Musyawarah Desa Lawe Stul Tanpa Hasil, Warga Pertanyakan Komitmen Pemerintah Desa

RADAR NEWS

- Redaksi

Senin, 3 November 2025 - 22:26 WIB

50247 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara , -(03/1-/2025) — Suasana di balai pertemuan Desa Lawe Stul, Kecamatan Darul Hasanah, berubah menjadi penuh kekecewaan usai pelaksanaan musyawarah desa yang digelar beberapa waktu lalu. Warga yang hadir dengan harapan besar untuk mendapatkan kejelasan atas sejumlah isu prioritas justru harus kembali pulang tanpa kepastian. Forum yang seharusnya menjadi ajang dialog terbuka antara pemerintah desa dan masyarakat dianggap gagal menjawab kegelisahan yang sudah lama mengendap di tengah warga.

Musyawarah desa yang dihadiri oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga tersebut mulanya dijadwalkan membahas beberapa persoalan penting di tingkat desa, termasuk terkait pengelolaan anggaran dana desa, pembangunan infrastruktur kecil hingga transparansi penggunaan dana bantuan pemerintah. Namun alih-alih menghasilkan keputusan konkrit, pembahasan justru terkesan berputar-putar tanpa arah yang jelas sehingga tidak sedikit warga memilih meninggalkan ruang musyawarah sebelum rapat benar-benar ditutup.

Beberapa peserta menyampaikan kekecewaan mereka karena merasa tidak benar-benar dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Pandangan masyarakat yang didasarkan pada kondisi nyata di lapangan, menurut mereka, kerap kali diabaikan atau hanya dicatat tanpa tindak lanjut yang pasti. Sementara pertanyaan-pertanyaan kritis yang diajukan oleh beberapa tokoh pemuda desa pun hanya mendapat jawaban normatif dari pihak terkait tanpa komitmen yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekecewaan warga semakin dalam ketika satu-persatu harapan yang disampaikan dalam forum justru direspons dengan sikap defensif oleh sebagian aparatur desa. Kritik dianggap sebagai serangan pribadi, bukan sebagai bagian dari dinamika demokrasi tingkat desa yang menjunjung prinsip partisipasi. Alhasil, tidak ada satu pun keputusan besar yang berhasil dirumuskan dalam musyawarah tersebut, dan masyarakat pun mempertanyakan sejauh mana komitmen pemerintah desa dalam mengakomodasi kebutuhan dan suara warga.

Beberapa warga menyebut bahwa musyawarah desa kali ini hanyalah formalitas belaka. Meski setiap warga diberi kesempatan untuk berbicara, namun hasil akhir dari pertemuan tersebut tetap jauh dari ekspektasi. Tidak sedikit dari mereka mulai kehilangan kepercayaan terhadap mekanisme musyawarah desa yang seharusnya menjadi pilar penting dalam proses pembangunan berbasis komunitas.

Kondisi ini dinilai menjadi peringatan bagi pemerintah desa akan pentingnya membangun komunikasi dua arah yang sehat dengan masyarakat. Keterbukaan informasi, akuntabilitas, dan ruang partisipasi nyata menjadi tiga hal yang didesak segera diperbaiki agar hubungan antara warga dengan pemangku kebijakan desa tidak semakin merenggang. Masyarakat berharap ke depan, agenda musyawarah desa tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, melainkan benar-benar berfungsi sebagai sarana pengambilan keputusan yang bijak, adil, dan menyeluruh.

Situasi di Desa Lawe Stul menggambarkan dinamika hubungan antara rakyat dan pemerintah di tengah upaya mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih partisipatif. Ketika harapan tidak bertemu kenyataan, maka ruang-ruang dialog menjadi aset penting yang harus dijaga dari sikap tertutup dan pengabaian aspirasi. Masyarakat sepakat bahwa pembangunan yang berhasil bukan hanya tentang infrastruktur yang berdiri, tetapi juga tentang iklim kepercayaan yang terbentuk di atas pondasi keadilan dan keterlibatan bersama.

TEAM RADAR NEWS
FERNANDO.H.

Berita Terkait

Pernyataan Resmi Lapas Kutacane Soal Meninggalnya Ishak Alias Ical Setelah 1 Tahun Jadi Buron Pelarian Maret 2025
Relawan Prabowo Desak Jembatan Kuning I Dibongkar, Warga Terus Menderita dan Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Lumpuh
Kandidat Bakal Calon Kades Kutambaru Bencawan Kecewa, Persoalan Domisili Muncul Jelang Penetapan
Kampung Kota Rikit Gaib di Bawah Kepemimpinan Taher Raih Skor 90,5, Pemkab Gayo Lues Terima Penghargaan KPK
ust Julianto pane. Polisi Inovatif, Mendirikan Pesantren Ruhul ‘Azam
Kasat Narkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri Terima Penghargaan Usai Ungkap Kasus Narkoba dan Musnahkan 26,5 Hektare Ladang Ganja
Sugito Siagian Usung Visi Desa Maju dan Berkeadilan, Prioritaskan Pendidikan, Kesejahteraan Lansia, serta Transparansi Pemerintahan Desa
Persoalan Uang Wakaf dan Infak Masjid Al-Falah Aceh Tenggara Diinformasikan Selesai, Keluarga Rencanakan Pemeriksaan Kesehatan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Bersama Warga, Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Gotong Royong Bersihkan Parit

Jumat, 6 November 2026 - 12:50 WIB

Kodim 0113/Gayo Lues Gelar Kesamaptaan Jasmani Periodik II Tahun 2026

Jumat, 6 November 2026 - 11:19 WIB

Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Bantu Petani Rontokkan Padi Di Desa Binaan

Jumat, 6 November 2026 - 10:51 WIB

Satpol PP Kabupaten Karo Gelar Razia Kasih Sayang, Guna Penertipan Pelajar Yang Malah Nongkrong Pada Saat Jam Belajar

Kamis, 5 November 2026 - 21:25 WIB

Perhiptani Gayo Lues dan Bener Meriah Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

Kamis, 5 November 2026 - 21:20 WIB

Perhiptani Gayo Lues dan Bener Meriah Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

Kamis, 5 November 2026 - 10:57 WIB

Pembuatan Sumur Bor TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Berlanjut

Kamis, 5 November 2026 - 10:54 WIB

Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Babinsa Koramil 09/Putri Betung Bersama Yonif TP 855/Raksaka Dharma dan Warga Lanjutkan Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Dusun Air Panas

Berita Terbaru