Sungai Meluap Setiap Hujan, Aktivitas Belajar di SMA Negeri 1 Pining Terancam

REDAKTUR

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026 - 20:49 WIB

50677 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

“PINING” Kondisi sungai yang berada persis di samping kompleks SMA Negeri 1 Pining, Kabupaten Gayo Lues, kian mengkhawatirkan. Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, debit air sungai dengan cepat meningkat dan meluap hingga menggenangi area sekolah. Ancaman banjir yang berulang ini tidak hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga berpotensi besar mengganggu kegiatan belajar mengajar serta merusak aset pendidikan yang ada. Pihak sekolah mendesak agar pemerintah daerah melalui instansi terkait segera melakukan normalisasi sungai sebagai solusi permanen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala SMA Negeri 1 Pining, Gemasih Ganti Nireta, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa banjir luapan sudah menjadi masalah kronis yang dihadapi sekolahnya selama bertahun-tahun. Menurutnya, kondisi tersebut semakin parah dalam beberapa waktu terakhir. Ia menggambarkan bagaimana para guru dan siswa selalu waswas setiap kali awan gelap mulai menyelimuti langit Pining. Kekhawatiran itu beralasan, sebab luapan air sungai datang dengan cepat dan sering kali tanpa bisa diprediksi ketinggiannya.

 

“Bila tiap-tiap hujan, sungai ini selalu banjir dan melimpah ke sekolah,” ujar Gemasih saat ditemui di lingkungan sekolah. Ia menjelaskan bahwa luapan air berwarna coklat pekat itu pertama-tama akan menggenangi halaman dan lapangan sekolah, sebelum akhirnya berpotensi masuk ke ruang-ruang kelas, laboratorium, dan ruang guru. Kondisi ini memaksa pihak sekolah untuk mengambil langkah antisipatif, seperti memulangkan siswa lebih awal demi keselamatan dan mengamankan peralatan elektronik serta dokumen-dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi.

 

Menurut pengamatan pihak sekolah, penyebab utama dari banjir yang terus berulang ini adalah kondisi sungai yang sudah mengalami pendangkalan dan penyempitan yang signifikan. Tumpukan sedimen berupa pasir dan bebatuan di dasar sungai membuat daya tampungnya menurun drastis. Akibatnya, ketika volume air meningkat saat hujan deras, alur sungai tidak lagi mampu menampungnya sehingga air melimpah ke dataran yang lebih rendah, dalam hal ini adalah area SMA Negeri 1 Pining.

 

Kegiatan belajar yang terganggu akibat banjir tentu menjadi keprihatinan utama. Gemasih menegaskan bahwa hak siswa untuk mendapatkan pendidikan dalam lingkungan yang aman dan nyaman menjadi terancam. Interupsi akibat banjir tidak hanya menghilangkan jam pelajaran yang berharga, tetapi juga menimbulkan trauma dan kecemasan bagi warga sekolah. Lebih jauh lagi, genangan air yang membawa lumpur juga berisiko merusak fasilitas sekolah secara perlahan, mulai dari bangunan fisik, perabotan, hingga buku-buku di perpustakaan.

 

Oleh karena itu, satu-satunya solusi yang dinilai paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah normalisasi sungai. Program normalisasi yang diharapkan mencakup pengerukan sedimen secara menyeluruh untuk memperdalam alur sungai, serta pelebaran dan penguatan tebing di beberapa titik kritis. Dengan daya tampung yang kembali optimal, diharapkan sungai tersebut mampu mengalirkan debit air hujan yang tinggi tanpa meluap. Pihak sekolah sangat berharap usulan ini dapat menjadi prioritas bagi pemerintah daerah.

 

Sebagai lembaga pendidikan yang merupakan aset vital bagi pengembangan sumber daya manusia di Kecamatan Pining, perlindungan terhadap SMA Negeri 1 Pining dari ancaman bencana semestinya menjadi perhatian bersama. Komunitas sekolah kini menanti respons dan langkah nyata dari pihak berwenang agar ancaman banjir tidak lagi menjadi momok yang menghantui setiap musim penghujan tiba, sehingga proses pendidikan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tanpa gangguan (Wahid)

Berita Terkait

Dari Silaturahmi ke Sinergi, SWI Jabar Dorong Jurnalistik yang Membangun
DPP BAPERA Mendesak Penista Al Qur’an di Ancol agar Di Hukum Berat
Satgaswasmas MBG Dibentuk PKN: Uang Rakyat Jangan Sampai Jadi Ladang Jarahan!
Atap Bocor, Ruang Kelas MTsN 2 Aceh Tenggara Butuh Perhatian Pemerintah
HUT ke-9 RSUD Cikalongwetan, Bupati Jeje: Jadikan Momentum Tingkatkan Pelayanan dan Kedisiplinan
Grand Opening PAST Bandung Jadi Ruang Belajar Pajak yang Humanis bagi UMKM dan Profesional
Perdagangan Manusia Kejahatan Luar Biasa, HTW Serukan Penegakan Hukum Tegas dan Perlindungan bagi Korban
Konferensi Pers dan Pernyataan Sikap DPP XTC Indonesia Tegaskan Legalitas Tunggal Organisasi

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Bantu Jemur Padi, Wujud Kepedulian Kepada Petani

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Babinsa Koramil 01/Terangun Meriahkan Perlombaan di SDN 1 Terangon

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Babinsa Koramil 02/Rikit Gaib laksanakan pemasangan besi pondasi Jembatan Gantung Perintis di Desa Penomon Jaya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Babinsa Koramil 02/Rikit Gaib laksanakan pemasangan besi pondasi Jembatan Gantung Perintis di Desa Penomon Jaya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Babinsa Koramil 05/Pining Laksanakan Komsos Bersama Perangkat Desa Uring

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih HUT Ke-81 Republik Indonesia di Gayo Lues Berlangsung Khidmat dan Meriah

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Tingkatkan Keamanan Lingkungan, Babinsa Pos Ramil Dabun Gelang, anggota Yon TP 855/RD dan Polsek Blangkejeren melaksanakan Gelar Patroli Malam

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Menjalin komunikasi antara Aparat Komando Kewilayahan dengan masyarakat

Berita Terbaru

BANYUASIN

Team E-Sport banyuasin mewakili tingkat polda, di kapolri cup 

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:29 WIB