Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Lembang: Warga Desak Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung Barat Bergerak Cepat

Redaksi

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 17:20 WIB

50847 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat,radarnews.co.id<> Jumat, 24 Oktober 2025 –
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak Jumat siang menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah titik. Beberapa ruas jalan utama tergenang air cukup tinggi, sementara di beberapa lokasi lainnya terjadi longsor yang menutup sebagian akses jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, banjir melanda kawasan Jalan Raya Lembang, Pasar Panorama, Jalan Kiwi, Jalan Kayuambon, Jalan Maribaya, serta Jalan Tangkuban Perahu di wilayah Desa Cibogo. Air juga meluap di Desa Cikole, membuat arus lalu lintas tersendat dan aktivitas masyarakat terganggu.

Lebih parah lagi, tembok Perumahan Unit Barat Sespim Polri Lembang jebol setelah tak mampu menahan tekanan air yang mengalir deras dari arah pusat Lembang, berjarak sekitar satu kilometer dari titik sumber banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menilai kondisi tersebut sudah sering terjadi, namun penanganannya tak kunjung tuntas. Keluhan tentang buruknya sistem drainase telah lama disuarakan masyarakat. Namun, perbaikan yang dilakukan pemerintah justru lebih berfokus pada estetika trotoar, bukan pada penataan saluran air yang menjadi sumber masalah utama.

“Banjir selalu terulang dan justru berdampak ke wilayah yang jauh dari sumber air. Rumah kami kebanjiran setiap hujan besar turun,” ujar Nina, warga Desa Kayuambon, dengan nada kecewa.

Kondisi longsor juga terjadi di beberapa lokasi, di antaranya Jalan Sukaraja–Ciputri Desa Langensari, Desa Jayagiri, dan Desa Cibogo. Material longsor menutup sebagian jalan, menghambat kendaraan warga dan wisatawan yang melintas menuju arah Cikole dan Tangkuban Perahu.

Sementara itu, Haji Awin, perwakilan dari Aliansi Cinta Lembang, menilai penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial oleh pihak kecamatan semata. Ia menyerukan agar ada langkah terpadu yang melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, untuk mengkaji akar masalah banjir di kawasan wisata tersebut.

“Banjir di Lembang ini mesti ditangani menyeluruh. Kami berharap ada pihak independen seperti akademisi yang turun mengkaji masalah ini. Jalur-jalur drainase perlu dinormalisasi, terutama di sekitar Pasar Panorama yang paling terdampak,” ujar Awin.

Ia menambahkan, genangan air di sekitar Pasar Panorama Lembang sempat bertahan hampir satu jam sebelum mulai surut sekitar pukul 15.00 WIB. Meski tidak berlangsung lama, dampaknya terasa signifikan: kemacetan panjang, aktivitas perdagangan lumpuh sementara, dan sejumlah kios mengalami kerusakan ringan.

Awin juga mengimbau masyarakat agar turut menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta aktif melaporkan bila ada saluran air yang tersumbat.

“Kami harap Pemkab Bandung Barat bersama Pemprov Jabar segera ambil langkah konkret. Banjir ini bukan sekadar genangan air, tapi persoalan tata kelola wilayah yang sudah mendesak diperbaiki,” pungkasnya.

Berita Terkait

SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional
DPP LPPI: Ombudsman Tendensius, Bangunan di Area SAE Lapas Cibinong Dijelaskan sebagai Rumah Dinas Jabatan
Dugaan Kekerasan di BPN Kota Bandung, Rudi Hartono Lapor Polsek Buahbatu
Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji
Koperasi Merah Putih Tak Sekadar Dibangun, Keberlanjutan Jadi Tantangan Utama
Maulid Nabi di Ponpes Al-Huda Marzuki Al-Jazuli, Momentum Meneladani Akhlak Rasul dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Kejagung Sita Aset Rp8,4 Miliar Milik Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG
Kepala SDN 1 Blangkejeren Raih Penghargaan Terbaik Pengelolaan Manajemen Sekolah se-Kabupaten Gayo Lues

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:42 WIB

SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional

Kamis, 24 September 2026 - 11:06 WIB

Update Data Wilayah, Babinsa Melaksanakan Puldata Ter di Kantor Camat

Kamis, 24 September 2026 - 11:01 WIB

Sinergi ​Gotong Royong Babinsa, Yonif TP 855, dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Gayo Lues

Kamis, 24 September 2026 - 10:57 WIB

Babinsa melaksanakan pendampingan petani Kopi

Kamis, 24 September 2026 - 09:17 WIB

Diduga Panik Pasca-Demo Buruh Tani, Anggota DPRD Karo Lusia Sukatendel Mendadak Gelar Rapat

Kamis, 24 September 2026 - 00:21 WIB

SlotJoint im Jahr 2026: So nutzen Sie den Willkommensbonus optimal

Rabu, 23 September 2026 - 23:45 WIB

Explore the official site of online casinos: secure access and exciting gameplay

Rabu, 23 September 2026 - 22:00 WIB

Découvrez les bonus McBookie en 2026 : maximisez vos gains dès aujourd’hui

Berita Terbaru

Oplus_131072

ACEH BARAT DAYA

SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional

Kamis, 24 Sep 2026 - 21:42 WIB