Musyawarah Desa Lawe Stul Tanpa Hasil, Warga Pertanyakan Komitmen Pemerintah Desa

RADAR NEWS

- Redaksi

Senin, 3 November 2025 - 22:26 WIB

50228 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara , -(03/1-/2025) — Suasana di balai pertemuan Desa Lawe Stul, Kecamatan Darul Hasanah, berubah menjadi penuh kekecewaan usai pelaksanaan musyawarah desa yang digelar beberapa waktu lalu. Warga yang hadir dengan harapan besar untuk mendapatkan kejelasan atas sejumlah isu prioritas justru harus kembali pulang tanpa kepastian. Forum yang seharusnya menjadi ajang dialog terbuka antara pemerintah desa dan masyarakat dianggap gagal menjawab kegelisahan yang sudah lama mengendap di tengah warga.

Musyawarah desa yang dihadiri oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga tersebut mulanya dijadwalkan membahas beberapa persoalan penting di tingkat desa, termasuk terkait pengelolaan anggaran dana desa, pembangunan infrastruktur kecil hingga transparansi penggunaan dana bantuan pemerintah. Namun alih-alih menghasilkan keputusan konkrit, pembahasan justru terkesan berputar-putar tanpa arah yang jelas sehingga tidak sedikit warga memilih meninggalkan ruang musyawarah sebelum rapat benar-benar ditutup.

Beberapa peserta menyampaikan kekecewaan mereka karena merasa tidak benar-benar dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Pandangan masyarakat yang didasarkan pada kondisi nyata di lapangan, menurut mereka, kerap kali diabaikan atau hanya dicatat tanpa tindak lanjut yang pasti. Sementara pertanyaan-pertanyaan kritis yang diajukan oleh beberapa tokoh pemuda desa pun hanya mendapat jawaban normatif dari pihak terkait tanpa komitmen yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekecewaan warga semakin dalam ketika satu-persatu harapan yang disampaikan dalam forum justru direspons dengan sikap defensif oleh sebagian aparatur desa. Kritik dianggap sebagai serangan pribadi, bukan sebagai bagian dari dinamika demokrasi tingkat desa yang menjunjung prinsip partisipasi. Alhasil, tidak ada satu pun keputusan besar yang berhasil dirumuskan dalam musyawarah tersebut, dan masyarakat pun mempertanyakan sejauh mana komitmen pemerintah desa dalam mengakomodasi kebutuhan dan suara warga.

Beberapa warga menyebut bahwa musyawarah desa kali ini hanyalah formalitas belaka. Meski setiap warga diberi kesempatan untuk berbicara, namun hasil akhir dari pertemuan tersebut tetap jauh dari ekspektasi. Tidak sedikit dari mereka mulai kehilangan kepercayaan terhadap mekanisme musyawarah desa yang seharusnya menjadi pilar penting dalam proses pembangunan berbasis komunitas.

Kondisi ini dinilai menjadi peringatan bagi pemerintah desa akan pentingnya membangun komunikasi dua arah yang sehat dengan masyarakat. Keterbukaan informasi, akuntabilitas, dan ruang partisipasi nyata menjadi tiga hal yang didesak segera diperbaiki agar hubungan antara warga dengan pemangku kebijakan desa tidak semakin merenggang. Masyarakat berharap ke depan, agenda musyawarah desa tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, melainkan benar-benar berfungsi sebagai sarana pengambilan keputusan yang bijak, adil, dan menyeluruh.

Situasi di Desa Lawe Stul menggambarkan dinamika hubungan antara rakyat dan pemerintah di tengah upaya mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih partisipatif. Ketika harapan tidak bertemu kenyataan, maka ruang-ruang dialog menjadi aset penting yang harus dijaga dari sikap tertutup dan pengabaian aspirasi. Masyarakat sepakat bahwa pembangunan yang berhasil bukan hanya tentang infrastruktur yang berdiri, tetapi juga tentang iklim kepercayaan yang terbentuk di atas pondasi keadilan dan keterlibatan bersama.

TEAM RADAR NEWS
FERNANDO.H.

Berita Terkait

Kepala SDN 1 Blangkejeren Raih Penghargaan Terbaik Pengelolaan Manajemen Sekolah se-Kabupaten Gayo Lues
Dugaan Pungli Dana BOS di Dinas Pendidikan Agara, Kepsek Diminta Bayar Uang Pelicin
TARUH JABATAN! Pimpinan DPR Bersumpah: RUU Perampasan Aset Wajib Sah 15 Desember 2026 BILA GAGAL, SEMUA MUNDUR!
ORMAS BUKAN NEGARA DALAM NEGARA! JANGAN UBAH PERBEDAAN MENJADI PERTARUNGAN MASSA
Bupati Aceh Tenggara Tak Hadiri Rapat Paripurna DPRK, Pertanggungjawaban APBK 2025 Dibacakan Sekda
BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan
Legalitas Material Proyek Longsor Jalan Nasional Aceh Tenggara Dipertanyakan, APH dan Mabes Polri Diminta Turun Tangan
Atap Bocor, Ruang Kelas MTsN 2 Aceh Tenggara Butuh Perhatian Pemerintah

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 13:32 WIB

Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Dampingi Pendistribusian Pembagian Beras Bulog Untuk Warga Binaan

Kamis, 17 September 2026 - 13:29 WIB

Rakornis TMMD ke-130, Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa

Rabu, 16 September 2026 - 21:52 WIB

Terkait Video Viral Pelayanan Kapus Munte,Kepala Dinas Kesehatan Karo Memberikan Klarifikasi dan Peringatan

Rabu, 16 September 2026 - 18:26 WIB

Tiga PPL dan Dua ASN Dinas Pertanian Gayo Lues Terima Piagam Penghargaan dari Presiden RI

Rabu, 16 September 2026 - 14:24 WIB

Rabu, 16 September 2026 - 14:20 WIB

Babinsa 08/Blangpegayon pererat tali silaturahmi Komsos dengan Warga binaan

Rabu, 16 September 2026 - 10:17 WIB

​Percepat Akses Ekonomi, TNI dan Warga Uning Pune Lanjutkan Gotong Royong Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Reje Bujang

Selasa, 15 September 2026 - 21:48 WIB

BC Game: вигідні бонуси та акції для любителів слотів у 2026

Berita Terbaru