Pemerintah Kota Medan kembali menggelar perhelatan tahunan Ramadhan Fair pada tahun 2026 yang dipusatkan di kawasan bersejarah Masjid Raya Al-Mashun. Acara yang telah menjadi ikon wisata religi dan kuliner di Sumatera Utara ini menarik ribuan pengunjung dari berbagai penjuru sejak hari pertama pembukaannya. Stan-stan pelaku UMKM yang menyajikan aneka penganan berbuka puasa hingga produk kriya lokal tampak berjajar rapi di sepanjang jalan sekitar masjid, menciptakan atmosfer perayaan yang meriah namun tetap khidmat. Kehadiran Ramadhan Fair tahun ini tidak hanya sekadar menjadi pusat perputaran ekonomi kreatif masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi warga di tengah suasana bulan suci yang penuh berkah.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di balik keriuhan festival di area luar, Masjid Raya Al-Mashun tetap berdiri tegak sebagai pusat aktivitas ibadah utama bagi kaum Muslimin. Masjid peninggalan Kesultanan Deli yang dibangun pada awal abad ke-20 ini tetap mempertahankan pesona arsitekturnya yang memadukan corak Maroko, Spanyol, dan Melayu. Masuk ke dalam ruang utama masjid, pengunjung langsung disambut oleh hembusan udara yang sejuk dan suasana yang tenang, memberikan kontras yang menyegarkan dari teriknya cuaca Kota Medan. Pengelola masjid tampak sangat memperhatikan aspek kenyamanan jemaah dengan menjaga kebersihan setiap sudut ruangan, mulai dari hamparan karpet yang lembut hingga area wudu yang senantiasa bersih dan kering.
Kenyamanan beribadah di Masjid Raya Al-Mashun semakin lengkap dengan kehadiran para pengurus masjid yang dikenal santun dan responsif dalam melayani jemaah. Para petugas keamanan dan kaum masjid dengan ramah mengarahkan para pengunjung, baik yang hendak menunaikan salat fardu, mengikuti tadarus Al-Quran, maupun wisatawan yang sekadar ingin mengagumi keindahan arsitektur bangunan. Keramahan para pengurus ini menciptakan rasa aman dan nyaman bagi siapa saja yang datang, termasuk bagi para pendatang dari luar kota yang baru pertama kali berkunjung. Tidak jarang terlihat pengurus masjid dengan sabar memberikan penjelasan mengenai sejarah masjid kepada para jemaah yang bertanya, menunjukkan dedikasi mereka dalam menjaga warisan budaya sekaligus melayani umat.
Seiring matahari terbenam, kawasan Masjid Raya Al-Mashun bertransformasi menjadi titik pusat konsentrasi massa. Setelah menunaikan salat Magrib berjemaah di ruang utama yang megah, warga biasanya langsung berhamburan menuju area Ramadhan Fair untuk menikmati santap malam. Integrasi antara kegiatan ibadah di masjid yang sejuk dan tertib dengan kemeriahan bazar di area luar menjadi daya tarik utama yang membuat Ramadhan di Medan selalu dirindukan. Pengaturan arus lalu lintas dan tata letak stan yang lebih rapi pada tahun 2026 ini menunjukkan evaluasi berkelanjutan dari penyelenggara demi memastikan bahwa kekhusyukan ibadah di dalam masjid tidak terganggu oleh hingar-bingar kegiatan komersial di sekitarnya.






































