Sungai Meluap Setiap Hujan, Aktivitas Belajar di SMA Negeri 1 Pining Terancam

REDAKTUR

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026 - 20:49 WIB

50603 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

“PINING” Kondisi sungai yang berada persis di samping kompleks SMA Negeri 1 Pining, Kabupaten Gayo Lues, kian mengkhawatirkan. Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, debit air sungai dengan cepat meningkat dan meluap hingga menggenangi area sekolah. Ancaman banjir yang berulang ini tidak hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga berpotensi besar mengganggu kegiatan belajar mengajar serta merusak aset pendidikan yang ada. Pihak sekolah mendesak agar pemerintah daerah melalui instansi terkait segera melakukan normalisasi sungai sebagai solusi permanen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala SMA Negeri 1 Pining, Gemasih Ganti Nireta, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa banjir luapan sudah menjadi masalah kronis yang dihadapi sekolahnya selama bertahun-tahun. Menurutnya, kondisi tersebut semakin parah dalam beberapa waktu terakhir. Ia menggambarkan bagaimana para guru dan siswa selalu waswas setiap kali awan gelap mulai menyelimuti langit Pining. Kekhawatiran itu beralasan, sebab luapan air sungai datang dengan cepat dan sering kali tanpa bisa diprediksi ketinggiannya.

 

“Bila tiap-tiap hujan, sungai ini selalu banjir dan melimpah ke sekolah,” ujar Gemasih saat ditemui di lingkungan sekolah. Ia menjelaskan bahwa luapan air berwarna coklat pekat itu pertama-tama akan menggenangi halaman dan lapangan sekolah, sebelum akhirnya berpotensi masuk ke ruang-ruang kelas, laboratorium, dan ruang guru. Kondisi ini memaksa pihak sekolah untuk mengambil langkah antisipatif, seperti memulangkan siswa lebih awal demi keselamatan dan mengamankan peralatan elektronik serta dokumen-dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi.

 

Menurut pengamatan pihak sekolah, penyebab utama dari banjir yang terus berulang ini adalah kondisi sungai yang sudah mengalami pendangkalan dan penyempitan yang signifikan. Tumpukan sedimen berupa pasir dan bebatuan di dasar sungai membuat daya tampungnya menurun drastis. Akibatnya, ketika volume air meningkat saat hujan deras, alur sungai tidak lagi mampu menampungnya sehingga air melimpah ke dataran yang lebih rendah, dalam hal ini adalah area SMA Negeri 1 Pining.

 

Kegiatan belajar yang terganggu akibat banjir tentu menjadi keprihatinan utama. Gemasih menegaskan bahwa hak siswa untuk mendapatkan pendidikan dalam lingkungan yang aman dan nyaman menjadi terancam. Interupsi akibat banjir tidak hanya menghilangkan jam pelajaran yang berharga, tetapi juga menimbulkan trauma dan kecemasan bagi warga sekolah. Lebih jauh lagi, genangan air yang membawa lumpur juga berisiko merusak fasilitas sekolah secara perlahan, mulai dari bangunan fisik, perabotan, hingga buku-buku di perpustakaan.

 

Oleh karena itu, satu-satunya solusi yang dinilai paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah normalisasi sungai. Program normalisasi yang diharapkan mencakup pengerukan sedimen secara menyeluruh untuk memperdalam alur sungai, serta pelebaran dan penguatan tebing di beberapa titik kritis. Dengan daya tampung yang kembali optimal, diharapkan sungai tersebut mampu mengalirkan debit air hujan yang tinggi tanpa meluap. Pihak sekolah sangat berharap usulan ini dapat menjadi prioritas bagi pemerintah daerah.

 

Sebagai lembaga pendidikan yang merupakan aset vital bagi pengembangan sumber daya manusia di Kecamatan Pining, perlindungan terhadap SMA Negeri 1 Pining dari ancaman bencana semestinya menjadi perhatian bersama. Komunitas sekolah kini menanti respons dan langkah nyata dari pihak berwenang agar ancaman banjir tidak lagi menjadi momok yang menghantui setiap musim penghujan tiba, sehingga proses pendidikan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tanpa gangguan (Wahid)

Berita Terkait

Menjahit Senyum, Menumbuhkan Harapan: Bakti Kesehatan Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit Gratis Warnai HUT Aceh Tenggara ke-52 dan Hari Bhayangkara ke-80
Kemegahan Masjid Agung Medan: Simbol Harmoni, Sejarah, dan Wajah Baru Wisata Religi Sumatera Utara
 Pertamax Naik, Pertalite Bertahan: Benarkah Masyarakat Sedang Digiring Kehilangan Pilihan?
Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe
Sentuhan Kasih untuk Sesama, Bantuan Kapolda Aceh Tiba di Tangan Warga yang Membutuhkan
Anjangsana Babinsa Komsos dengan Perangkat Desa Tingkatkan Kebersamaan di Wilayah Binaan
Profesor Sutan Nasomal Pahlawan TBA Basuni Kota Hujan Bogor Dan Pahlawan di Nusantara Presiden Data Ulang Tercecer, Agar Adil Pejuang Mendapatkan Haknya
Brimob Aceh dan Masyarakat Bersatu Wujudkan Lingkungan (ASRI) Di Gayo Lues

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:27 WIB

Korban Letupan Hidrolik di Ruang Mesin Kmp Aceh Hebat 2 Telah Tertangani, Pelayaran Ulee Lheue-Balohan Tetap Berjalan Normal

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:50 WIB

Investor Patuh Harus Dilindungi, Investor Tidak Patuh Regulasi Wajib Ditertibkan

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:43 WIB

Adi Maros: Aceh Harus Menjadi Pusat Nilai Tambah dalam Pengelolaan Gas South Andaman

Senin, 1 Juni 2026 - 14:43 WIB

Ketua DPRA jangan Cengeng Respon Evaluasi APBA oleh KPK

Senin, 25 Mei 2026 - 02:39 WIB

Ketua DPW IWO Indonesia Aceh Tegaskan Tidak Ada Dualisme Kepengurusan DPD Aceh Timur

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Gelora Aceh Desak Percepatan Serapan Anggaran Penanggulangan Bencana demi Pemulihan Masyarakat Pascabencana

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:56 WIB

Tolak Stigmatisasi TNI di Papua, Tokoh Aceh Ini Ingatkan Peran Humanis Aparat di Pedalaman

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:20 WIB

Penuh Haru! Safrizal ZA Jenguk Abu Doto di RSUDZA, Doakan dr. Zaini Abdullah Segera Pulih

Berita Terbaru