Musyawarah Desa Lawe Stul Tanpa Hasil, Warga Pertanyakan Komitmen Pemerintah Desa

RADAR NEWS

- Redaksi

Senin, 3 November 2025 - 22:26 WIB

50199 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara , -(03/1-/2025) — Suasana di balai pertemuan Desa Lawe Stul, Kecamatan Darul Hasanah, berubah menjadi penuh kekecewaan usai pelaksanaan musyawarah desa yang digelar beberapa waktu lalu. Warga yang hadir dengan harapan besar untuk mendapatkan kejelasan atas sejumlah isu prioritas justru harus kembali pulang tanpa kepastian. Forum yang seharusnya menjadi ajang dialog terbuka antara pemerintah desa dan masyarakat dianggap gagal menjawab kegelisahan yang sudah lama mengendap di tengah warga.

Musyawarah desa yang dihadiri oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga tersebut mulanya dijadwalkan membahas beberapa persoalan penting di tingkat desa, termasuk terkait pengelolaan anggaran dana desa, pembangunan infrastruktur kecil hingga transparansi penggunaan dana bantuan pemerintah. Namun alih-alih menghasilkan keputusan konkrit, pembahasan justru terkesan berputar-putar tanpa arah yang jelas sehingga tidak sedikit warga memilih meninggalkan ruang musyawarah sebelum rapat benar-benar ditutup.

Beberapa peserta menyampaikan kekecewaan mereka karena merasa tidak benar-benar dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Pandangan masyarakat yang didasarkan pada kondisi nyata di lapangan, menurut mereka, kerap kali diabaikan atau hanya dicatat tanpa tindak lanjut yang pasti. Sementara pertanyaan-pertanyaan kritis yang diajukan oleh beberapa tokoh pemuda desa pun hanya mendapat jawaban normatif dari pihak terkait tanpa komitmen yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekecewaan warga semakin dalam ketika satu-persatu harapan yang disampaikan dalam forum justru direspons dengan sikap defensif oleh sebagian aparatur desa. Kritik dianggap sebagai serangan pribadi, bukan sebagai bagian dari dinamika demokrasi tingkat desa yang menjunjung prinsip partisipasi. Alhasil, tidak ada satu pun keputusan besar yang berhasil dirumuskan dalam musyawarah tersebut, dan masyarakat pun mempertanyakan sejauh mana komitmen pemerintah desa dalam mengakomodasi kebutuhan dan suara warga.

Beberapa warga menyebut bahwa musyawarah desa kali ini hanyalah formalitas belaka. Meski setiap warga diberi kesempatan untuk berbicara, namun hasil akhir dari pertemuan tersebut tetap jauh dari ekspektasi. Tidak sedikit dari mereka mulai kehilangan kepercayaan terhadap mekanisme musyawarah desa yang seharusnya menjadi pilar penting dalam proses pembangunan berbasis komunitas.

Kondisi ini dinilai menjadi peringatan bagi pemerintah desa akan pentingnya membangun komunikasi dua arah yang sehat dengan masyarakat. Keterbukaan informasi, akuntabilitas, dan ruang partisipasi nyata menjadi tiga hal yang didesak segera diperbaiki agar hubungan antara warga dengan pemangku kebijakan desa tidak semakin merenggang. Masyarakat berharap ke depan, agenda musyawarah desa tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, melainkan benar-benar berfungsi sebagai sarana pengambilan keputusan yang bijak, adil, dan menyeluruh.

Situasi di Desa Lawe Stul menggambarkan dinamika hubungan antara rakyat dan pemerintah di tengah upaya mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih partisipatif. Ketika harapan tidak bertemu kenyataan, maka ruang-ruang dialog menjadi aset penting yang harus dijaga dari sikap tertutup dan pengabaian aspirasi. Masyarakat sepakat bahwa pembangunan yang berhasil bukan hanya tentang infrastruktur yang berdiri, tetapi juga tentang iklim kepercayaan yang terbentuk di atas pondasi keadilan dan keterlibatan bersama.

TEAM RADAR NEWS
FERNANDO.H.

Berita Terkait

Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih
Kapolres Agara Lepas Karnaval Budaya, Warna-Warni Tradisi Semarakkan Hari Jadi Ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara
SMA Negeri 1 Kutacane Terus Berinovasi Cetak Generasi Unggul dari Tanoh Alas
Dana Miliaran Digelontorkan, Namun 70 Persen Penghuni Lapas Kutacane Terjerat Narkoba, Ada Apa dengan Penanganan Narkoba di Aceh Tenggara?
Revitalisasi SD Negeri 2 Kuning: Ratusan Lembar Seng Raib, Kepala Sekolah Diduga Monopoli Proyek
Empat Tahun Menanti Kepastian Hukum, Pelapor Pertanyakan Keseriusan Penanganan Kasus DPO Penipuan dan Penggelapan
Ucapan Terima Kasih Keluarga Besar Joyce Christine Br. Hutauruk
Putri Tanoh Alas di Grand Final Duta FILKOM UB 2026, Aceh Tenggara Diajak Bersatu Memberi Dukungan

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:43 WIB

Sesuai Narasi Unggahan Tik Tok Aseng Bupati Karo Bantah dan Tidak Pernah Menyerukan Aksi Tabrak Pelaku Pungli di Pemandian Air Panas

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:53 WIB

Rumah Ilmu Yang Menghangatkan: SMAN 8 Pekanbaru Buktikan Guru Yang Terus Belajar Lahirkan Generasi Emas

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:35 WIB

Dandim 0113/Gayo Lues Pimpin Pengecekan Lahan dan Pembukaan Jalan Karya Bhakti TNI TA 2026 di Desa Pertik

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Babinsa 08/Blangpegayon pererat tali silaturahmi Komsos dengan Warga binaan

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:27 WIB

Babinsa komsos dengan tokoh masyarakat didesa binaan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:14 WIB

Babinsa Koramil 05/Pining Laksanakan Komsos dan Monitoring Pembagian MBG di SD Negeri Pining

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:29 WIB

Heboh! Baznas Ogan Ilir Diduga Langkahi Kades, Bedah Rumah ODGJ Picu Tanda Tanya Besar, Publik Desak Buka Dokumen!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:21 WIB

Tingkatkan Kesigapan Petugas, Lapas Binjai Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran Dengan Dinas Damkar Pemko Medan

Berita Terbaru