Prestasi membanggakan kembali terukir dalam kancah kompetisi religi tingkat nasional, kali ini datang dari seorang putri asal Aceh (Gayo Lues). Ilhammani, putri dari pasangan Bapak Idris dan Ibu Arlina, sukses menyabet gelar Juara I dalam kategori Murattal Daksa Putri pada ajang Grand Final Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional sekaligus Lomba Da’wah Disabilitas.
Kemenangan ini menjadi sorotan tidak hanya karena prestasi teknis dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, tetapi juga karena latar belakang perjuangan Ilhammani yang berasal dari daerah. Gadis yang tumbuh dan besar di Kampung Penosan, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues ini, membawa nama harum daerah asalnya ke panggung nasional. Keberhasilannya menembus ketatnya persaingan di tingkat nasional menunjukkan dedikasi serta latihan keras yang dijalani di tengah segala tantangan yang ada.
Dalam kategori Murattal Daksa Putri, para peserta yang memiliki keterbatasan fisik atau disabilitas daksa berkompetisi menunjukkan kemahiran dalam membaca Al-Quran dengan tartil dan lagu yang tepat. Penampilan Ilhammani di babak Grand Final dinilai mampu memukau para juri, baik dari segi kefasihan makhraj, ketepatan tajwid, maupun penghayatan yang mendalam, sehingga ia layak dinobatkan sebagai yang terbaik di kategorinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemenangan ini juga menjadi refleksi atas dukungan penuh keluarga, terutama kedua orang tuanya, yang senantiasa mendampingi proses belajar Ilhammani. Dukungan moral dan spiritual dari lingkungan keluarga di Kabupaten Gayo Lues menjadi pondasi kuat bagi Ilhammani untuk tetap percaya diri tampil di hadapan publik luas. Pencapaian ini membuktikan bahwa inklusivitas dalam bidang pendidikan agama dan seni tilawah telah memberikan ruang bagi setiap individu.
Kini, nama Ilhammani menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Gayo Lues. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga menjadi catatan sejarah bagi Kampung Penosan dan Kecamatan Blangjerango dalam memberikan kontribusi positif di tingkat nasional. Semangat yang dibawa oleh Ilhammani menegaskan bahwa dengan kemauan yang kuat, keterbatasan fisik justru dapat menjadi kekuatan pendorong untuk mencapai hal-hal besar. (Wahid)






































