompok.


Besok siapa yang menjadi korban?
Pedagang?
Warga biasa?
Pengguna jalan?
Anak-anak?
Atau masyarakat yang sama sekali tidak tahu-menahu tetapi harus menanggung ketakutan akibat benturan kelompok?
Jangan sampai rakyat menjadi korban hanya karena segelintir ormas2 ingin menunjukkan siapa yang paling kuat.
Dan kepada aparat penegak hukum, pesan masyarakat juga jelas:
JANGAN TUNGGU SAMPAI ADA KORBAN JIWA BARU BERTINDAK!
Jika ada dugaan pelanggaran hukum, usut secara profesional. Jika terbukti bersalah, proses sesuai hukum. Jangan melihat warna atribut, nama besar organisasi, kedekatan, jabatan, ataupun jumlah massa.
Hukum harus tajam kepada siapa pun yang melanggar, begitupun kepada semua ormas2 yang saling merasa mempunyai kekuatan massa di Republik ini.
Sebab bila masyarakat melihat kelompok tertentu dapat bertindak arogan tanpa konsekuensi, maka yang rusak bukan hanya ketertiban umum.
Tetapi justru saat ini yang sedang dipertaruhkan adalah wibawa negara.
Ormas2 yang benar-benar memperjuangkan rakyat tentu tidak perlu menakut-nakuti.
Ormas,2 yang benar-benar kuat tidak perlu mempertontonkan kekerasan.
Dan ormas2 yang benar-benar yakin berada di pihak yang benar tidak perlu menjadikan massa sebagai alat untuk mengintimidasi.
Kepada kelompok.
Habib Bahar maupun GRIB Jaya. : jika ada perselisihan, Selesaikan dengan hukum. Jangan pertontonkan kekuatan kepada masyarakat seolah – olah ingin menunjukkan bahwa anda2 seolah – olah yg lebih dan merasa telah mempunyai kapasitas di Republik ini.
Karena Negara Kesatuan Republik ini bukan panggung untuk perang untuk mencari simpati masa terhadap antar ormas2 yang ada.
Rakyat sesungguhnya tidak pernah takut pada atribut.
Rakyat tidak pernah tunduk pada gerombolan.
Rakyat hanya ingin satu hal : HUKUM HARUS BERDIRI TEGAK DIATAS KEADILAN YG MEMANG SEMESTINYA.,,,!!
Peringatan Kepada Pemerintah dan Aparat penegak Hukum,,,,!!✍🏻
Apabila Masyarakat sdh Bosan dan tidak bisa terkendali Lagi, maka yang akan terjadi kedepannya adalah REVOLUSI,,,!!✍🏻
RADARNEWS
MENGUNGKAP FAKTA. MENYUARAKAN KEBENARAN.
TAJAM DALAM INVESTIGASI, AKURAT DALAM INFORMASI.
LAPORAN TIM RADARNEWS.
FERNANDO.H

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

TARUH JABATAN! Pimpinan DPR Bersumpah: RUU Perampasan Aset Wajib Sah 15 Desember 2026 BILA GAGAL, SEMUA MUNDUR!
Bupati Aceh Tenggara Tak Hadiri Rapat Paripurna DPRK, Pertanggungjawaban APBK 2025 Dibacakan Sekda
BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan
Kementerian PUPR Dinilai Lalai, PT Horas Bangun Persada Menang Lelang Proyek Meski Legalitas Galian C Dipertanyakan
Legalitas Material Proyek Longsor Jalan Nasional Aceh Tenggara Dipertanyakan, APH dan Mabes Polri Diminta Turun Tangan
Atap Bocor, Ruang Kelas MTsN 2 Aceh Tenggara Butuh Perhatian Pemerintah
Perdagangan Manusia Kejahatan Luar Biasa, HTW Serukan Penegakan Hukum Tegas dan Perlindungan bagi Korban
13 Anggota MPD Gayo Lues Periode 2026-2031 Terpilih melalui Mubes

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Melalui Patroli Malam, Babinsa Koramil 04 /Kuta Panjang Sosialisasikan Bahaya Karhutla kepada Masyarakat Desa Binaan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Karhutla Mengintai, Muspika Terangun Turun Tangan: Jangan Tunggu Api Membesar

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Terus Lakukan Pencegahan Karhutla Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Rutin Laksanakan Patroli Dan Sosialisasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:02 WIB

LSM Tekan Pemerintah Sumedang Sampaikan Klarifikasi Dugaan Kekerasan dan Intimidasi ASN

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:46 WIB

Babinsa 08/Blangpegayon pererat tali silaturahmi Komsos dengan Warga binaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:43 WIB

​Sinergi TNI dan Warga: Gotong Royong Rampungkan Perehapan Jembatan Gantung Dusun Reje Bujang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Bantuan Pangan Juli – September 2026 Mulai Disalurkan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:46 WIB

Final Turnamen Sepak Bola Piala Bergilir DPD IPK Karo Sekaligus Warnai HUT IPK ke 57

Berita Terbaru

BANDA ACEH

Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi

Minggu, 30 Agu 2026 - 16:41 WIB