Profesor Doktor Sutan Nasomal Ingatkan Presiden Prabowo Bercermin Perang Dunia Persiapkan Peralatan Worning Keselamatan Negara NKRI urgent!!

RADAR NEWS

- Redaksi

Senin, 1 Juni 2026 - 00:27 WIB

50258 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timur Tengah, Negara NKRI harus bersiap siaga menjaga segala kemungkinan buruk terjadi di Indonesia dibalik peristiwa perang selama sebulan belakangan ini terjadi diluar negeri antara Israel dan Orang yang mana sebaiknya pemerintah Indonesia sedia payung sebelum hujan ketimbang kebasahan pribahasa “, ujar Profesor Doktor Sutan Nasomal SH MH menjawab materi pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak onlen dalam luar negeri dikantornya markas pusat partai Koalisi rakyat Indonesia di bilangan cijantung jakarta 31/5/2026 via telpon selulernya.

Situasi Perang membawa satu keputusan bersama pada waktu dekat ini untuk menggerakkan perang besar melibatkan 50 Negara besar dan mungkin lebih. Korea Utara Rusia dan China akan memilih perang besar di buka karena kejahatan perang yang menciptakan krisis hebat dalam banyak hal serta kejahatan perang israel sudah tidak bisa di biarkan.

Detik detik arah perang besar akan terjadi ketika Amerika sepakat dengan Israel menciptakan Israel raya dan akan merusak semua negara negara di Tim-Teng yang mau di ambil paksa. Prof Sutan Nasomal menilai hal ini akan melahirkan kehancuran di seluruh negara negara di dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah kaprah Israel yang memaksakan diri untuk menjajah semua negara di Tim-Teng. Semua peraturan di Dewan Keamanan PBB telah ditinggalkan dan tak berlaku untuk Israel.

Kejahatan perang yang selama ini di lakukan Israel dan sekutunya kini meruncing mengarah pada kemarahan banyak negara negara yang masih mengutamakan kemanusiaan. Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH pakar hukum international dan pemerhati geopolitik serta perang di Tim-Teng, menyayangkan semakin mendekat situasi semua negara di dunia ini terpecah dua dengan akhir terlibat perang.

Krisis energi dan krisis lainnya sudah terdampak saat ini memberatkan masyarakat dunia. Harga harga semua jenis makanan dan barang apapun berubah menjadi sangat mahal. Kesulitan luar biasa dirasakan oleh lapisan masyarakat manapun dan dari menengah kebawah terpuruk.

Perang Terbuka secara meluas tidak bisa di cegah. Maka kesadaran mempertahankan kehidupan yang aman hampir sirna. Bila semua gudang senjata pemusnah manusia telah berbicara maka tidak ada satupun yang bisa bernafas lagi.

Dengan jelas Israel dan Amerika menantang semua negara manapun yang tidak mendukung israel raya untuk perang terbuka. Ancaman tersebut resmi di ucapkan Amerika. Maka menjadi catatan khusus bahwa perang ini akan meluas ke mana mana. Saat ini semua pakar perang di dunia sudah menghitung berapa lama lagi persediaan amunisi atau peralatan perang israel dan amerika. Bahkan ambisi israel dan amerika yang ingin cepat menghacurkan iran dengan seluruh kekuatan militer amerika sudah tercium. Prof Sutan melihat zona pembantaian hebat akan terjadi di Tim-Teng karena arah perang saat ini bisa melibatkan 5 negara seperti Kuwait, Oman, Bahrain, Mesir, Iraq, Turkey, Saudi Arabia. Iran sedang menunggu Ibadah Haji selesai dan kontak langsung saling serang bisa terjadi. Israel memang telah memaksakan perang ini semakin dalam agar Tim-Teng hancur bukan karena serangan Israel tetapi terlibat perang dengan sendirinya.

Konflik perang akan bergeser menuju lautan pacivik dan memaksa China dan korut untuk turun besar besaran menjaga negaranya serta melumpuhkan amerika dengan kontak militer langsung. Bisa di duga bahwa Australia dan Eropa akan hadir juga. Tidak ada lagi sejengkalpun tempat yang aman bila semua pemimpin di dunia ini tidak bisa melumpuhkan Amerika dan Israel.

Israel Raya telah menjadi proyek rahasia selama 50 tahun ini guna merampas semua kekayaan di Tim-Teng. Maka saat ini waktunya rencana tersebut di paksakan. Yang lebih menyeramkan semua negara yang berkerja sama dengan amerika dipastikan akan terlibat perang.

Prof Sutan Nasomal SH,MH menghimbau Presiden RI agar tidak masuk dalam jebakan perang ini.

 

Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Pidana Internasional, Ekonomi Nasional Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocates Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Edukasi Keluarga Indonesia Bila Terjadi Perang, Apa yang Harus di Lakukan Sangat Penting
Prof Sutan Nasomal : Amerika Panik Sampai Datang Ke China Karena Iran Menang Perang
IWO-I KBB dan Kesbangpol Perkuat Sinergi, Tegaskan Pers Pilar Keempat Demokrasi dan Sosial Kontrol
Akhir Tahun Lebih Berkesan, bank bjb Ajak Nasabah Menyaksikan Rahvayana: Kala Cinta Dijabar
Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, bank bjb Pastikan Operasional Bank Tetap Berjalan Maksimal
bank bjb Dukung Penguatan Layanan Keuangan Kemenko Kumham Imipas melalui Kerja Sama
Program Promosi Akhir Tahun, bank bjb Hadirkan bjb Boom SurePrize untuk Nasabah
Tidak Hanya Indonesia, Suara Wilson Mewakili Masyarakat Dunia*

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:41 WIB

Melalui Komsos, Babinsa Berikan Motivasi Kepada Petani Bawang Merah di Desa Binaan

Senin, 13 Juli 2026 - 19:31 WIB

SDS Terpadu Raudlatul Jannah menjadi contoh, baik di kabupaten gayo lues maupun di provinsi Aceh.

Senin, 13 Juli 2026 - 12:20 WIB

Babinsa dan Warga Gotong-royong Lancarkan Penyaluran Air Bersih

Senin, 13 Juli 2026 - 12:17 WIB

Babinsa Koramil 05/Pining Laksanakan Komsos dengan Perangkat Desa Lesten

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:53 WIB

Babinsa 07/Blangjerango pererat tali silaturahmi Komsos dengan Warga binaan

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:06 WIB

Anjangsana dengan perangkat desa, Babinsa 08/Blangpegayon pererat tali silaturahmi

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:22 WIB

Satpol PP Kota Pekanbaru Kembali Menertibkan PKL di Atas Trotoar di Jalan HR. Soebrantas, Warga Beri Apresiasi Langkah Tegas Petugas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:30 WIB

Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026

Berita Terbaru